Kamis, 07 Maret 2013

Sajak Senja I-III Oleh : Rinaldi sinaga

Menuju Malam 
sajak senja I oleh Rinaldi Sinaga



Berlelah sejenak
Menanjak jejak
Sesak-sesak Desak
Kerak-kerak jejak
Tanah lelah berpijak
Lelahlah sejenak
Atau istirahatlah kelak..

puisi senja


Menuju malam 
Sajak senja II Oleh : Rinaldi Sinaga



Mungkin engkau lelah
Istirahatlah
Untukmu aku mencoba kalah
Istirahatlah
Untukmu aku akan mengalah
Biarlah lelah
Biar senja jadi malam
Aku,dan juga engkau lelah
Istirahatlah untuk esok kita menang.


Menuju malam 
Sajak senja III Oleh : Rinaldi sinaga



Mari berkisah
Tentang siang yg tidak jadi cerita
Tentang putih yg tak bercahaya
Atau mentari yg malu-malu
Menyambutmu juga aku
Mengapa engkau diam saja?
Mari bercerita
Tentang pagi
Juga tentang pelangi
Atau tentang hujan,tentang badai
Yang tidak lagi kita lalui...


Jumat, 01 Maret 2013

Sebuah Harap di Dunia Maya Oleh : Rinaldi Sinaga



Mengenal seorang gadis disebuah Fans Page
 Sastra Facebook. Inilah awal yang gila bagiku, seorang mahasiswa fekon di UA,yang juga penulis.
Memang tidak pernah bertemu,hanya sekedar menyapa waktu Online, ataupun sekedar saling share dan menilai karya masing di note facebook.
Bagiku,itu sekedar lebih, entah dia membaca entah tidak, tapi jujur aku senang dengannya. aku bangga berkenalan dengannya..
Aku tau,ini hanyalah sekedar status yang ku share di blog, tapi dalam hati juga aku menyimpan rindu untuk dia yang tidak tau tentang rasa kagumku padanya.
jika seandainya blog ini adalah merpati pos pasti salamku itu akan sampai padanya.

Tapi jujur saja aku pun menyimpan harap yang berlebihan untuknya seoranyg gadis polos, pintar, ramah, cantik dan juga pintar.
Ya..
Andai saja salamku sebagai seorang penulis atk bernama,blogger tak terkenal dan mahasiswa biasa yang tak punya hal istimewa sepertiku.
Jujur,awalnya hanya gurau atau iseng berkenalan untuk sekedar hobby yang sama di karya sastra.

Ya,hobby yg sama tidak lebih dari itu...
Itupun aku tidak tau..

Ntah dia saat ini yang menjalani masa-masanya dengan seorang anak FT,pernah menganggap aku sebagai teman yang istimewa di dunia maya ini. Akiupun tak tau.
Tapi aku memang berharap demikian..
Aku tidak mengerti,knapa aku yang biasa bisa mengagumi yang luar biasa. memangg,aku hanya bermimpi bisa ini,bisa itu,kesana,kesitu.
hahaha,...

dream..
,make a dream...
Untuk seorang sepertiku.
Ini memang lucu,lugu,bahkan mungkin sesuatu 
yang tidak mungkin.
Tapi apa boleh buat?
Aku  telah terperangkap hobbyku sendiri.
Dan jujur..
Semuanya akan kujalani..

Sabtu, 05 Januari 2013

#SEBUAH SENJA KENANGAN (FIKSI MINI)

Kau datang padaku, dengan seonggok sesal yang seakan sudah terkumpul bertahun-tahun.
Kau melukis sesuatu dengan jarimu, menulis janji kita yang dulu. Aku terdiam, sedikit-demi sedikit kristal es dihatiku mencair.
Tapi sayangnya jiwaku sedang mengalami musim salju. Hingga tak semua mencair.
Kau menatapku, tatapmu lebih nanar dari seorang anak kecil yang kedinginan, yang terperangkap dalam musim salju jiwaku dan meminta belas kasihan.
Tapi kasihan itu sudah kusimpan jauh,tertimbun dilabirin-labirin tempat minotaurus disimpan. Nan jauh dipulau siprus sana.
Kalau kau berani ambillah..
Terakhir kau melangkah beranjak meninggalkanku, langkahmu dinaungi senja membuat sebuah siluet hitam indah. Siluet yang indah membuat mataku kabur, pandanganku terbias air mata yang mengalir.
Kulihat bayangan itu tidak sendiri lagi.
Sepasang tangan saling menggenggam dibawah senja yang semakin temaram..

