Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 November 2014

TENTANG MALAM (2 puisi)

TENTANG MALAM
Kepada siapa kuceritakan malam jika dia tidak punya teman?
Sajak-sajaknya hanya jadi kenangan dalam kertas lusuh bertanda tangan
Kisah-kisahnya jadi pajangan diperpustakaan
Dia tidak punya teman lagi
Sebab hari-hari telah beranjak pergi menuju kekasihnya diseberang sungai
Tetapi malam gelap ada mimpi dipanggung bumi
Malam bersenandung lagu simponi
Dalam keremangan lilin dia berpuisi
Mengenang bait yang hilang
Bersama pagi yang tidak kunjung datang.





Tentang Hujan



Suatu ketika tentang hujan
Saat tidak ada lagi kisah yang harus diceritakan di buku-buku harian
Ketika itu hujan punya kenangan, 
tentang gadis senja dibawah payung kedinginan
Menikmati hujan dalam sketsa angan, 
dalam rindu yang terpendam hingga terlarut dalam impian
Hujan mencubunya, membelainya mesra dalam pelukan malam





Kamis, 30 Oktober 2014

Bingkai Oktober


                                       
Bingkai Oktober


Jika oktober datang lagi di esok hari, mungkin semua tidak lagi begini 
Tidak ada gerimis atau mendung yang bergelantung dihatimu 
Sebab ombak telah memacu, beradu menuju kelautan lepas, dan gunung-gunungpun kian menghijau dan puncaknya ditutupi salju 
Tidak akan ada kisah yang perlu kau baca disana, sebab daun-daun sudah punya ceritanya sendiri, kenangan telah terbingkai pada dahan-dahan cemara dan bunga-bunga telah mekar di taman surga.
Lihatlah, tunas-tunah muda ada disetiap pucuk harapan, satu persatu mereka menyambut matahari yang telah lama kita nanti 
Dan kelopak mawar telah membuka kuncupnya, semerbak memenuhi jiwa 


Jika engkau kembali lagi disaat nanti, saat lembar-lembar hari di kalender kamarmu berganti 
Mungkin tidak akan kau temui lagi kisah ini, sebab kisah baru telah dimulai lagi 
Saat sepasang remaja menyusuri jalanan ini, meninggalkan sebuah kisah tanpa cela dan harapan yang berbeda 
Dan jika esok hari kau masih mencoba tetap kembali, akan kau temui aku disini, terpekur menunggu hujan turun lagi, berharap ada kalimat baru yang harus dirangkai.

Rabu, 02 April 2014

Perihal Kenangan



semenjak ada puisi yang diracik dari janji

semenjak itu ada kenangan dalam sunyi
antara harapan yang mati
atau menanti hingga nanti

semenjak gadis muda itu berpuisi
semenjak itu ada perihal tentang rindu ini
yang katanya adalah ilusi
tentang nada-nada getir yang menemani

dan semenjak itu
semenjak ada pilu
menyusup ngilu
mencari cerita dulu
tentang kenangan yang berdebu
lalu adakah sesok yang tau?
kenangan itu dirimu
sebait puisi yang terbenam ilusi.

Hari Raya Nyepi di Kotamu




Lampu temaram dilorong-lorong kotamu
Arakan yg berlalu
Mencari damai dalam sunyi

aku dan engkau berdiam diri
menatap rembulan yang semakin menepi

Tanggal berapa ini?
rasanya sudah terlalu lama aku menunggu saat seperti ini
saat kota mati
keheningan memenuhi
aku dan engkau akan berdiri
kita akan menyusuri kota ini
mencari mimpi-mimpi yang damai

diantara hamparan sunyi.

Minggu, 05 Mei 2013

Puisi-Puisi


Nyanyian Buruh
01052013

Kami bukan malaikat
Yang punya tenaga ekstra kuat
Kami juga ingin dapur kamipun berasap
Menyajikan makanan hangat..
Kami memang harus berkeringat
Tapi jika suatu saat teringat
Tentang upah yang meningkat
Tinggal janji yang sekarat
Mesin juga akan ikut berkarat
Menjadi markas pengerat
Kami bermimpi berduit
Jadi saingan kaum elit
Yang sinis melihat kami menjerit..
Sekilas mata melejit..
Siappp Gerak
Orientasi target
Atau gaji mandet?
Sadisnya hidup tidak jangka pendek..


Cerita Wayang

Kau dalang
Aku ingin menikmati wayang
Kisah Negeri yang menang
Terperanjat dalam hidup yang membayang..
Gerakkan tanganmu dalang
Buat sepenuh hati jangan bimbang
Biar demonstrasi menyerobot tapi tetaplah tenang
Biar undang undang datang menyerang
Menyerah engkau berpantang..
Gerakkan wayang
Menari meliuk bagai bebas dan menang
Kita bukanlah suasana perang
Tinggikan wayang
Ekspresikan damai yang tenang
Karena cuma dayang yang tidak berhutang
Tidak dikekang undang-undang
Tidak punya perwakilan untuk dikenang..


