Minggu, 09 Desember 2018

Hari Ini dan Nanti

Hari ini dan Nanti

Kawan, perjalanan kadang tanpa ujung.
Kamu taukah, aku pernah menelusuri jalanan dan semakin jauh, semakin banyak waktu yg kuhabiskan, ada jalanan yg luas dan lebar, jalanan berbatu, jalanan tanah merah, jalanan kecil dan sempit, dan lainnya. Tapi semuanya saling sambung menyambung.
Kawan, tau jugakah kamu?
Aku menulis hari in disini karena aku juga sedang kacau, ya, Hari ini dan hari-hari sebelumnya aku kacau, aku sadar bahwa semuanya sia-sia, kamu pahamkan usaha akan bernila 0 tanpa perpindahan 🤔
Hahaha, hari ini dan Hari kemarin tidak ada perpindahan, tapi nanti dan hari esok banyak cerita yg masih bisa tercipta.
Kamu Tau kawan, aku pernah jatuh cinta dan menulis Surat dan cerita meskipun aku merasa semua kadang sia-sia.
Seperti mereka yg pernah berkata, saat semuanya bermula biasa saja, diawali dengan Sapa, cerita dan kata-kata hingga Ada rasa malu-malu dan rindu. Akan berjalan lancar jika keduanya merasakan yg Sama dan sia-sia jika hanya satu saja.
Lalu apakah yg Mau dikata jika kamu diposisi yg Sama?
Mungkin kamu bisa berencana utk berpaling dan cari lagi yg berbeda, tapi semua tidak semudah itu karena rasa itu kadang memang tidak Sama.
Hanya Ada kalanya seiring waktu semua akan berbeda, perlahan waktu akan memudar dan membuatmu lupa semuanya meskipun kadang tersadar rasa itu tetap tersimpan saat melihatnya lagi (tambah cantik dan memesona).
Tapi kawan, semuanya harus berbeda (ini memotivasi diri sendiri) Hari ini adalah Hari ini, nanti adalah nanti dan esok hari masih banyak yg harus disiapkan lagi.
Cara terbaik untuk mengobati patah hati adalah dengan menjadi lebih baik lagi, belajar lagi untuk jadi diri sendiri dengan maksimal.
Kawan, tidak Ada orang yg bisa menghargai kalau Kita tidak menghargai diri sendiri.
Kawan, patah hati adalah motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.
Hari ini, kita patah hati
Nanti esok hari tidak ada yg perlu diingat lagi meskipun luka itu masih menganga dan ngilu terasa.
Ya, kawan, kita harus berjalan kedepan, tidak Ada Hal yg Baru jika Kita berjalan mundur.
Kawan, catatanku ini bukan tentang cinta saja.
Aku sedang belajar menghargai diri sendiri dan waktu.
Aku sedang belajar membangun kembali kepercayaan diriku.
Membangun kembali semuanya, memaksimalkan energy potential yg aku punya.
Kawan, motivasi terbaik  adalah diri Kita.
Tetapi meskipun begitu, diatas semuanya serahkanlah segala sesuatu kepada Dia Yang Punya Kita.

Ngomong-ngomong, kalau seandainya dia menyapa, mungkin semuanya bisa berubah begitu saja 😅
Semuanya bisa kembali seperti semula!
Ya, begitulah kawan!