FIKSI (sebuah puisi)

FIKSI
(6122012)

menjejakkan pena diujung kertas
melukis ujung dunia yang tak terbatas
ditepian harapan yang tak lagi luas
kubingkai wajahmu yang tak pernah tuntas
satu fiksi terangkai
menjadi untaian yang terlukis lagi
dari rambut hingga kaki
telah teruntai
menjadi alur landai
yang melambai
mengenang kisah romantis disebuah pantai
fiksi ditulis lagi
dengan air mata yang ternodai

6 Desember 2012

Catatan

catatan

tuliskan tentang ombak semalam
disana ada kisah kelam
kapal yang karam
atau seonggok kisah buram..
lukiskan juga wajah muram
yang menanti cinta datang merajam
jadi sebuah cerita kejam
pelita pun padam
sang cinderalla tinggal menyimpan dendam....

awal2013

HUJAN

HUJAN

engkau menyimpan hujan
dibalik kata yang kau ucap semalam
engkau menitip hujan
disurat yg kau tulis itu
hujanmu lebat
membasahi setengah kenangan
hujanmu banyak
membanjiri kota yang semalam kita jalani
kisah kita menjadi becek
kenangan kita menjadi lumpur
lalu kering tak berbekas
ketika esoknya kau kirim mentari
bersama undangan yang berseri

awal2013


                  copyright[naelstranger.blogspot.com]

MUKA

MUKA

Engkau merias mukamu
Tapi tersisa kerutan
Bersama goresan luka semalam
Berwarna buram kekuningan
Matamu nanar nemgisi muka yg tak menentu
Mukamu deskrisi pilu
Menarasikan selang waktu
Dan mulut yang kini bisu
hanya dua ruang yang selalu mendengus
Menyapa debu waktu
Untuk menyusuri ruang hidup
Yang kau sembunyikan ditopeng mukamu..


copyright[naelstranger.blogspot.com]

KUPU-KUPU

FIKSI MINI

KUPU-KUPU:


Kemarin aku memberimu kupu-kupu.
Sayangnya aku tidak bisa menitip bunga yang berwarna-warni diantara kepakan sayapnya.
Aku juga lupa menyelipkan potoku yang kemarin ku print dengan berkali-kali editan itu.
Hanya ada seuntai kenangan yang kurangkai bersama sayap kupu-kupu itu.
Namun kau tau?
Aku tak lagi banyak berharap.
Semalam..
Saat aku akan kerumahmu, kulihat kenangan yang kutitip itu berserakan di halaman depan rumahmu.
Kucoba mengutip, namun jariku membeku.
Hatiku lebih dingin dari salju..
Saat kulihat kupu-kupu yang kutitip semalam tergilas mobil mewah yang parkir didepan rumahmu ..





      copyright[http://naelstranger.blogspot.com/]

Kamis, 13 Desember 2012

Puisi cinta Buat Dinda

Puisi buat Dinda

saat mentari membingkai warna senja, 
saat itu kurangkai kata cinta di untaian rasa yang mesra..
mentari akan beranjak, membentuk sebingkai wajah nan indah.
berhias pelangi bermandikan gerimis jingga.
lupakan sejenak rasa
kita bercinta
membingkai seroja
yang hilang sejenak menjadi mahkota
engkau akan jadi elok saja.
andaikan puisi jadi kata setia
dinda engkau pejamkan sejenak mata
lupakan sejenak derita
mari bercanda
mengukir warna
jadi puisi cinta
engkau dinda
untaian pesona
mari sejenak bercerita...
tentang kisah yang terlupa
yang tak tercatat dalam kehampaan kata.
kita berdua untaian seroja yang diterpa mentari senja...

sendu2012

Beberapa Pengertian Puisi Menurut Individu


TENTANG PUISI



SASTRA PUISI DI MATA SAYA
·by Rinaldi Xinaga on Saturday, November 3, 2012 at 9:44pm 
Puisi, bagi saya, adalah hasil upaya manusia untuk menciptakan dunia kecil dan sepele dalam kata, yang bisa dimanfaatkan untuk membayangkan, memahami dan menghayati dunia yang lebih besar dan lebih dalam.” – Sapardi Djoko Damono. 

