Dari sekian pertanyaan yang diajukan padaku, beberapa membuatku bingung.
"Nal, apa cara terbaik untuk lupa?"
Aku merenung dan diam sejenak merenungkan pertanyaan yang diberikannya, benarkah dia ingin melupakan sesuatu?
Aku ingat juga, pernah suatu waktu saya sangat ingin melupakan suatu hal, tidak ingin mengingat hal sekecil apapun tentang itu.
Apa saja?
Kesalahan Fatal yang tidak bisa diperbaiki, moment yang tidak kumanfaatkan dengan baik dan kejadian-kejadian lain yang semuanya tidak lagi ingin kuingat, tapi kadang melintas begitu saja.
Aku memang tidak menanyakan kepada kawan tersebut mengapa dia menanyakan cara terbaik untuk melupakan, karena diam-diam aku juga sedang mencoba melupakan seseorang 😢
Hehehe, jadi sedikit sentimentil.
Jadi aku mencoba dulu caranya dengan menerapkannya pada diriku sendiri, menghapus nomor dan semua perteman disosmed dan menahan diri untuk tidak mengeceknya.
Menghubungi kawan-kawan dan mencoba lebih dekat dengan seseorang, meningkatkan komunikasi yang intens dengan seseorang yang baru.
Tapi kadang semuanya amburadul ketika dia menyapa lagi, benteng yang dibangun itu luluh begitu saja, hahaha
Jadi?
Ya, intinya semua harus berjalan datar.
Cobalah untuk menata hidup untuk lebih teratur, meningkatkan intensitas kesibukan, belajar hal-hal baru, membaca, menonton film, hang out dengan kawan-kawan dan mencoba membuka komunikasi dengan orang orang baru.
Lho, emang bisa Nal??
Ya bisalah
Kadang kita tidak bisa lupa dari suatu hal atau dari seseorang adalah karena kita sedang terfokus kepada hal tersebut sehingga banyak hal yang terblur.
Cobalah habiskan waktumu dengan hal-hal positif, membaca, belajar menulis atau apapun itu yang menyita banyak waktu dan pikiran, yakinlah secara perlahan kau akan paham manfaat yang kukatakan ini.
Lalu perlahan-lahan dan pasti dekatilah seseorang lagi yang bisa membuatmu jatuh hati 😎
Hehehe
Rabu, 14 Februari 2018
Cara Terbaik untuk Lupa
Minggu, 06 Maret 2016
Catatan Maret
Ada begitu banyak cerita yg pernah kubaca, ada banyak kisah-kisah, begitu banyak keindahan.
Ada banyak perjalanan, petualangan dan kesempurnaan.
Tapi kita akan menulis cerita sendiri sayangku, membuat kisah yang akan didengarkan anak-anak kita, kita akan menjalani hidup kita tanpa perlu mempublikasikasikannya.
Ya, asal kita punya arah yang sama sayangku, menuju tempat tertinggi untuk menikmati gemerlap bintang diketinggian dan lampu-lampu temaram nun jauh dibawah sana. Menikmati cangkir-cangkir kopi sambil merancang masa depan kita, ya, kita akan menyusuri tepian danau toba, bercerita kepada batu-baru yang tegar menantang riak ombak bahwa kita pernah saling mencintai dan akan selalu mencintai, bahwa kita akan selalu tersenyum dan bahagia melewati semua hari, bahwa kita akan mempunyai taman bunga di depan rumah kita, memiliki hewan peliharaan, datang ketempat keluarga untuk berbagi cerita.
Ya, kita akan menghabiskan waktu menikmati udara segar dan menghabiskan masa tua bersama.
Kau taukan?
Cinta itu bukanlah verba, itu adalah saat kita bersama, bukan sebuah drama.
Bukan makan malam romantis, bukan menghabiskan waktu bersama sampai tidak peduli apa yang terjadi di dunia, bukan poto dan postingan mesra yang sangat sering kita baca.
Ya, semua memang dengan versinya.
Tetapi aku hanya ingin bersamamu sayangku, menulis sebuah cerita yang kita sendirilah yang tau alur ceritanya sampai kita sendiri lupa bahwa kita sendiri lupa bahwa kita sedang menulia cerita.
08032016
Jumat, 08 Januari 2016
Tentang Gadis dengan Senyum Manisnya itu.
