Tampilkan postingan dengan label Surat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2015

Big Boss..

Saya ingat dulu ketika baru punya ponsel, saya menggunakan ponsel abang saya. Ketika itu ada nomor yg belum dihapus dari sana, termasuk nomor bapak, saya jelas ingat dia menggunakan nama "big bos".
Dari situ sampai hari ini saya juga menggunakan nama "big bos" juga, tidak pernah menggantikan nama itu sudah beberapa tahun.
Iseng-iseng saya melihat daftar kontak ponsel adik saya yg masih SMA itu, ternyata dia juga menggunakan nama "big bos",untuk nomor bapak, sayangnya saya belum memastilan adik saya yg satu lagi apakah dia menggunakan nama kontak "big bos" untuk bapak.
Tetapi diam-diam saya mulai menyadari apa sebenarnya yg tersirat di dalam istilah "big bos" itu. Bapak adalah pimpinan yg paling utama dalam keluarga, seorang sosok yg jadi panutan. Apapun kata orang, tetapi bapak adalah tetap orang tua yg mengasihi anak-anaknya meskipun harus jujur, sudah berapakali saya menantang dia, menganggap remeh, tidak mendengarkannya, bahkan melawan dia.
Mungkin percuma aku membuat tulisan ini jika aku tidak bisa berbuat apa, tetapi aku selalu tau, tidak ada oramg tua yg menginginkan yg buruk untuk anak-anaknya.
Pernah suatu kali saya berpikir ketika ibu berkata, "suatu hari nanti jgn menjadi seorang pria seperti bapakmu...."
Kenapa?
Mungkin aku tahu sendiri jawabannya, tetapi aku tetap ingin sepertinya meskipun dalam beberapa hal yg buruk harua dihindari karena bukankah tidak ada orang yang sempurna?
Pagi ini aku menulis tentang bapak, rasanya seumur-umur belum pernah aku menulis tentang dia, ini tentang ulang tahunnya.
Tidak kusangka dia sudah tua juga, padahal kami anaknya masih ada begini-begini juga.
Aku hanya bisa berjanji padanya, suatu hari nanti kami punya waktu untuk bersama, menikmati hari-hari bersama untuk memancing ikan, membaca koran sambil menikmati kopi, mendengarkannya bicara tentang pengalamannya dulu ketika masih muda meskipun mama beberapa kali menyela, mendengar tarombo, mitos-mitos yg kadang sudah tidak masuk akalku.
Aku berjanji akan menyediakan waktuku, itu saja.
Selamat ulang tahun bapak, big bos..