Danau Toba

Semilir
Air mencari celah bukit untuk mengalir..
Kilau senja terbias riak ombak..
Diantara danau terlukis gorga..
Tiap senja
Mentari pun ikut merapat menuju perbukitanmu
Ilalang juga menari diantara batu
Terjal, terjun bebas menikmati alammu..
Toba
Setitik harap melaju
Menuju pulaumu
Yang terbungkus kilau
Senyummu mengembangkan lagu
Romantika tempo dulu
Diantara riakmu, remaja memadu
Menikmati nada nada syahdu..


Tantang Senja Dan Hujan

Aku ingin melukis hidupku sendiri di ujung langit sana..
Diantara tumpukan awan yang menari..
Meneriaki bumi..
aku juga ingin menguntai senja-senja yang merekah diantara sore yang kian bias dan memudar..
Diantara tepian padang itu aku ingin diam menikmati tiap hembus sepoi yang semalam lupa bernapas..
hanya saja kereta senja singgah di stasiun kehidupanku..
saat itu senja memudar..
menggenggam kesumat dan menggilas mimpi yang tersisa..

Benarkah aku berani menggambar mimpiku pada selembar kertas putih lalu menerbangkannya pada tiap sepoi senja saat aku duduk di padang gersang menanti hujan bersamamu??

Tepi Jalan
22042013

Kutemukan harap yang membayang
Cerita yang mengenang
Dionggok yang tergenang
Tersisa sedih nan senang..Kulalui mesti kadang tersendat tenang
Bahagia yang sejenak hilang
Bukit yang menunjuk bintang
Juga hari sejenak terang...

Sajak Malam
22062013

Sajakku layu
Menanjak getir merayu
Senja sepanjang sungai menghias serayu
Sepi mendayu..
Aku meragu
Menanti sajak yang jadi lagu
Onggokmu merayu
Hempaskan sesal sosok mahameru
Menjulang tinggi dibukitmu..
Senja tertutup nafsu
Pagi menyambut palsu
Manusia mengerang lugu
Menikmati malam tanpa waktu
Menyisakan detik yang berlalu..


Salam Anak Negeri
21042013

Salam pada pejuang reformasi diujung demokrasi
Yang menari dipentas teater tidak berseni..
Salam pada anak yang punya hati
Yang menyurati pemerintah dengan pesan damai
Salam pada masyarakat yang menanti janji Dari mulut mulut yang bersilat lidah dan menari..
Salam untuk keadilan yang dibungkus kekerdilan

Salam juga untuk mereka yang berjas safari
Untuk mereka yang berdasi
Untuk mereka yang berani mati
Untuk mereka yang berjanji
Salam untuk demokrasi yang dipolitisasi...

Sabtu, 04 Mei 2013

Puisi Cinta

saat mentari membingkai warna senja, saat itu kurangkai kata cinta di untaian rasa yang mesra.. 
mentari akan beranjak, membentuk sebingkai wajah nan indah. 
berhias pelangi bermandikan gerimis jingga. 
lupakan sejenak rasa 
kita bercinta 
membingkai seroja 
yang hilang sejenak menjadi mahkota 
engkau akan jadi elok saja. 
andaikan puisi jadi kata setia 
dinda engkau pejamkan sejenak mata 
lupakan sejenak derita 
mari bercanda 
mengukir warna 
jadi puisi cinta 
engkau dinda 
untaian pesona 
mari sejenak bercerita... 
tentang kisah yang terlupa 
yang tak tercatat dalam kehampaan kata. 
kita berdua untaian seroja yang diterpa mentari senja... 

sendu2012

Surat Buat Seseorang II


Goreskan pena_pena tanpa tinta.
Ukir sebuah kata cinta
liat ditengahnya ada hati kita,bersinar bagai lilin. 
Namun tak bertahan lama, ia akan mencair saat kau telah tiada.
Lalu ukirkan nama kita pada kertas lapuk tak berwarna,kuyakin kau tak akan mampu.
Kau masih butuhkan aku tepiskan sisa waktu ini
sama sepertiku yg butuhkanmu tuk mengisi lembaran-lembaran yang masìh kosong..
Perhatikan lilin yangg tanpa api
dia tidak akan berguna
perhatikan bunga yg tanpa mahkota dia tidak akan indah,
perhatikan aku yang tanpa kamu
sesal selalu menghantuiku
bagaikan perahu yg terombang ambing tanpa layar dan dayung..
Kembalilah
lengkapi penaku untuk kembali menulis kisah kita
lengkapi perahuku tuk arungi kisah kita
lembaran terakhir buku ini masih panjang
pulau harapan itu masih jauh
tapi dgn kau dan aku sebagai lilin semua akan terang
dengan engkau sbg pena buku kita akan terisi dgn cerita kenangan yg teramat indah
dengan kau sebagai layar
kita akan sampai dipulau harapan...
Mengertilah harapku
pahami keinginanku
untuk membangun mimpi2 indahku bersamamu