Catatanku kali ini mungkin agak berbeda dgn catatan yg lainnya, mungkin karena ada senyum yg menyelip dalam imajinasiku saat aku mencatatanya.
Oh ya, berapa persenkah dosis senyum dalam setiap rasa suka?
Aku tidak tahu, tetapi rasanya senyum bisa mengalahkan sebuah imajinasi, senyum dari seorang gadis disuatu sore yg sederhana, senyum dengan tatapan malu-malu.
Senyum itu, senyum yg jika dilihat Michael Learn to Rock, aku berani bersumpah jika mereka akan langsung merilis sebuah lagu baru hanya karena senyum manisnya itu.
Bisa kubayangkan, seandainya suatu sore aku sedang duduk taman musim gugur Heaton Park menunggu giliran naik trem tua dengan bunyinya yang minta ampun ributnya itu, lalu gadis itu datang diiringi guguran daun mapel dengan senyum manis dan tatapan malu-malunya. Duduk disampingku sambil bertanya, "Mau naik trem juga?"
"Ya," jawabku dengan kalimat yg sangat grogi.
Lalu kulihat dia mengeluarkan jaket sambil berkata, "Manchester sedang musim gugur, seminggu lagi akan musim salju, dinginnya mulai terasa ya.."
"Ya.."jawabku lagi semakin kaku.
Dia mulai menggunakan jaket warna hitam bergaris merah itu, kulihat ada tulisan Manchester United di bagian belakang, ah, dia tampak sangat cantik dan senyum manis masih tersungging dibibirnya, sepertinya senyum itu susah lekang dari bibirnya. Itu membuatmu jadi berpikir, "apakah dia tersenyum semanis itu kepada semua orang, kalau ya, sudah berapa orang yg jatuh cinta kepadanya hanya karena senym itu?"
Astaga, rasanya itu lebih indah dari pada pemandangan senja dengan matahari yg terbenam di pelabuhan Manchester.
Saat angin musim gugur berhembus, rambutnya beterbangan seperti guguran daun, dengan buru-buru dia mengikatnya sambil berkata dengan senyumnya ," Kau terus memperhatikanku.."
Aku sudah berkali-kali membaca tentang sebuah pertemuan di taman, spekulasi tentang cerita romantis yang dipaksa berakhir bahagia, namun baru kali ini aku terperangkap dengan cerita yg sama, dengan seorang gadis manis dengan senyumnya.
Saat tremnya datang, kami naik bersama, ketika aku duduk, dia datang dan bertanya, "Boleh duduk disini?"
"Tentu.." Jawabku pasti.
Lalu kami mengelilingi Heaton Park, rasanya itu seperti mengelilingi senyumnya, sesekali kami saling berpandangan lalu meyunggingkan senyum masing-masing.
Ya, senyum itu, senyum yg mungkin tidak mudah untuk dilupakan, senyum yg mungkin sudah membuat puluhan lelaki lainnya jatuh cinta kepadanya, senyum yg menginspirasiku untuk menulis catatan ini sambil mendengarkan lagunya MLTR.
Aku kadang berpikir, sudah seberapa banyak seorang lelaki sentimentil yg menulis berbait-bait puisi, berlembar-lembar fiksi hanya karena senyuman seorang gadis?
Aku tidak tahu apakah itu hal yg sangat buruk atau malah sesuatu yg sangat menarik, tetapi tentang gadis di Heaton Park dengan senyum manisnya itu kami masih sempat menghabiskan waktu bersama hingga kami terpisah di stasiun Piccadilly lalu berjanji untuk bertemu lagi di Old Traffold untuk menonton derby Manchester, aku yakin dengan senyumnya Manchester United bisa menggilas tim sekotanya itu.
Oh ya, ketika akan berpisah aku masih ingat menanyakan namanya, "Liana.." ucapnya dengan senyum manisnya.
Selasa, 27 Oktober 2015
Menulis Kenangan
Catatan Karena tidak bisa tidur..
Suatu waktu aku pernah memikirkan mengapa seorang Faocault atau Baudliard memikirkan untuk menulis pemikirannya, mengapa Einstein dan Hawking bersikeras untuk Fisika teorinya, mengapa Keynes dan Fishcher harus berusaha untuk teori ekonominya?
Teringat suatu waktu Gie pernah menanyakannya, "untuk apa aku melakukan semua ini?"