Kamis, 09 April 2015

Surat untuk heaty

Aku mungkin akan menemuimu terjebak dalam pikiranmu sendiri, karena sedang jatuh cinta dan kau akan menulisi harian tanpa makna, entah untuk siapa.
Dan aku, aku ingin membaca tulisanmu itu, sebab seperti yang kau tahu aku senang membaca, sebab terkadang ada kalanya aku menulis sendiri dan membayangkan itu adalah tulisanmu.
Kau tahukan?
Setiap pemikiran bisa diutarakan dalam sebuah pembicaraan, tetapi mengapa kita tidak pernah punya waktu untuk bersama untuk membicarakan hal yang penuh makna?
Aku ingin mendengar ceritamu saat engkau jatuh cinta pada seorang pria tampan yang pintar main gitar itu, tetapi ternyata ada seseorang yang mengalahkanmu untuk memperoleh hatinya, aku juga ingin mendengar ceritamu saat engkau galau karena semua temanmu sudah dengan pasangannya masing masing dan engkau masih sendiri.
Tidak usah kuatir, sendiri itu menyenangkan meskipun terkadang merasa sepi, tetapi mengapa tidak engkau coba untuk menikmati?
Ada kalanya, saat aku menulisimu surat, aku membayangkan senyum manismu iti kepadaku, apakah aku telah jatuh cinta kepadamu?
Aku sedikit sentimentil dan sedikit pilosofis, meskipun semua serba sedikit, aku tetap menikmatinya, tetapi setiap kali aku bertanya kepada diriku sentimentil itulah yang berkuasa san setiap aku mencoba untuk jatuh cinta, selalu ada alasan pilosofis untuk menolaknya..
Jatuh cinta itu sebenarnya sederhana, kau tidak perlu memaksa seseorang untik mencintaimu, mungkin seperti aku yang tidak pernah memaksamu untuk melihat kearahu, meskipun ada getar yang sangat terasa ketika bertemu.
Bukankah cukup bagiku, menulisimu suray yang tidak pernah kukirim dan tentu tidak akan pernah kau baca ini?
Rasanya memang seperti cerita yang tidak pernah selesai, tetapi aku bukanlah seorang pria tokoh novel yang akan menikmati happy ending di akhir ceritanya, aku tahu tidak akan ada hasil apa-apa dan tidak akan terjadi apa-apa..
Pernah memang kucoba untuk jatuh cinta, tetapi aku tidak tahu mengapa jatuh cintaku pasti selalu pada orang yang sama meskipun disaat dan tempat yang berbeda.
Ya, itulah yang terjadi, terkadang aku hanya mencoba untuk mencerna, terkadamg juga memaknainya, mungkinkah akan tiba saatnya?
Kau akan membaca tulisanmu yang pernah kau buat untuknya dan aku membaca surat yang selalu kutulia untukmu, kita memang berbeda, jalan kita berbeda dan semuanya berbeda, tetapi mengapa aku mengharapkanmu tentang rasa cinta?

Sabtu, 07 Maret 2015

Surat untuk Heaty II

Aku mau, menjadi musim gugur tanpa jeda jika kau perluku
Rasanya itu akan menyenangkan jika kau mencoba untuk memahaminya
Karena musim gugurlah musim semi akan kembali
Dan kau akan kembali bertunas, meski aku tidak melihatnya
Karena tidak ada yang lebih menyedihkan selain melihat engkau terperangkap dalam pikiranmu dan rasa cinta yang tidak menentu entah untuk siapa.
Aku tahu, aku memang tidak mungkin seperti hujan yang dapat menyuburkan jiwamu, karena musim gugur lebih berarti bagiku. Aku dapat memahami rasa sakit yang kau rasakan dalam jiwamu, aku dapat menggantikanmu membeku, aku dapat membayangkan diriku dalam timbunan salju.

Jumat, 06 Maret 2015

Surat Untuk Heaty

Aku mencintaimu, dan kau harus tahu tentang itu.
Seperti kata yang selalu kusimpan dalam hatiku, seperti rindu yang selalu menyiksaku.
Mungkin aku mencintaimu bukan seperti cinta pada sandiwara-sandiwara di opera, bukan juga seperti drma-drama melankoli yang penuh asmara.
Kau harus tahu, aku mencintaimu seperti senja jingga dengan matahari yang enggan terbenam untuk menikmatinya.
Aku mencintaimu seperti deburan ombak yang enggan berhenti mencumbu pantai.
Heaty, cinta itu gila, meskipun kadang aku hanya bercanda menyatakannya gila, tetapi kau harus tahu saat tidak ada romantisme yang tercipta dari setiap cerita, kita bisa mencerna maknanya seperti mencerna kenangan saat engkau bersamanya. Lelaki yang menggoda dengan segala yang ada padanya, sedangkan aku apa yang dapat kuberikan padamu?
Cukupkah sepotong senja dikota Manchester, itupun hanya dalam keindahan kata..

Minggu, 18 Januari 2015

Surat Musim

Kita bahkan punya musim semi sendiri, punya senja untuk dinikmati. Jadi apa yang perlu diragukan lagi? Biarlah musim gugur dengan musimnya sendiri (juga) musim hujan dengan kenangannya, kurasa kita tidak boleh menyia-nyiakan musim semi ini karena bunga-bunga sudah mulai bertunas dan padang sudah menghijau. Lihatlah, di timur matahari juga sudah mulai membayang. Apalagi yang kau tunggu? Mari genggam tanganku, kita nikmati jalanan setapak ini. Aku yakin bersamaku musim semi ini akan lebih berarti lagi...