Jumat, 26 April 2013

Hujan


Siapakah diantara mereka yang menanti hujan?
Yang berlindung diantara tetesannya?
hujan menggores luka..
Hujan menciptakan duka..
Tapi mengapa senja selalu mengantarnya?
membawanya hingga ke ujung malam?
Ahh..
andai saja hujan dapat membasuh luka..
andai saja hujan dapat membasuh noda..
mungkin saja aku akan tetep menantinya hingga senja terakhirpun beranjak matii.
..

Kamis, 07 Maret 2013

Sajak Senja I-III Oleh : Rinaldi sinaga

Menuju Malam 
sajak senja I oleh Rinaldi Sinaga



Berlelah sejenak
Menanjak jejak
Sesak-sesak Desak
Kerak-kerak jejak
Tanah lelah berpijak
Lelahlah sejenak
Atau istirahatlah kelak..

puisi senja


Menuju malam 
Sajak senja II Oleh : Rinaldi Sinaga



Mungkin engkau lelah
Istirahatlah
Untukmu aku mencoba kalah
Istirahatlah
Untukmu aku akan mengalah
Biarlah lelah
Biar senja jadi malam
Aku,dan juga engkau lelah
Istirahatlah untuk esok kita menang.


Menuju malam 
Sajak senja III Oleh : Rinaldi sinaga



Mari berkisah
Tentang siang yg tidak jadi cerita
Tentang putih yg tak bercahaya
Atau mentari yg malu-malu
Menyambutmu juga aku
Mengapa engkau diam saja?
Mari bercerita
Tentang pagi
Juga tentang pelangi
Atau tentang hujan,tentang badai
Yang tidak lagi kita lalui...


Sabtu, 05 Januari 2013

FIKSI (sebuah puisi)

FIKSI
(6122012)

menjejakkan pena diujung kertas
melukis ujung dunia yang tak terbatas
ditepian harapan yang tak lagi luas
kubingkai wajahmu yang tak pernah tuntas
satu fiksi terangkai
menjadi untaian yang terlukis lagi
dari rambut hingga kaki
telah teruntai
menjadi alur landai
yang melambai
mengenang kisah romantis disebuah pantai
fiksi ditulis lagi
dengan air mata yang ternodai

6 Desember 2012

Catatan

catatan

tuliskan tentang ombak semalam
disana ada kisah kelam
kapal yang karam
atau seonggok kisah buram..
lukiskan juga wajah muram
yang menanti cinta datang merajam
jadi sebuah cerita kejam
pelita pun padam
sang cinderalla tinggal menyimpan dendam....

awal2013

Kamis, 13 Desember 2012

Puisi cinta Buat Dinda

Puisi buat Dinda

saat mentari membingkai warna senja, 
saat itu kurangkai kata cinta di untaian rasa yang mesra..
mentari akan beranjak, membentuk sebingkai wajah nan indah.
berhias pelangi bermandikan gerimis jingga.
lupakan sejenak rasa
kita bercinta
membingkai seroja
yang hilang sejenak menjadi mahkota
engkau akan jadi elok saja.
andaikan puisi jadi kata setia
dinda engkau pejamkan sejenak mata
lupakan sejenak derita
mari bercanda
mengukir warna
jadi puisi cinta
engkau dinda
untaian pesona
mari sejenak bercerita...
tentang kisah yang terlupa
yang tak tercatat dalam kehampaan kata.
kita berdua untaian seroja yang diterpa mentari senja...

sendu2012

Rabu, 03 Oktober 2012

cerita(puisi)

cerita


lukiskan sejenak 
tentang kisah hati berombak 
yang memendam ribuan tombak 
siap merajam menuju otak.. 
kisahkan seketika 
tentang sebuah cerita 
yang tak terukir dengan pena 
kisah merana 
merajam lama.. 

sendu2012

Sabtu, 29 September 2012

Piluku sebuah puisi


Piluku sebuah puisi

oleh Ree Nagha D'tracy


Pada ranting akasia kutitip penantianku
pada daunan gugur
kugoreskan kepedihan itu
saat burung2 menyanyi
saat pilu itu mewarnai

sebuah sendu menemani
pada tiap aliran galau yg tak bersisi
berserak debu
bersama piluku

ia menangisimu
matanya putih bagai salju
tertanam pada tiap dahan yg mati
lalu menari
girang yang tak terpatri
pada lukisan mini
saat raguku
hilang dan tak bertemu

Arah Dairi Kedepannya

                                                     Arah Kabupaten Dairi Kedepannya Sebagai penduduk Kabupaten Dairi yang sedang merantau, ...