Mungkin aku bukanlah seorang sosiolog yg selalu setia dgn teori-teori sosial mereka yg menurutku abstrak tetapi cenderung bisa diterima, aku juga bukanlah seorang fisikawan meskipun aku lebih bisa menerima teori relativitasnya Einstein dibanding blackholenya Hawking yg hampir tidak dinalar logikaku.
Tetapi meskipun begitu aku harus jujur padamu, aku adalah pecinta novel-novel, film dan cerpen sentimentil dan romantis, aku adalah orang yg diam-diam menulis buku harian dgn catatan galau, aku sering berbicara apa yg tidak aku tahu, aku adalah orang bodoh yg tidak tau apa-apa, takut kepada ketidak tahuanku, takut terhadap ketidakmampuan, takut dalam segala hal dan ketakutan itulah yg memang menakutiku.
Suatu waktu di bulan Oktober (dan itu jugalah yg mendorongku membuat catatan ini) aku pernah membuat resolusi untuk menjadi seorang jurnalis sekaligus detektif, terinspirasi dari komik the advantures of tintin tetapi cita-cita cenderung berubah seiring berubahnya waktu, ya, waktu yg relatif dgn teori dilatasinya itu telah berhasil mengubahku untuk bercita-cita menjadi seorang Insinyiur di bidang pertambangan, tetapi sepertinya itu hanyalah sebuah cita-cita saja.
Sejak dulu saya adalah penggemar ilmu alam sekaligus sastra, saya tidak pernah memikirkan disiplin ilmu bisnia maupun ilmu sosial, meskipun begitu saya adalah penggemar ilmu sejarah dan pengetahuan umum lainnya yg bersifat dasar, saya juga penggemar ensiklopedia, tim sepakbola Manchester United, senang lagunya Michael Learn to Rock dan sangat suka dgn topik bahasan yg cenderung lari.
Saya pura-pura banyak tau ttg segala sesuatu, nyatanya saya tidak tau apapun juga, hanya utk terlihat punya wawasan dan saya menyadari bahwa apa yg saya ketahui itu hanyalah sebuah kebodohan yg mungkin tidak termaafkan.
Saya menolak teori-teori pembenaran, menolak teori yg tidak masuk akal karena tidak terbukti secara ilmiah, tidk setuju dgn prinsip egoitas, popularitas dan rasis.
Mungkin agak sedikit sosialis dan komunis, saya adalah seorang yg menolak liberalis, menolak pasar bebas dan aliran-aliran lain yg hanya memikirkan profitabilitas tetapi mengacuhkan dampak yg ternyata sangat materil.
Pemikiranku mungkin sudah sangat lari, bahkan saya sangat sadar bahwa artikel ini hampir seluruhnya adalah curhat belaka dgn beberapa kata-kata agar terlihat ilmiah dan terhindar dari nuansa fiksi, ya, ya, semua memang hanya sandiwara, seperti aku yg sering pura-pura memegang buku tetapi ternyata tidak membacanya, seperti aku yg sering menilai orang lain tetapi hasilnya selali meleset, seperti aku yg sering merasa bermakna, tetapi hanyalah sampah, sama seperti sampah-sampah lain disekelilingku.
Lalu apa gunanya hidup jika tidak menghasilkan makna.
Apakah putih bermakna jika berada diantara putih juga?
Apakah engkau mendapat makna dari apa yg kutulis ini?
Entahlah, tetapi ini sudah jam dua pagi, rasanya ada baiknya jika aku tidur saja dan semoga engkau memperoleh makna ttg waktu, tentang untuk apa kau hidup, apa tujuan hidupmu dan makna-makna yg lainnya.
Ya, semoga saja oktober bermakna Bagimu dan bagiku!
Catatan Masa Kecil
Saat itu aku baru masuk di ñnSDN 030328 Bandar Huta Usang, aku ingat jelas guru kami saat itu adalah Ibu Lingga (kata bapakku, dulu saat SD ibu itu juga gurunya, menurut kabar yg kudengar ibu itu sudah meninggal) Ibu itu yg selalu menyebut kami dgn sebutan "anak muda" (saat itu kalau sebutan anak muda adalah tokoh protagonis yg menjadi pahlawan dalam sebuah film atau cerita).
"Bikin anak muda, a, b, c.. Ditulis berulang ya, langkah-langkah satu.."
Bukan main senangnya kalau bisa menulis huruf a satu halaman dgn langkah-langkah satu baris, lalu akan dibawa kedepan utk di nilai, dan pasti dapat nilai yg sempurna 100!