Kamis, 30 Oktober 2014

CATATAN 27 Oktober 2014

Akankah aku selalu bisa menikmati waktu yang akan terus berlalu ini? Aku tahu bahwa setiap detik dalam hdup ini adalah harapan dan kita punya berbagai cara  untuk mewujudkan harapan itu. Kadang kita harus merelakan semua tetapi tetap tidak ada kepastian untuk mendapatkan harapan itu.
Aku adalah aku, egoisme yang mungkin akan selalu mengantarkan aku kesebuah ketidakpastian, aku selalu memikirkan diriku sendiri meski kali ini aku tahu bahwa setiap rencanaku bukanlah aku sendiri yang menentukan. Kadang aku berharap apa yang didepanku adalah jawaban doa-doaku, tetapi kenyataan harus memaksaku menggigit jari dan menunggu sampai kapan kenyataan ini kuhadapi.
Aku selalu berharap bahwa setiap kenyataan ini adalah kebahagiaan, kesenangan bahkan kesantaian. Tetapi aku harus tetap menjalani hidupku dengan penuh pemikiran dan semoga ini bisa mengantarkan aku menuju kedewasaan. Aku tahu bahwa aku harus sabar menghadapi proses pembentukan ini, semakin lama dibentuk maka jiwaku akan semakin lentur dan bisa untuk semua wadah, ya begitulah kenyataan saat satu persatu impianku harus kurelakan.
Kadang aku senang dengan yang namanya kekaguman, aku senang dengan kemungkinan dan harapan dan aku adalah yang menyimpan semua dalam tulisan.
Dan tahukah kau sejak pertama aku melihatmu aku tahu bahwa kau memiliki sifat yang kuharapkan, tetapi aku tidak terlalu mudah menunjukkan sebuah kekaguman sebelum mempelajari sifat seseorang, karena itulah aku mencoba membaca buku untuk bisa melihat bagaimana reaksi dalam sebuah pertemuan dan aku akan terus mempelajari semuanya.
Pernahkah kau tahu saat aku mencatat tulisan ini, sebenarnya sangat banyak yang ingin kutuliskan untukmu (meski aku tahu bahwa tulisanku hampir tidak teratur sehingga sulit ditangkap maknanya), kenapa? Tiap aku menulis kata, akan selalu banyak ide yang ingi kutuliskan untuk membuat kau tertarik paling tidak pada tulisku ini saja.
Aku pernah berpikir kepada siapa tulisan ini kusampaikan suatu hari nanti, dan itu jugalah yang akan membuatku selalu menulis untuk menuangkan setiap yang ada dipikiranku. Aku selalu tahu bahwa sungguh sangat banyak yang harus kuperbaiki dulu untuk sebuah harapan, aku tahu bahwa aku harus membuat sebuah rancangan sebaik-baiknya, pondasi yang kuat dan tiang yang tidak mudah goyah. Aku tahu bahwa tidak bisa hanya mengandalkan rasa suka dan rasa sayang untuk memulai sebuah hubungan belum lagi kantong yang tidak berisi dan kelemahan-kelemahan lain yang akan selalu menghantui.
Kadang aku memang merasa sangat kesepian dalam kenyataan, saat ,melihat teman-teman begitu mudah jatuh hati dan berganti pasangan, saat teman-teman begitu saja lupa pada seseorang yang pernah jadi kekasihnya. Tetapi mungkin tidak begitu denganku, bahkan kalau ditanya aku bisa mengingat detail semuanya dengan begitu sempurna dan mungkin akan selalu begitu (dan aku berharap ini bukanlah menjadi sebuah kebiasaan buruk nantinya.

