Minggu, 26 April 2020
Untuk Rasa Ragu dan Putus asa
Liana
Jumat, 21 Februari 2020
Review Ringan #Parasite
Jumat, 31 Januari 2020
resign dan Tempat baru
Kamis, 09 Januari 2020
Selasa, 08 Oktober 2019
Puisi Ulang Tahun
Dulu adalah sebuah defenisi kisah asmara remaja
Tentang malu-malu menyapa
Hingga titip surat yang semua membaca
Salam radio yang semua menerima
Curi-curi waktu untuk ucapkan rindu
Dan status antara kacau dan galau
hingga waktu memisahnya.
Beberapa catatan masih tersisa
Bait-bait puisipun masih ada
Akunmu masih sama
dari postingan-mu juga, aku melihatnya
Ah, kamu makin cantik saja rasanya
Bergetar aku menatapnya
Hingga kucoba membalas dengan sepotong kalimat dan harapan yang membuat berdebar..
Selang waktu, pesanku dijawab suamimu,
I Kissed Dating Goodbye
Lalu, seorang teman mengirim link Berita ini, menjadi salah satu kekecewaan berat kedua bagiku, setelah kekecewaan pertama saat perceraian Ahok dan Veronica Tan.
Lama-lama, aku semakin tidak yakin, mempunyai seseorang menjadi tokoh panutan.
Jadi, mungkin lebih baik aku mengagumi Stephen Hawking atau Socrates atau Plato, atau sekalian aja Batman ataupun Spider-Man 樂.
Ah, sudahlah, kerohanian seseorang memang tidak bisa dibahas, biarlah menjadi urusannya dengan Tuhan.
Mungkin ada baiknya aku lebih memperbanyak diri membaca bukunya Dewi Lestari sama Dan Brown ajalah, sambil menonton film superhero Marvel vs DC dari pada membaca buku yg penulisnya tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yg ditulisnya.
Tidak usah ambil pushing dengan semua itu.
Kalkulasi Tujuan
Tidak perlu kalkulasi sempurna atau retorika yg berlebihan, cukup mengetahui tujuan.
Harus berterima kasih kepada arah mata angin dan kompas yg memberi petunjuk, juga terima kasih kepada jarak yg harus ditempuh untuk sebuah pengalaman.
Berterima kasih atas perjalanan yg indah dan penuh liku-liku pada tujuan, tanjakan dan turunan, tantangan, godaan dan rintangan yg membuat kita bisa utk mengambil keputusan. Untuk motivasi yang kadang hanya jadi ungkapan keindahan, atau kutipan lain yg hanya jadi catatan.
-Catatan untuk tahun ke - 3 di Bumi Kalimantan
Wisata Halal Danau Toba
Daerah ini terkenal dengan sebagai Kota Industri Dan tambangnya, juga disokong hiburan Malam dan wisata, mereka saling menghormati disana, tidak muncul issue sensitive tentang Agama Mayoritas atau penduduk pendatang atau apapun itu, yang mereka tuntut hanyalah mereka bisa turut bekerja membangun daerahnya dengan bisa bekerja di Perusahaan-perusahaan yang berkembang disana.
Oh ya, Satu lagi, meskipun daerah ini terkenal dengan Industrinya, Pantainya tetap terawat lho, Pantai dan pulau-pulau kecil semua ditumbuhi Hutan bakau yang hijau.
Air launya biru dan Nelayannya banyak disana, tidak Ada sampah-sampah Plastik yang mengambang dipermukaan Air, Aku yakin mereka juga tidak membuang sampah sembarangan ke Sungai dan ke Laut. Tidak ada juga spanduk-spanduk yg mengatasnamakan diri pecinta lingkungan, tetapi tidak pernah perduli lingkungannya, sepanjang pengamatanku, Daerah ini harmonis dan yang Paling penting, aku yakin juga penduduknya bukanlah penduduk yang mudah tersulut emosi dengan issue tak masuk akal dan ikut menyebarkan hoax yang kadang mereka sendiri mungkin belum memahami apa sebenarnya maksutnya.