Kalau mau permisi ke WC (yg kadang tidak layak dikatakan WC karena memang tidak terawat dan airnya tidak mengalir saat itu, bak penampungan airnya juga sering kami jadikan tempat bermain) kami selalu ramai, saat satu orang permisi, yg lain akan permisi juga, sehingga kami akan berbondong-bondong, seperti gerombolan kambing, dan biasanya kami akan bebas mengencingi apa saja, pohon dibelakang kelas, bunga, bahkan dingding kelas yg terbuat dari papan itu hingga pernah suatu kali ada aliran sungai yg mengalir dan merembes melalui dinding itu.
Ada jg satu kejadian yg sangat membekas dan mungkin akan selalu saya ingat, saat itu kami berbondong-bondong saat permisi dan kawan saya yg berinisial M menjadi orang yg belakangan keluar, ketika semuanya sudah siap kencing dan akan kembali masuk kekelas, ternyata M masih baru saja kencing dan dgn buru-buru dia menyelesaikan kencingnya, menutup resleting celananya dan astaga, dia lupa memasukkan kembali anunya.
Otomatis kulupnya kena lindas resleting dgn ganasnya, kami semua terkejut mendengar teriakannya yg meronta kesakitan, ketika kami kembali, kami melihat kulupnya terpisah oleh resleting, aku bisa membayangkan betapa sakitnya itu..
Ibu Lingga dipanggil, M terus menangis karena anunya tergincit resleting, untuk dibuka kembali dgn memundurkan resleting rasanya itu adalah sebuah penyiksaan.
Untuk saja ada guru yg bijak memberikan solusi, resleting dirusak dari atas lalu ditarik pelan-pelan agar tidak terasa sakit.
Ya, yah..
Kalau mengingat itu ada sedikit rasa ngilu dan rindu, tidak terasa sudah lama kejadian itu berlalu.
Big Boss..
Dari situ sampai hari ini saya juga menggunakan nama "big bos" juga, tidak pernah menggantikan nama itu sudah beberapa tahun.
Iseng-iseng saya melihat daftar kontak ponsel adik saya yg masih SMA itu, ternyata dia juga menggunakan nama "big bos",untuk nomor bapak, sayangnya saya belum memastilan adik saya yg satu lagi apakah dia menggunakan nama kontak "big bos" untuk bapak.
Tetapi diam-diam saya mulai menyadari apa sebenarnya yg tersirat di dalam istilah "big bos" itu. Bapak adalah pimpinan yg paling utama dalam keluarga, seorang sosok yg jadi panutan. Apapun kata orang, tetapi bapak adalah tetap orang tua yg mengasihi anak-anaknya meskipun harus jujur, sudah berapakali saya menantang dia, menganggap remeh, tidak mendengarkannya, bahkan melawan dia.
Mungkin percuma aku membuat tulisan ini jika aku tidak bisa berbuat apa, tetapi aku selalu tau, tidak ada oramg tua yg menginginkan yg buruk untuk anak-anaknya.
Pernah suatu kali saya berpikir ketika ibu berkata, "suatu hari nanti jgn menjadi seorang pria seperti bapakmu...."
Kenapa?
Mungkin aku tahu sendiri jawabannya, tetapi aku tetap ingin sepertinya meskipun dalam beberapa hal yg buruk harua dihindari karena bukankah tidak ada orang yang sempurna?
Pagi ini aku menulis tentang bapak, rasanya seumur-umur belum pernah aku menulis tentang dia, ini tentang ulang tahunnya.
Tidak kusangka dia sudah tua juga, padahal kami anaknya masih ada begini-begini juga.
Aku hanya bisa berjanji padanya, suatu hari nanti kami punya waktu untuk bersama, menikmati hari-hari bersama untuk memancing ikan, membaca koran sambil menikmati kopi, mendengarkannya bicara tentang pengalamannya dulu ketika masih muda meskipun mama beberapa kali menyela, mendengar tarombo, mitos-mitos yg kadang sudah tidak masuk akalku.
Aku berjanji akan menyediakan waktuku, itu saja.
Selamat ulang tahun bapak, big bos..
Sabtu, 25 April 2015
Terjebak Hujan
Kurasa tidak terlalu buruk jika suatu hari nanti kau menemukan dirimu terperangkap dalam hujan di sebuah perempatan jalan di kota M ini, karena sungguh, kau akan menikmatinya, orang-orang yang berteduh, ojek payung gratis yang sok jadi pahlawan atau bahkan mata-mata liar yang mencari kesempatan- ditengah kesempitan.