Tentang kali ini sebenarnya aku harus nmengiyakannya bahwa aku juga mengalaminya, aku tidak  tahu mengapa aku tidak bisa berhenti memikirkan tentangmu, ini sebuah ketololan yang sangat konyol menurutku, tapi sayangnya kali ini aku bukanlah seorang yang suka bersaing apalagi kepada sesama teman dan jika harus ya, aku tidak mau memaksa diri sebab aku tahu, prinsipmu akan selalu sama denganku : bahwa dalam hidup ini kita selalu punya pilihan dan kita akan selalu punya hak untuk pilihan itu. Dan kali inipun aku menyerahkan semuanya kepada Tuhan, sebab Dia adalah Sahabatku, sahabat kita dan Dia-lah yang akan menuntun keputusanmu (dan juga menuntunku terus melalui masa-masa ini).
Melihat yang ada, kadamg aku pesimis kepada diriku dan inilah yang selalu membenamkan keinginanku untuk mempunyai kekasih, aku belum siap saat seorag wanita mengetahui siapa sebenarnya aku, belum siap melalui hari-hari ini dengan kesibukan mempunyai seorang kekasih. Tapi diatas semua itu, aku selalu mencoba membawakan diri sesuai dengan tempatnya, pura-pura menjadi orang yang tegas saat memimpin rapat dan berbicara bersama junior da senior, mejadi teman yang konyol dan pura-pura bodoh bersama tema-teman, menjadi seorang adik dan abang buat saudara. Ya, itlah kebahagiaan buatku saat ini, bermanfaat bagi orang-orang sekitar sehngga mereka bisa mengenang sedikit tentangku, mengingatku dan merasa aku berarti bagi mereka semua (Meskipun mereka tidak tahu apa yang sebenarnya ada dalam pikiranku)

Aku tau, seiring waktu berlalu, semua ini akan mengantarkanku kepada pengalaman, kedewasaan dan (semoga) kebijaksanaan. Soal ini, aku tidak ingin menceritakannya banyak sebab aku tidak ingin seorangpun tahu apa yang kurasakan. Biarlah suatu saat nanti jika Tuhan memann mengizinkan kita punya waktu untuk bersama maka aku akan menceritakannya, atau jika tidak aku akan mencoba menuliskannya menjadi sebuah novel atau paling paling tidak seiring waktu yang akan terus berjalan aku akan lupa tentang semuanya.

