Jumat, 21 Februari 2020
Review Ringan #Parasite
Jumat, 31 Januari 2020
resign dan Tempat baru
Kamis, 09 Januari 2020
Selasa, 08 Oktober 2019
Puisi Ulang Tahun
Dulu adalah sebuah defenisi kisah asmara remaja
Tentang malu-malu menyapa
Hingga titip surat yang semua membaca
Salam radio yang semua menerima
Curi-curi waktu untuk ucapkan rindu
Dan status antara kacau dan galau
hingga waktu memisahnya.
Beberapa catatan masih tersisa
Bait-bait puisipun masih ada
Akunmu masih sama
dari postingan-mu juga, aku melihatnya
Ah, kamu makin cantik saja rasanya
Bergetar aku menatapnya
Hingga kucoba membalas dengan sepotong kalimat dan harapan yang membuat berdebar..
Selang waktu, pesanku dijawab suamimu,
I Kissed Dating Goodbye
Lalu, seorang teman mengirim link Berita ini, menjadi salah satu kekecewaan berat kedua bagiku, setelah kekecewaan pertama saat perceraian Ahok dan Veronica Tan.
Lama-lama, aku semakin tidak yakin, mempunyai seseorang menjadi tokoh panutan.
Jadi, mungkin lebih baik aku mengagumi Stephen Hawking atau Socrates atau Plato, atau sekalian aja Batman ataupun Spider-Man 樂.
Ah, sudahlah, kerohanian seseorang memang tidak bisa dibahas, biarlah menjadi urusannya dengan Tuhan.
Mungkin ada baiknya aku lebih memperbanyak diri membaca bukunya Dewi Lestari sama Dan Brown ajalah, sambil menonton film superhero Marvel vs DC dari pada membaca buku yg penulisnya tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yg ditulisnya.
Tidak usah ambil pushing dengan semua itu.
Kalkulasi Tujuan
Tidak perlu kalkulasi sempurna atau retorika yg berlebihan, cukup mengetahui tujuan.
Harus berterima kasih kepada arah mata angin dan kompas yg memberi petunjuk, juga terima kasih kepada jarak yg harus ditempuh untuk sebuah pengalaman.
Berterima kasih atas perjalanan yg indah dan penuh liku-liku pada tujuan, tanjakan dan turunan, tantangan, godaan dan rintangan yg membuat kita bisa utk mengambil keputusan. Untuk motivasi yang kadang hanya jadi ungkapan keindahan, atau kutipan lain yg hanya jadi catatan.
-Catatan untuk tahun ke - 3 di Bumi Kalimantan
Wisata Halal Danau Toba
Daerah ini terkenal dengan sebagai Kota Industri Dan tambangnya, juga disokong hiburan Malam dan wisata, mereka saling menghormati disana, tidak muncul issue sensitive tentang Agama Mayoritas atau penduduk pendatang atau apapun itu, yang mereka tuntut hanyalah mereka bisa turut bekerja membangun daerahnya dengan bisa bekerja di Perusahaan-perusahaan yang berkembang disana.
Oh ya, Satu lagi, meskipun daerah ini terkenal dengan Industrinya, Pantainya tetap terawat lho, Pantai dan pulau-pulau kecil semua ditumbuhi Hutan bakau yang hijau.
Air launya biru dan Nelayannya banyak disana, tidak Ada sampah-sampah Plastik yang mengambang dipermukaan Air, Aku yakin mereka juga tidak membuang sampah sembarangan ke Sungai dan ke Laut. Tidak ada juga spanduk-spanduk yg mengatasnamakan diri pecinta lingkungan, tetapi tidak pernah perduli lingkungannya, sepanjang pengamatanku, Daerah ini harmonis dan yang Paling penting, aku yakin juga penduduknya bukanlah penduduk yang mudah tersulut emosi dengan issue tak masuk akal dan ikut menyebarkan hoax yang kadang mereka sendiri mungkin belum memahami apa sebenarnya maksutnya.