Karena itulah kemungkinana, dan kau mungkin akan beruntung melihat seorang gadis yang linglung, dan kau tidak pernah tahu, apakah dia sedang menunggu seseorang ataukah dia terbuai kenangan dalam hujan?
Jikalau kau punya nyali, kau akan mencoba menanyakan itu kepadanya, dengan pertanyaan malu-malu yg penuh makna..
"Hujannya deras juga ya.."
Dan mungkin dia akan menjawabmu dengan anggukan saja, lalu kau akan meneruskan pertanyaanmu..
"Terperangkap hujan juga?"
"Ya.."
"Memangnya anda mau kemana?"
"Kenangan.."
"Astaga, anda jgn bercanda, dimana itu kenangan?"
"Diantara bus-bus yang melintas menembus hujan, mereka selalu membawa kenangan.."
Dan kau akan terdiam sejenak, untuk mencerna apa yg diucapkannya, saat itu hujan masih turun deras dan jalanan sudah mulai tergenang, apakah engkau masih mencoba melanjutkan percakapan?
Kau mencoba melirik sekilah wajahnya, dan saat yang sama dia melirikmu, pandangan kalian bertemu, adakah kata yg cocok untuk melukiskannya sebagai sebuah suasana?
Hujan mungkin tidak akan segera reda, namun sebagai seorang pria yg melankolis, kau pasti akan selalu punya cerita tentang setiap suasana, karna itu jglah mungkin kau sampai lupa dan merasa hujan kali ini terlalu singkat utk sebuah kenangan, sehingga kau jg lupa menanyakan dia siapa bahkan kau lupa bahwa sebenarnya ini hanya sebuah fiksi sederhana.
Sabtu, 25 April 2015
Jumat, 13 Maret 2015
Dan Bila Hari Ini Beranjak...
Jangan kau tanyakan mengapa karena memang tidak ada jawabannya, dan tidak seharusnya aku menjelaskannya.
Aku memang mengerti mengapa ada kecewa meskipun aku sangat susah untuk menerimanya meskipun berulang kali aku mencoba tetapi keyakinanku tetap pada batasnya.
Kamis, 12 Maret 2015
Besok (Mungkin) Sentimentil Akan Berkuasa
Senin, 02 Maret 2015
Bermakna karena dimaknai
Rabu, 28 Januari 2015
Terima Kasih
Sabtu, 24 Januari 2015
Menghabiskan Malam
catatan kecil
Sabtu, 06 Desember 2014
Desember
Kamis, 30 Oktober 2014
CATATAN 27 Oktober 2014
Rabu, 22 Oktober 2014
Surat untuk Hujan
Haruskah kukatakan padamu? Setiap jalan adalah sama, cuma beda usia dan kondisinya. Tidakkah kau lihat disekeliling kita? Jalan penuh dengan pemandangan bunga liar, ilalang dan kapas yang memutih di ujung sana. Semuanya dibentengi pegunungan bukit barisan dengan Gunung Sibuatan yang menjulang.
Haruskah kau kembali bertanya jika suatu hari nanti kau kubawa melalui jalan ini?
Kau tau, waktu terus berganti dan kita juga akan berubah. Tahap biologis ataupun budaya dan sosiologi. Akankah saat kita bertemu nanti kita masih bisa saling menatap dan memegang tangan untuk dapat berjalan melalui jalan itu dengan bergandengan tangan?
Waktu adalah waktu dan seperti yang kita tau kenangan punya tempat tersendiri dalam hati. Jika kita masih ingin menikmati sore hari, tertawa sepanjang hari, haruskah kenangan diakhiri?
Seorang penari nungkin bisa menari dimasa tua, penulis bisa membaca tulisannya, pemotret akan memandangi jepretannya dan pelukis akan memajang lukisannya.
Lalu aku? Haruskah aku kembali menari bersama bayanganmu, membaca kembali cerita yang kutulis tentangmu (untuk mengingat kenangan itu, mumutar kembali kilasan wajahmu yang tersenyum malu-malu menatapku, memajang lukisan tentang masa depan yang selalu kurancang itu?
Aku tau itu gila, tetapi aku tidak pernah tau mengapa aku bisa begitu.