Ah, kadang daerah seperti inilah yang kuinginkan juga dikampung halamanku, keadaan seperti inilah yang ingin kudengar dari tepian Danau Toba untuk melengkapinya sebagai kepingan surga.
Sabtu, 02 Maret 2019
Minggu, 09 Desember 2018
Hari Ini dan Nanti
Hari ini dan Nanti
Kawan, perjalanan kadang tanpa ujung.
Kamu taukah, aku pernah menelusuri jalanan dan semakin jauh, semakin banyak waktu yg kuhabiskan, ada jalanan yg luas dan lebar, jalanan berbatu, jalanan tanah merah, jalanan kecil dan sempit, dan lainnya. Tapi semuanya saling sambung menyambung.
Kawan, tau jugakah kamu?
Aku menulis hari in disini karena aku juga sedang kacau, ya, Hari ini dan hari-hari sebelumnya aku kacau, aku sadar bahwa semuanya sia-sia, kamu pahamkan usaha akan bernila 0 tanpa perpindahan 🤔
Hahaha, hari ini dan Hari kemarin tidak ada perpindahan, tapi nanti dan hari esok banyak cerita yg masih bisa tercipta.
Kamu Tau kawan, aku pernah jatuh cinta dan menulis Surat dan cerita meskipun aku merasa semua kadang sia-sia.
Seperti mereka yg pernah berkata, saat semuanya bermula biasa saja, diawali dengan Sapa, cerita dan kata-kata hingga Ada rasa malu-malu dan rindu. Akan berjalan lancar jika keduanya merasakan yg Sama dan sia-sia jika hanya satu saja.
Lalu apakah yg Mau dikata jika kamu diposisi yg Sama?
Mungkin kamu bisa berencana utk berpaling dan cari lagi yg berbeda, tapi semua tidak semudah itu karena rasa itu kadang memang tidak Sama.
Hanya Ada kalanya seiring waktu semua akan berbeda, perlahan waktu akan memudar dan membuatmu lupa semuanya meskipun kadang tersadar rasa itu tetap tersimpan saat melihatnya lagi (tambah cantik dan memesona).
Tapi kawan, semuanya harus berbeda (ini memotivasi diri sendiri) Hari ini adalah Hari ini, nanti adalah nanti dan esok hari masih banyak yg harus disiapkan lagi.
Cara terbaik untuk mengobati patah hati adalah dengan menjadi lebih baik lagi, belajar lagi untuk jadi diri sendiri dengan maksimal.
Kawan, tidak Ada orang yg bisa menghargai kalau Kita tidak menghargai diri sendiri.
Kawan, patah hati adalah motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.
Hari ini, kita patah hati
Nanti esok hari tidak ada yg perlu diingat lagi meskipun luka itu masih menganga dan ngilu terasa.
Ya, kawan, kita harus berjalan kedepan, tidak Ada Hal yg Baru jika Kita berjalan mundur.
Kawan, catatanku ini bukan tentang cinta saja.
Aku sedang belajar menghargai diri sendiri dan waktu.
Aku sedang belajar membangun kembali kepercayaan diriku.
Membangun kembali semuanya, memaksimalkan energy potential yg aku punya.
Kawan, motivasi terbaik adalah diri Kita.
Tetapi meskipun begitu, diatas semuanya serahkanlah segala sesuatu kepada Dia Yang Punya Kita.
Ngomong-ngomong, kalau seandainya dia menyapa, mungkin semuanya bisa berubah begitu saja 😅
Semuanya bisa kembali seperti semula!
Ya, begitulah kawan!
Arah Dairi Kedepannya
Arah Kabupaten Dairi Kedepannya Sebagai penduduk Kabupaten Dairi yang sedang merantau, ...
-
Tirai kenangan (saat senja beranjak meninggalkan luka) ...
-
Kita pernah melalui ini,jalan setapak yang dengan angin sepoi dan kau selalu bertanya saat kita melalui jalan yang sama. “Mengapa kita t...