Ah, kadang daerah seperti inilah yang kuinginkan juga dikampung halamanku, keadaan seperti inilah yang ingin kudengar dari tepian Danau Toba untuk melengkapinya sebagai kepingan surga.
Sabtu, 02 Maret 2019
Minggu, 09 Desember 2018
Hari Ini dan Nanti
Hari ini dan Nanti
Kawan, perjalanan kadang tanpa ujung.
Kamu taukah, aku pernah menelusuri jalanan dan semakin jauh, semakin banyak waktu yg kuhabiskan, ada jalanan yg luas dan lebar, jalanan berbatu, jalanan tanah merah, jalanan kecil dan sempit, dan lainnya. Tapi semuanya saling sambung menyambung.
Kawan, tau jugakah kamu?
Aku menulis hari in disini karena aku juga sedang kacau, ya, Hari ini dan hari-hari sebelumnya aku kacau, aku sadar bahwa semuanya sia-sia, kamu pahamkan usaha akan bernila 0 tanpa perpindahan 🤔
Hahaha, hari ini dan Hari kemarin tidak ada perpindahan, tapi nanti dan hari esok banyak cerita yg masih bisa tercipta.
Kamu Tau kawan, aku pernah jatuh cinta dan menulis Surat dan cerita meskipun aku merasa semua kadang sia-sia.
Seperti mereka yg pernah berkata, saat semuanya bermula biasa saja, diawali dengan Sapa, cerita dan kata-kata hingga Ada rasa malu-malu dan rindu. Akan berjalan lancar jika keduanya merasakan yg Sama dan sia-sia jika hanya satu saja.
Lalu apakah yg Mau dikata jika kamu diposisi yg Sama?
Mungkin kamu bisa berencana utk berpaling dan cari lagi yg berbeda, tapi semua tidak semudah itu karena rasa itu kadang memang tidak Sama.
Hanya Ada kalanya seiring waktu semua akan berbeda, perlahan waktu akan memudar dan membuatmu lupa semuanya meskipun kadang tersadar rasa itu tetap tersimpan saat melihatnya lagi (tambah cantik dan memesona).
Tapi kawan, semuanya harus berbeda (ini memotivasi diri sendiri) Hari ini adalah Hari ini, nanti adalah nanti dan esok hari masih banyak yg harus disiapkan lagi.
Cara terbaik untuk mengobati patah hati adalah dengan menjadi lebih baik lagi, belajar lagi untuk jadi diri sendiri dengan maksimal.
Kawan, tidak Ada orang yg bisa menghargai kalau Kita tidak menghargai diri sendiri.
Kawan, patah hati adalah motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.
Hari ini, kita patah hati
Nanti esok hari tidak ada yg perlu diingat lagi meskipun luka itu masih menganga dan ngilu terasa.
Ya, kawan, kita harus berjalan kedepan, tidak Ada Hal yg Baru jika Kita berjalan mundur.
Kawan, catatanku ini bukan tentang cinta saja.
Aku sedang belajar menghargai diri sendiri dan waktu.
Aku sedang belajar membangun kembali kepercayaan diriku.
Membangun kembali semuanya, memaksimalkan energy potential yg aku punya.
Kawan, motivasi terbaik adalah diri Kita.
Tetapi meskipun begitu, diatas semuanya serahkanlah segala sesuatu kepada Dia Yang Punya Kita.
Ngomong-ngomong, kalau seandainya dia menyapa, mungkin semuanya bisa berubah begitu saja 😅
Semuanya bisa kembali seperti semula!
Ya, begitulah kawan!
Minggu, 18 November 2018
Cerita November
Setelah sekian lama tidak pernah jumpa, sore in aku memutuskan menemuinya, untung saja dia bersedia.
Dia masih sama, Liana, Gadis cerdas berotak Wikipedia itu duduk manis dipinggiran Sungai di Kota M sambil membaca sebuah buku tebal, tidak kuperhatikan judulnya.
Aku duduk disampingnya, ingin memulai percakapan, tapi bingung diawali dari mana, untung saja dia paham apa yg kupikirkan.