Lihatlah, setiap malam aku selalu menulis beberapa kata. Bahkan bila aku rindu aku menulis semua rasa rinduku pada buku.
Aku tidak pernah tau entah ini hal gila atau tidak. Mengingatmu membuat pikiranku tidak menentu, aku tau, didepan orang aku hanyalah orang yang tidak tau dan tidak mau tau. Tetapi aku punya banyak cerita dalam hatiku,dalam pikiranku.
Setiap waktu adalah tantangan bagiku, antara cita-cita, keluarga dan engkau.
Jika orang bertanya engkau itu siapa?
Haruskah aku cerita bahwa engkau adalah seorang gadis yang kusuka?
Aku tidak tau, tapi harapanku adalah suatu hari nanti engkau akan membaca tulisanku dan engkau dapat mengerti bagaimana aku mencintaimu dalam tulisanku.
Tapi aku tau aku adalah seorang yang sangat rapuh dan tidak cocok untuk tempat berlindung, Hari-hariku kelabu dan buram.
Akan sanggupkah engkau melalui hari tanpa warna ini?
Jika saat nanti semua yang kutulis ini bukan lagi hanya angan dan mimpi, maukah engkau melangkah bersamaku dan kita akan berjalan beriringan melewati jalan yang pernah kuceritakan.
Aku akan selalu punya cerita untukmu, tentang mimpi-mimpi yang melayang. (Meskipun aku tau bahwa kau bukanlah anak kecil yang pantas didongengi).
Aku pernah bertanya kepada diriku sendiri, sampai dimana batas mimpi itu?
Aku tidak tau, tetapi aku sering terperanjat dan bangun dari hayalanku. Aku tau, meskipun saat ini kau bisa jadi milikku, tidak ada yang bisa kulakukan untukmu. Tidak ada!
Aku hanya bisa berdoa,jika memang akan ada cerita, aku yakin tidak akan pernah terganti jadi cerita lain.
Dan kau tau? Malam ini, saat aku menulis ini aku sedang merencanakan jika saatnya kau wisuda nanti (2016 dan semoga saja aku sudah tidak lagi dikampus kita agar aku tidak melihat kekasihmu memelukmu dan memberimu bunga)aku memberimu bungkusan, tulisan-tulisan yang bodoh ini, sebuah buku yang sangat kusukai serta setangkai bunga sintetis agar bisa kau simpan.
Aku tidak ingin mendengar kabarmu suatu saat nanti akan menikah, tetapi aku senang jika kau sudah menikah dan berkeluarga.
Ketahuilah, saat aku menulis surat ini aku sedang membayangkan senyummu, membayangkan bagaimana jika seandainya kau membacanya, mungkinkah kau merasa bahwea tulisanku adalah tulisan terlonyol yang pernah kau baca atau kau hanya akan menganggapku bercanda?
Aku tidak tau, tetapi semoga saja suatu hari nanti seseorang yang akan jadi istriku tidak pernah membaca tulisan ini tetapi aku ingin kekasihmu dan juga suamimu suatu hari nanti membaca tulisan ini agar dia tahu ada orang lain yang sangat mencintaimu sehingga dia akan berjuang untuk mempertahankanmu dan menjagamu.
Ketahuilah, aku menulis ini karena aku merindukanmu dan seperti biasa aku selalu menulis kerinduanku itu di setiap buku yang ada didekatku tetapi malam ini aku menulisnya disini dan aku berharap rasa rinduku ini bisa berkurang.
Dan aku mencoba untuk melupakan semua.
Semoga!
Selamat malam hujan
Selamat malam puisi
Semoga malam jadi kenangan
Dan esok hari harus berganti
Karena banyak hal baru yang harus terjadi.
Dan malam ini kau harus bermimpi, bahwa setiap waktu yang kita miliki sangat berarti.
Selamat malam hujan, tidurlah..!
15 Oktober 2014
Rabu, 07 Mei 2014
Hal Aneh
Hal Bodoh
Catatan Bodoh
Arah Dairi Kedepannya
Arah Kabupaten Dairi Kedepannya Sebagai penduduk Kabupaten Dairi yang sedang merantau, ...
-
Arah Kabupaten Dairi Kedepannya Sebagai penduduk Kabupaten Dairi yang sedang merantau, ...
-
Ini bukan daerah yang mau dijadikan Objek wisata halal, juga bukan daerah yang akan diadakan Festival Beiby. Daerah ini terkenal dengan s...