Minggu, 18 November 2018

Cerita November

Setelah sekian lama tidak pernah jumpa, sore in aku memutuskan menemuinya, untung saja dia bersedia.
Dia masih sama, Liana, Gadis cerdas berotak Wikipedia itu duduk manis dipinggiran Sungai di Kota M sambil membaca sebuah buku tebal, tidak kuperhatikan judulnya.
Aku duduk disampingnya, ingin memulai percakapan, tapi bingung diawali dari mana, untung saja dia paham apa yg kupikirkan.
Dia berhenti memandangi lembaran buku, menatapku dan tersenyum memamerkan lesung pipinya, dia tambah manis saja semenjak aku pertama mengenalnya.
"Nal, kamu taukah kamu bahwa semua berbentuk pola.."
"Ya, ya, kamu sudah pernah mengatakannya..."
"Polamu sama, kamu sedang kacau saat ini, kamu hanya perlu memperbaikinya.."
"Tapi, bukan itu yg mau kuceritakan padamu.."
"Lalu? Bukankah aku selalu Tau apa yg ada dalam pikiranmu? Karena aku juga lahir dalam pikiranmu.."
"Tapi setidaknya kamu mendengarkan dulu apa yg mau kusampaikan!"
"Ya, kamu memang selalu begitu, memaksakan orang mendengar pemikiran pribadimu, untuk keuntungan pribadi dan kepentinganmu saja, coba lihat, banyak hal yg bisa kamu lakukan saat ini, banyak yg menginginkan apa yg kamu punya, apa yg kamu capai, bahkan, Nal, tidak semua orang bisa sepertimu, tapi kerjaanmu mengeluh terus, inilah, itulah!!"
"Ya, tapi nyatanya seperti itu!!"
"Seperti itu? Sebenarnya aku tahu alasannya!!"
"Ah, kamu sok tau!!"
"Ya, aku tahu kamu kacau!"
"Dan kamu tidak memberi solusi atas kekacauanku!!"
"Ya, karena aku ada dalam pikiranmu dan kamu pasti hanya mempertimbangkan solusiku!"
"Iya, aku hanya mempertimbangkan solusi darimu, kenapa? Karena kamu adalah tokoh cerita yg selalu sok romantis dalam alur ceritaku!"
"Itukan idemu sendiri!!"
"Iya ideku, dan, sebenarnya, selain harus membaca Wikipedia, aku ingin juga kami sesekali menonton TED talks atau TEDed mungkin agar kamu bisa kearah yg lebih ilmiah!"
"Dan kamu juga seharusnya harus banyak membaca dan menonton pengembangan diri dan sesekali mencoba cara untuk mendekati Gadis, jangan hanya kencan dalam imajinasi dan cerita!!"
"Ah, sebenarnya bukan itu tujuanku mengajakmu jumpa disini!"
"Lalu? Kamu mau mohon ijin lagi menggunakan namaku sebagai tokoh Cerpenmu? Bukankah kamu sudah punya nama cantik utk tokoh Cerpenmu? Nama dgn awalan huruf *?"
"Ya, ya, tapi bukan itu juga!!"
"Lalu apa?"
"Aku sedang jatuh cinta dan..?"
"Dan apalagi?"
"Dan patah hati!!!!"
"Itu sudah terjadi padamu dari bertahun-tahun lalu dan parahnya tetap kepada orang yg sama, hahahah!!"
"Ah, sudahlah, pertemuan kita Kali ini harus berakhir perdebatan, tidak ada senja, tidak Ada gerimis ataupun lampu-lampu temaram yg sok romantis, aku harus kembali, besok masih harus kerja, oya, ngomong-ngomong, kamu tambah cantik!"
"Sampaikan itu padanya kalau kalian jumpa!"
"Kusampaikan nanti kalau aku berani dan kalau dia mau diajak jumpa.."
"Sekacau itukah?"
"Ya, sekacau itu dan untuk lain waktu aku masih ingin bercerita.."
Lalu aku pulang, menghitung waktu di November yg terus berlalu.
- November 2018

Sabtu, 15 September 2018

Jalan Setapak yang lama Tak dilalui

Jalan Setapak yang lama Tak dilalui

Jadi, sekian lama aku disini, hampir setiap Sabtu sore aku rajin jalan kaki keliling2 hutan Konservasi ditengah kebun, cukup luas hampir sekitar 20 Ha, banyak pohon-pohon khas disana seperti Ulin, Meranti dan Kahoi dibeberapa kayu besar diberi nama latinnya. Selain itu, juga ada hewan-hewan seperti Beruk, monyet bahkan banyak juga satwa yang dilindungi.
Saya senang keliling disana saat sore Hari karena ada jalan setapak melintasi tengah Konservasi, ada juga Sungai kecil berair jernih dan genangan berbentuk kolam seluas 25m2 dan Saya sering duduk didekat itu, banyak iakan-ikan kecil berkeliaran dan dari jejak yang Ada disekitarnya aku tahu, banyak juga orang yg datang untuk memancing disana.
Berjalan lebih kedalam lagi menyusuri jalan setapak, akan jumpa tanjakan yg cukup terjal, lalu padang ilalang dan bukit Batu, dan diatas bukit batu itu sangat indah untuk memandang menikmati sore, nun jauh nampak jalanan aspal Menuju kotabangun dan perumahan kebun yg tertata rapi, juga gradasi matahari yg menurutku cocok untuk menulis sebait Dua bait puisi atau sepenggal cerpen, setiap kesana aku sering menghabiskan waktuku untuk menghabiskan sore sampai matahari benar-benar terbenam!
Jadi setelah berbulan-bulan dan sering pulang malam, aku tidak pernah lagi kesana.
Sore tadi, sehabis tidur siang, sekitar pukul empat, kupakai sepatu, menggunakan kaos Oblong dan celana pendek, aku berjalan menelusuri jalan kebun Menuju ke Hutan Konservasi itu, awalnya biasa saja, tapi ternyata air jernih yg mengalir itu ternyata kering, dan kolam dengan ikan-ikannya itu juga mengering, tersisa tanah berlumpur.
Lalu aku berjalan terus dan menyadari jalanan setapak yg biasa kulalui rumputnya sudah tinggi-tinggi bahkan aku lupa arah jalan Mana yg biasa kulalui, semak dimana-mana, ilalang juga semakin banyak, untung saja dari jauh masih terlihat bukit Batu yg biasa kukunjungi, jadi tanpa memperhatikan jalan yg biasa kulalui, kutembus saja semak-semak itu samapi kulit kaki dan tanganku gatal-gatal tergores ilalang, aku tidak peduli karena nekat bercampur takut juga, sebab disini katanya banyak juga ular, hahaha
Sampai bukit batu, aku baru ingat ternyata jalan Naik dari ujung sebelah dan banyak kayu-kayu yg tumbuh mengelilinginya, malas kearah itu, kuputuskan memanjat saja, toh tingginya hanya sekitar tiga meteran saja dan tidak terlalu terjal.
Tapi ternyata sial juga, kakiku tergelincir dan aku terjatuh, lututku lecet-lecet, kupaksakan juga sampai akhirnya aku sampai diatas bukit batu itu.
Sampai diatas, ternyata matahari sudah hampir terbenam seluruhnya, aku baru sadar ternyata hampir dua jam aku melewati jalanan yg biasanya kutempuh sekitar 45 menit saja!
Duduk sebentar untuk beristirahat, lalu aku memutuskan untuk langsung pulang saja, kalau sempat matahari benar-benar tenggelam, bisa-bisa aku tidak pulang karena jalan sudah tidak kelihatan dan jalan setapak juga sudah ditumbuhi semak belukar, belum lagi kakiku yg masih terasa sakit dan ngilu, ah, lappetlah memang.
Rencana manikmati sore saja, tapi yg kutemukan tidak lagi seperti yg kuinginkan.
Ah, memang benarlah ungkapan yg berkata bahwa jalan setapak yang lama tidak dilalui akan hilang.
Aku sadar bahwa ungkapan ini berlaku untuk beberapa kemungkinan, bahkan kawan Kita saja yg lama tidak menjalin komunikasi akan hilang begitu saja dan Kita akan susah payah untuk menjalin kembali sebuah keakraban.
Dan, ah,
Semoga saja seseorang disana tidak hilang dan melupakanku meskipun sudah lama kami tidak saling berkomunikasi dan saling menyapa!
Semoga saja 😂
-15 September 2018