Rabu, 22 Oktober 2014

Surat untuk Hujan

Kita pernah melalui ini,jalan setapak yang dengan angin sepoi dan kau selalu bertanya saat kita melalui jalan yang sama. “Mengapa kita terus melalui ini? Mengapa tidak melalui jalan lain?”
Haruskah kukatakan padamu? Setiap jalan adalah sama, cuma beda usia dan kondisinya. Tidakkah kau lihat disekeliling kita? Jalan penuh dengan pemandangan bunga liar, ilalang dan kapas yang memutih di ujung sana. Semuanya dibentengi pegunungan bukit barisan dengan Gunung Sibuatan yang menjulang.
Haruskah kau kembali bertanya jika suatu hari nanti kau kubawa melalui jalan ini?
Kau tau, waktu terus berganti dan kita juga akan berubah. Tahap biologis ataupun budaya dan sosiologi. Akankah saat kita bertemu nanti kita masih bisa saling menatap dan memegang tangan untuk dapat berjalan melalui jalan itu dengan bergandengan tangan?
Waktu adalah waktu dan seperti yang kita tau kenangan punya tempat tersendiri dalam hati. Jika kita masih ingin menikmati sore hari, tertawa sepanjang hari, haruskah kenangan diakhiri?
Seorang penari nungkin bisa menari dimasa tua, penulis bisa membaca tulisannya, pemotret akan memandangi jepretannya dan pelukis akan memajang lukisannya.
Lalu aku? Haruskah aku kembali menari bersama bayanganmu, membaca kembali cerita yang kutulis tentangmu (untuk mengingat kenangan itu, mumutar kembali kilasan wajahmu yang tersenyum malu-malu menatapku, memajang lukisan tentang masa depan yang selalu kurancang itu?
Aku tau itu gila, tetapi aku tidak pernah tau mengapa aku bisa begitu.
Lihatlah, setiap malam aku selalu menulis beberapa kata. Bahkan bila aku rindu aku menulis semua rasa rinduku pada buku.
Aku tidak pernah tau entah ini hal gila atau tidak. Mengingatmu membuat pikiranku tidak menentu, aku tau, didepan orang aku hanyalah orang yang tidak tau dan tidak mau tau. Tetapi aku punya banyak cerita dalam hatiku,dalam pikiranku.
Setiap waktu adalah tantangan bagiku, antara cita-cita, keluarga dan engkau.
Jika orang bertanya engkau itu siapa?
Haruskah aku cerita bahwa engkau adalah seorang gadis yang kusuka?
Aku tidak tau, tapi harapanku adalah suatu hari nanti engkau akan membaca tulisanku dan engkau dapat mengerti bagaimana aku mencintaimu dalam tulisanku.
Tapi aku tau aku adalah seorang yang sangat rapuh dan tidak cocok untuk tempat berlindung, Hari-hariku kelabu dan buram.
Akan sanggupkah engkau melalui hari tanpa warna ini?
Jika saat nanti semua yang kutulis ini bukan lagi hanya angan dan mimpi, maukah engkau melangkah bersamaku dan kita akan berjalan beriringan melewati jalan yang pernah kuceritakan.
Aku akan selalu punya cerita untukmu, tentang mimpi-mimpi yang melayang. (Meskipun aku tau bahwa kau bukanlah anak kecil yang pantas didongengi).
Aku pernah bertanya kepada diriku sendiri, sampai dimana batas mimpi itu?
Aku tidak tau, tetapi aku sering terperanjat dan bangun dari hayalanku. Aku tau, meskipun saat ini kau bisa jadi milikku, tidak ada yang bisa kulakukan untukmu. Tidak ada!
Aku hanya bisa berdoa,jika memang akan ada cerita, aku yakin tidak akan pernah terganti jadi cerita lain.
Dan kau tau? Malam ini, saat aku menulis ini aku sedang merencanakan jika saatnya kau wisuda nanti (2016 dan semoga saja aku sudah tidak lagi dikampus kita agar aku tidak melihat kekasihmu memelukmu dan memberimu bunga)aku memberimu bungkusan, tulisan-tulisan yang bodoh ini, sebuah buku yang sangat kusukai serta setangkai bunga sintetis agar bisa kau simpan.
Aku tidak ingin mendengar kabarmu suatu saat nanti akan menikah, tetapi aku senang jika kau sudah menikah dan berkeluarga.
Ketahuilah, saat aku menulis surat ini aku sedang membayangkan senyummu, membayangkan bagaimana jika seandainya kau membacanya, mungkinkah kau merasa bahwea tulisanku adalah tulisan terlonyol yang pernah kau baca atau kau hanya akan menganggapku bercanda?
Aku tidak tau, tetapi semoga saja suatu hari nanti seseorang yang akan jadi istriku tidak pernah membaca tulisan ini tetapi aku ingin kekasihmu dan juga suamimu suatu hari nanti membaca tulisan ini agar dia tahu ada orang lain yang sangat mencintaimu sehingga dia akan berjuang untuk mempertahankanmu dan menjagamu.
Ketahuilah, aku menulis ini karena aku merindukanmu dan seperti biasa aku selalu menulis kerinduanku itu di setiap buku yang ada didekatku tetapi malam ini aku menulisnya disini dan aku berharap rasa rinduku ini bisa berkurang.
Dan aku mencoba untuk melupakan semua.
Semoga!
Selamat malam hujan
Selamat malam puisi
Semoga malam jadi kenangan
Dan esok hari harus berganti
Karena banyak hal baru yang harus terjadi.
Dan malam ini kau harus bermimpi, bahwa setiap waktu yang kita miliki sangat berarti.
Selamat malam hujan, tidurlah..!
15 Oktober 2014