Puisi sebagai sebuah karya seni tentulah sebuah keindahan yang bisa dinikmati. Ia merekam energi semangat dari subjek dan membangkitkan emosi. Keindahan yang dapat memukau jiwa pembacanya. Sebuah keharuan.

Acep Zamzam Noor menyebutnya, puisi yang membuat bulu kuduk berdiri, disebutnya teori bulu kuduk. Perasaan tersentuh, hati bergetar. Ook Nugroho mengiaskannya sebagai virus-virus yang menularkan wabah. Lalu, apa yang membuat puisi indah?

Sementara orang bilang: puisi dapat mewakili ribuan kata, maka puisi indah hanya mewakili satu kata saja: “keren!”

Keindahan puisi tercipta dari paduan harmonis: pesan yang ingin disampaikan, permainan kata, permainan bunyi, permainan imaji, kesederhanaan dan kedalaman.

*Pesan yang ingin disampaikan* :
Puisi adalah sebuah lukisan kecil dalam bentuk kata-kata. Puisi bagus adalah puisi yang berisi sebuah pesan dan ditulis dengan bahasa yang tertata indah. Pesan bisa berupa pernyataan, kesan, atau ungkapan emosi. Puisi indah tanpa mengandung pesan, hanyalah sebuah dekorasi. Puisi berisi pesan saja tanpa mengandung keindahan hanyalah sebuah /curhat/. Puisi, menurut Pradopo, adalah karya estetis yang bermakna, yang mempunyai arti, bukan hanya sesuatu yang kosong tanpa makna.

Pesan butuh sebuah subjek. Tentang apa yang ingin anda sampaikan. Itu bisa saja berupa seorang yang kita kenal, pemandangan, atau gagasan abstrak seperti cinta dan ketuhanan. Kita menyusun pesan dengan memasukkan bagian kedua, yakni konteks, seringkali berupa latar. Konteks memberikan relevansi, keberadaan, lokasi subjek, atau minat lainnya, sehingga pesan dapat secara baik tersampaikan. Pesan adalah kombinasi dua elemen subjek dan konteks, yang menceriterakan pesan tersebut.

*Permainan Kata* : 
Sapardi Djoko Damono mengatakan bahwa seni adalah sebuah permainan, dan puisi itu sebenarnya adalah permainan yakni bermain dengan kata-kata. Inti dari permainan kata adalah diksi atau pemilihan kata, termasuk di dalamnya gaya bahasa. Diksi berfungsi, /pertama/ untuk memberikan pengungkapan yang tepat sehingga pesan dapat tersampaikan dengan baik dan benar, /kedua/untuk menemukan pengungkapan yang cocok dengan subjek dan tulisan secara keseluruhan.

Unsur utama puisi adalah kata, maka diksi berkaitan dengan bagaimana memilih kata paling tepat dan paling sesuai, karena itu penguasaan kosa kata dan maknanya sangat penting dalam menulis puisi, kekayaan akan perbendaharaan kata dan pemahaman mendalam akan maknanya membantu kita dalam membuat diksi yang unik dan khas. Menurut Rendra, penyair harus membedah makna kata hingga tulang-tulangnya. Pisau naluri yang tajam akan menghasilkan kata-kata dan makna yang tajam pula.

Kata-kata adalah segala-galanya dalam puisi, demikian ungkap Sapardi Djoko Damono. Lanjutnya, kata-kata yang berserakan di sekeliling kita dengan artinya yang umum harus menyesuaikan diri dengan pengalaman puitis kita yang khusus. Pengabdian total terhadap kata-kata yang sudah ada, tanpa usaha menundukkannya hanya akan menghasilkan puisi-puisi yang mentah dan membosankan.

Selanjutnya Agus R Sarjono memberikan resep agar puisi tidak mentah dan membosankan, yaitu dengan menghindari musuh-musuh puisi, seperti: (1) bahasanya umum, tidak unik, tidak khas; (2) bahasanya gampangan, makna kata dan kalimat tidak digali secara mendalam, tidak ada penghayatan; (3) bahasanya seperti pengumuman atau reklame, tidak ada sentuhan rasa dan estetika; (4) bahasanya klise atau sudah janda, ungkapan-ungkapan usang, kata-kata yang sudah sering digunakan bahkan sudah dicerai; (5) bahasanya menggurui, seolah segurat ayat dalam kitab suci.