Dia berhenti memandangi lembaran buku, menatapku dan tersenyum memamerkan lesung pipinya, dia tambah manis saja semenjak aku pertama mengenalnya.
"Nal, kamu taukah kamu bahwa semua berbentuk pola.."
"Ya, ya, kamu sudah pernah mengatakannya..."
"Polamu sama, kamu sedang kacau saat ini, kamu hanya perlu memperbaikinya.."
"Tapi, bukan itu yg mau kuceritakan padamu.."
"Lalu? Bukankah aku selalu Tau apa yg ada dalam pikiranmu? Karena aku juga lahir dalam pikiranmu.."
"Tapi setidaknya kamu mendengarkan dulu apa yg mau kusampaikan!"
"Ya, kamu memang selalu begitu, memaksakan orang mendengar pemikiran pribadimu, untuk keuntungan pribadi dan kepentinganmu saja, coba lihat, banyak hal yg bisa kamu lakukan saat ini, banyak yg menginginkan apa yg kamu punya, apa yg kamu capai, bahkan, Nal, tidak semua orang bisa sepertimu, tapi kerjaanmu mengeluh terus, inilah, itulah!!"
"Ya, tapi nyatanya seperti itu!!"
"Seperti itu? Sebenarnya aku tahu alasannya!!"
"Ah, kamu sok tau!!"
"Ya, aku tahu kamu kacau!"
"Dan kamu tidak memberi solusi atas kekacauanku!!"
"Ya, karena aku ada dalam pikiranmu dan kamu pasti hanya mempertimbangkan solusiku!"
"Iya, aku hanya mempertimbangkan solusi darimu, kenapa? Karena kamu adalah tokoh cerita yg selalu sok romantis dalam alur ceritaku!"
"Itukan idemu sendiri!!"
"Iya ideku, dan, sebenarnya, selain harus membaca Wikipedia, aku ingin juga kami sesekali menonton TED talks atau TEDed mungkin agar kamu bisa kearah yg lebih ilmiah!"
"Dan kamu juga seharusnya harus banyak membaca dan menonton pengembangan diri dan sesekali mencoba cara untuk mendekati Gadis, jangan hanya kencan dalam imajinasi dan cerita!!"
"Ah, sebenarnya bukan itu tujuanku mengajakmu jumpa disini!"
"Lalu? Kamu mau mohon ijin lagi menggunakan namaku sebagai tokoh Cerpenmu? Bukankah kamu sudah punya nama cantik utk tokoh Cerpenmu? Nama dgn awalan huruf *?"
"Ya, ya, tapi bukan itu juga!!"
"Lalu apa?"
"Aku sedang jatuh cinta dan..?"
"Dan apalagi?"
"Dan patah hati!!!!"
"Itu sudah terjadi padamu dari bertahun-tahun lalu dan parahnya tetap kepada orang yg sama, hahahah!!"
"Ah, sudahlah, pertemuan kita Kali ini harus berakhir perdebatan, tidak ada senja, tidak Ada gerimis ataupun lampu-lampu temaram yg sok romantis, aku harus kembali, besok masih harus kerja, oya, ngomong-ngomong, kamu tambah cantik!"
"Sampaikan itu padanya kalau kalian jumpa!"
"Kusampaikan nanti kalau aku berani dan kalau dia mau diajak jumpa.."
"Sekacau itukah?"
"Ya, sekacau itu dan untuk lain waktu aku masih ingin bercerita.."
Lalu aku pulang, menghitung waktu di November yg terus berlalu.
- November 2018
Sabtu, 15 September 2018
Jalan Setapak yang lama Tak dilalui
Jalan Setapak yang lama Tak dilalui
Jadi, sekian lama aku disini, hampir setiap Sabtu sore aku rajin jalan kaki keliling2 hutan Konservasi ditengah kebun, cukup luas hampir sekitar 20 Ha, banyak pohon-pohon khas disana seperti Ulin, Meranti dan Kahoi dibeberapa kayu besar diberi nama latinnya. Selain itu, juga ada hewan-hewan seperti Beruk, monyet bahkan banyak juga satwa yang dilindungi.