Sabtu, 04 Mei 2013

Surat Buat Seseorang II


Goreskan pena_pena tanpa tinta.
Ukir sebuah kata cinta
liat ditengahnya ada hati kita,bersinar bagai lilin. 
Namun tak bertahan lama, ia akan mencair saat kau telah tiada.
Lalu ukirkan nama kita pada kertas lapuk tak berwarna,kuyakin kau tak akan mampu.
Kau masih butuhkan aku tepiskan sisa waktu ini
sama sepertiku yg butuhkanmu tuk mengisi lembaran-lembaran yang masìh kosong..
Perhatikan lilin yangg tanpa api
dia tidak akan berguna
perhatikan bunga yg tanpa mahkota dia tidak akan indah,
perhatikan aku yang tanpa kamu
sesal selalu menghantuiku
bagaikan perahu yg terombang ambing tanpa layar dan dayung..
Kembalilah
lengkapi penaku untuk kembali menulis kisah kita
lengkapi perahuku tuk arungi kisah kita
lembaran terakhir buku ini masih panjang
pulau harapan itu masih jauh
tapi dgn kau dan aku sebagai lilin semua akan terang
dengan engkau sbg pena buku kita akan terisi dgn cerita kenangan yg teramat indah
dengan kau sebagai layar
kita akan sampai dipulau harapan...
Mengertilah harapku
pahami keinginanku
untuk membangun mimpi2 indahku bersamamu

Sabtu, 29 September 2012

surat buat seseorang


Surat buat seseorang


Pagi memang mesti berlalu,seiring itu senja berlalu,siang berlalu. Itu artinya semua memang harus berlalu. Cobalah memahami langkahku yang tak menentu,mungkin semuanya tak akan pernah membuatmu mengerti.
Mungkin bagimu cukup sulit memahami keputusanku, tapi bagiku itulah yang terbaik. Aku tau kau merasakan ini terlalu singkat,tapi bagiku singkat tapi berat.
Aku yakin hidupmu ingin memeluk hatiku erat,tapi hatiku telah melekat ditepian harap yang tak pernah retak.
Setiap detik mengawali cukup sulit,tapi aku tau kau terbiasa dengan alasan berbelit. Jangan kau ragu akan sungai yang mengalir,ia pasti akan bermuara kelaut. Dan jangan pernah ragu akan seseorang,kalau itu sudah takdir apapun yang terjadi dia akan ada dipelukanmu.
Berlarilah,tataplah mentari pagi,rangkullah rembulan malam, ceritakan padanya tentang aku,aku yakin ia akan memahaminya,aku yakin dia mengerti tentang keputusanku..
Sebab dia sahabatku yang selalu hadi dalam hidupku...
Jangan mencoba sesali kata yang terucap tetapi cobalah lanjutkan mimpi yang tercipta aku yakin kau bisa menggapai mimpi2 para pujangga.,
seandainya kau dapat memahamiku yang sebenarnya telah jauh berlabuh ditengah samudera...
Pasti kau paham akan keputusanku
tapi aku tak dapat membawamu dalam pelayaran hidupku untuk mengarungi samudra petualanganku...
Maafkan aku
aku akan mendoakanmu, agar TUHAN menitip seorang pahlawan pemberani yang akan membawamu mengarungi kehidupan ini....
Hingga akhirnya kau mengerti bahwa aku bukan yang terbaik untukmu......
Jika saatnya nanti..
Ketika senja telah tiba,jangan ada lagi gelisah atau tanya yang buatmu menderita..
Cobalah rangkul langit senja..memang mesti sia-sia sama seperti mencintai pujangga adalah seperti rahasia.
Kau mesti pahami langkah matiku hanya untuk hadapi senja
jangan kau tanya mengapa? Jawabku hanya diam atau membisu....
Itulah kata pujangga sang pemuja waktu.,
aku yakin
aku paham
aku mengerti
kata-kata ini buatmu tak mengerti..
Sulit dipahami
tapi itulah yang aku miliki untuk diyakini.,
senja kan menanti dipelabuhan mimpi




Arah Dairi Kedepannya

                                                     Arah Kabupaten Dairi Kedepannya Sebagai penduduk Kabupaten Dairi yang sedang merantau, ...