Ada pun mengenai gaya bahasa, baik bahasa figuratif atau majas, MS Hutagalung mengatakan hal itu memberikan andil yang besar dalam konsentrasi dan intensifikasi puisi, membuat baris-baris puisi menjadi padat arti dan imaji, sekaligus memberi warna emosional pada imaji tersebut.

*Permainan Bunyi* :
Salah satu elemen estetika paling penting dalam puisi adalah bunyi. bunyi merupakan elemen puisi untuk menciptakan keindahan music dan kekuatan ekspresif, untuk membangkitkan suasana dan memperdalam makna. Tanpa permainan bunyi, sebuah puisi kehilangan separuh nyawanya. Goenawan Mohamad mengatakan bahwa puisi tidak cuma kata, tak cuma kalimat. Ia juga nada, bunyi, Intonasi, volume, jeda suara bahkan keheningan.

Faktor permainan bunyi atau suara – selain semiotik dan ekstrinsik – merupakan salah satu faktor yang membuat puisi tidak mungkin bisa diterjemahkan. Hanya bisa disadur. Hanya bisa ditulis ulang ke dalam gaya bahasa penerjemahnya. Walau maknanya mungkin masih utuh, namun nilai rasanya bisa jadi tak lagi menyentuh.

Permainan bunyi meliputi asonansi dan aliterasi (pengulangan bunyi dalam kata berurutan), rima (persajakan) dan irama (tinggi rendah, panjang pendek dan keras lembut pengucapan).

Keteraturan dan keselarasan dalam memainkan bunyi tersebut menghasilkan nilai estetika, yang oleh  ahli matematik bernama George David Birkhoff, dirumuskan dengan /M/= /O///C./Di mana M adalah nilai estetika yang terukur, O adalah keteraturan estetika, dan C adalah kompleksitas. Nilai estetika sebuah puisi akan terukur tinggi apabila sebuah rangkaian kalimatnya mengandung lebih banyak asonansi, aliterasi dan rima dibandingkan dengan jumlah katanya (kompleksitas).

Namun sekali lagi, untuk memaksimalkan potensi estetika puisi melalui permainan bunyi, penguasaan perbendaharaan kata dan maknanya sangatlah penting. Agar puisi tidak sekedar serangkaian bunyi-bunyian.

*Permainan Imaji* :
Perasaan-perasaan yang menyusun sendiri petualangannya, demikian Gunawan Maryanto memberi judul kumpulan puisinya. Sebuah puisi adalah imaji atau citra itu sendiri. Yang menggambarkan dirinya di alam pikiran penyairnya, dalam bentuk ilham atau lamunan. Penyair menularkan pengalamannya kepada pembaca. Pembaca yang terinveksi, diharapkan mengalami pencitraan  yang dialami penyair, agar membayangkan hal yang sama, merasakan hal yang sama, bahkan tidak menutup kemungkinan, pembaca mengalami pengalaman yang jauh berbeda. Lebih seru dan haru. Lebih manis dan dramatis.

Menulis puisi adalah merekontruksi citra tersebut ke dalam bentuk rangkaian prosa kata, dengan menggunakan kata-kata kongkret, gaya bahasa personifikasi dan metafora, juga dengan permainan bunyi. Sehingga angin terasa hembusannya, air terdengar gemericiknya, jantung terasa degupnya. Psikolog mengidentifikasikan ada tujuh citra mental – pemandangan, suara, rasa, bau, sentuhan, kesadaran tubuh dan ketegangan otot. Semua dapat dieksplorasi penyair untuk memperkuat makna dan keyakinan akan kebenaran yang diungkapkan penyairnya.

Keberhasilan membangun citra sangat berhubungan erat dengan pengalaman nyata penyairnya, baik yang terjadi di dalam kehidupannya maupun pergulatan di dalam batin dan alam pikirannya. Penyair tidak akan berhasil membangun citra sesuatu yang ia tidak terlibat di dalamnya, apakah itu keterlibatan fisik atau mental. Karena itu, Yevgeny Yevtushenko menyebut, otobiografi penyair adalah puisinya, yang lain hanya catatan kaki.