Saya senang keliling disana saat sore Hari karena ada jalan setapak melintasi tengah Konservasi, ada juga Sungai kecil berair jernih dan genangan berbentuk kolam seluas 25m2 dan Saya sering duduk didekat itu, banyak iakan-ikan kecil berkeliaran dan dari jejak yang Ada disekitarnya aku tahu, banyak juga orang yg datang untuk memancing disana.
Berjalan lebih kedalam lagi menyusuri jalan setapak, akan jumpa tanjakan yg cukup terjal, lalu padang ilalang dan bukit Batu, dan diatas bukit batu itu sangat indah untuk memandang menikmati sore, nun jauh nampak jalanan aspal Menuju kotabangun dan perumahan kebun yg tertata rapi, juga gradasi matahari yg menurutku cocok untuk menulis sebait Dua bait puisi atau sepenggal cerpen, setiap kesana aku sering menghabiskan waktuku untuk menghabiskan sore sampai matahari benar-benar terbenam!
Jadi setelah berbulan-bulan dan sering pulang malam, aku tidak pernah lagi kesana.
Sore tadi, sehabis tidur siang, sekitar pukul empat, kupakai sepatu, menggunakan kaos Oblong dan celana pendek, aku berjalan menelusuri jalan kebun Menuju ke Hutan Konservasi itu, awalnya biasa saja, tapi ternyata air jernih yg mengalir itu ternyata kering, dan kolam dengan ikan-ikannya itu juga mengering, tersisa tanah berlumpur.
Lalu aku berjalan terus dan menyadari jalanan setapak yg biasa kulalui rumputnya sudah tinggi-tinggi bahkan aku lupa arah jalan Mana yg biasa kulalui, semak dimana-mana, ilalang juga semakin banyak, untung saja dari jauh masih terlihat bukit Batu yg biasa kukunjungi, jadi tanpa memperhatikan jalan yg biasa kulalui, kutembus saja semak-semak itu samapi kulit kaki dan tanganku gatal-gatal tergores ilalang, aku tidak peduli karena nekat bercampur takut juga, sebab disini katanya banyak juga ular, hahaha
Sampai bukit batu, aku baru ingat ternyata jalan Naik dari ujung sebelah dan banyak kayu-kayu yg tumbuh mengelilinginya, malas kearah itu, kuputuskan memanjat saja, toh tingginya hanya sekitar tiga meteran saja dan tidak terlalu terjal.
Tapi ternyata sial juga, kakiku tergelincir dan aku terjatuh, lututku lecet-lecet, kupaksakan juga sampai akhirnya aku sampai diatas bukit batu itu.
Sampai diatas, ternyata matahari sudah hampir terbenam seluruhnya, aku baru sadar ternyata hampir dua jam aku melewati jalanan yg biasanya kutempuh sekitar 45 menit saja!
Duduk sebentar untuk beristirahat, lalu aku memutuskan untuk langsung pulang saja, kalau sempat matahari benar-benar tenggelam, bisa-bisa aku tidak pulang karena jalan sudah tidak kelihatan dan jalan setapak juga sudah ditumbuhi semak belukar, belum lagi kakiku yg masih terasa sakit dan ngilu, ah, lappetlah memang.
Rencana manikmati sore saja, tapi yg kutemukan tidak lagi seperti yg kuinginkan.
Ah, memang benarlah ungkapan yg berkata bahwa jalan setapak yang lama tidak dilalui akan hilang.
Aku sadar bahwa ungkapan ini berlaku untuk beberapa kemungkinan, bahkan kawan Kita saja yg lama tidak menjalin komunikasi akan hilang begitu saja dan Kita akan susah payah untuk menjalin kembali sebuah keakraban.
Dan, ah,
Semoga saja seseorang disana tidak hilang dan melupakanku meskipun sudah lama kami tidak saling berkomunikasi dan saling menyapa!
Semoga saja 😂
-15 September 2018
Arah Dairi Kedepannya
Arah Kabupaten Dairi Kedepannya Sebagai penduduk Kabupaten Dairi yang sedang merantau, ...