Di sisi lain, keberhasilan membangun citra akan meninggalkan kesan yang indah atau mengharukan pada diri pembacanya. Jika puisi tidak meninggalkan kesan apa-apa, bisa jadi tidak ada citra yang membekas dalam pikiran pembacanya. Lalu, ke mana sampainya pesan yang ingin disampaikan secara indah kepada pembaca?

*Kesederhanaan* :
Kesederhanaan dalam puisi juga dikenal dengan sebutan pemadatan kata, atau lebih tepatnya pemadatan nilai, yakni dalam serangkaian kata yang sederhana terkandung kedalaman makna, kandungan imaji yang menggugah pikiran dan nilai estetika yang menyentuh perasaan.

Secara teknis, kederhanaan berarti mengeliminasi semua elemen atau detail yang tidak perlu yang tidak ada kontribusinya pada semangat komposisi secara keseluruhan. Terlalu sederhana yang dapat menghilangkan efek-efek puitis juga perlu dihindari. Kita harus menjaga keselarasan dan keseimbangan dalam komposisi untuk menciptakan efek puitis.

*Kedalaman* :
Kedalaman puisi mempunyai arti apa yang tersirat lebih dalam dan luas daripada yang apa yang tersurat. Meliputi kedalaman emosi, pikiran, imaji, makna dan elemen-elemen puisi yang lainnya, yang membuat penikmat puisi tidak bisa berhenti membaca, tidak bisa berhenti merasakan, tidak bisa berhenti berpikir, walaupun puisi sudah berakhir. Seakan maknanya terus menusuk ke dalam jantung pembacanya, hanyut ke dalam alam bawah sadarnya.

Kadang-kadang penyairnya tak menyadari kedalaman dan keluasan makna dari apa yang ditulisnya sendiri. Kadang baru /ngeh/ketika pembaca mendiskusi atau mengapresiasinya. Sebab penyair, kata Bakdi Sumanto, hanya perantara saja bagi lahirnya puisi.

Untuk mencapai kedalaman, puisi tidak bisa ditulis sepintas lalu. Perlu pengendapan, lalu endapannya digali, lalu diendapkan lagi, digali lebih dalam lagi. Terus dan terus. Itu sebabnya puisi tak pernah selesai, seperti ungkapan Paul Valery, puisi tak pernah selesai, hanya ditinggalkan.

Kedalaman puisi tidak lepas dari faktor ekstrinsik seperti budaya, agama, kejiwaan, lingkungan, zaman, atau politik yang mempengaruhi secara mengakar penyairnya. Faktor ekstrinsiklah yang mengilhami dan memaknai puisi-puisi tersebut. Karena itu, seorang sufi seperti Rumi begitu fasih dan indah mengucapkan puisi-puisi ketuhanan.

Kepiawaian kita memadukan kata, bunyi, imaji dalam kesederhanaan dan kedalaman mengungkap cita rasa seni kita.  Kita dapat menentukan bagian mana yang perlu diperkuat untuk menegaskan pesan kita. Pilihan-pilihan ini bersifat unik dari satu penyair ke penyair lainnya, sangat dipengaruhi kepribadian dan kehidupan penyairnya. Menciptakan gaya penulisan khas seorang penyair. Sebuah puisi dapat dikenali siapa penyairnya dari gaya pengungkapannya. kita bisa tahu puisi indah siapa, alirannya atau gaya siapa.


*DARI BERBAGAI SUMBER LITERATUR YANG ENTAH SAYA LUPA ASAL USULNYA DARI MANA SAJA (MAAF)

Rabu, 21 November 2012

Tanpa judul

Rinaldi Xinaga
 
 
 
diamlah sejenak
kuceritakan padamu sebuah sajak
yang membingkai alur onak bahak
melontar kisah seorang anak..
diamlah sejenak
nikmati untaian napas yang mulai sesak
terkurung kertas berpetak
tiap sisinya pun telah retak..

diamlah sejenak
menikmati untaian sunyi
dan waktu yg dikorupsi
tapi tak kau coba untuk renungi

diamlah sejenak
atau jangan bangkit lagi..

Medan,Oktober 2012

Arah Dairi Kedepannya

                                                     Arah Kabupaten Dairi Kedepannya Sebagai penduduk Kabupaten Dairi yang sedang merantau, ...