Sabtu, 08 September 2018

Bengkel Sidikalang

Bengkel Sidikalang

Kampungku memang bukan asli Sidikalang, tapi jika dalam perkenalan dan jumpa kawan, jelas kami semua orang Kabupaten Dairi berkata, "Dari Sidikalang.."
Bukan rahasia umum itu, kalau angkutan special bagi kami adalah Sampr*, Datr*, P*S, B*N dan akhir ini ada yg baru, R*ja Napogos, meskipun ke kampung halamanku hanya Ada Sampr* (aku juga Ada cerita menarik ttg S*mpri) dan P*S.
Kawan, jika kita yg di Sumut dan beberapa tempat mengenal Sidikalang dengan alamnya yg Segar dan dingin, Taman Wisata Iman yg mencerminkan Toleransi beragama, Gadis-Gadis yg cantik*), dan lainnya. Tetapi tetap yg istimewa adalah Kopinya, kopi yg aromannya bisa sampai kemana-mana, kopi yg kalau dinikmati dipagi hari akan memberikan energi isrimewa dan kalau dinikmati disore Hari sambil menikmati matahari terbenam memunculkan banyak inspirasi 😎
Ya, tapi diatas semua itu, ada satu hal yg baru kutemui dan sadar, ternyata ada satu hal yg membuat Sidikalang itu istimewa kawan,
Bengkel Sidikalang yg ternyata terkenal jauh keseluruh Nusantara 😂
Seberapa istimewanyakah?
Tidak ada di Google, tidak ada dibuku, tidak ada bukti autentik yg mencatatkan betapa istimewanya Bengkel Sidikalang itu.
Tapi aku yakin, kawan-kawan yg mengenalkan diri sebagai orang Sidikalang hatinya berbekas dengan yg namanya Bengkel Sidikalang.
Jadi begini ceritanya,
Ada Orang perantau di Sidikalang dan menetap di Sidikalang, dan suatu hari Motornya rusak, lalu dia membawa Motornya itu ke sebuah Bengkel bernama "Bengkel Sidikalang" melayani ketok Magic, Las, Bengkel, Ganti Oli dll.
Tukang Bengkel ini memeriksa Motor tsb dan menyatakan bahwa Mesinnya harus dibongkar dan biayanya sekian, mereka sepakat.
Setelah dibongkar dan diperbaiki, lalu dipaeang kembali, Situkang Bengkel dan pemilik Motor heran, ada satu baut dan satu mur yg tersisa, tapi rasanya semua sudah dipasang tadi, tapi Tak mau ambil pusing, mereka menyalakan motor dan beroperasi normal. Biaya Bengkel dibayar, lalu pemilik motor pulang.
Selang beberapa minggu kemudian, ternyata motor itu rusak lagi, dan pemilik motor kembali membawa kebengkel yg sama, Motor kembali dibongkar Mesinnya dan diperbaiki, ketika memasang ulang, kembali ada baut yg tersisa, entah dari mana, rasanya semua baut sudah terpasang, Motor dihidupkan dan beroperasi normal.
Lalu beberapa minggu kemudian, Motor rusak lagi, merasa sudah berlangganan di Bengkel Sidikalang, pemilik motor kembali membawanya kesana, diperbaiki dan ketika dipasang berfungsi sebagai Mana mestinya, tetapi lagi tersisa baut yg entah dari mana 😁
Lalu Motornya lama tidak rusak, ketika rusak lagi dia mengunjungi Bengkel Sidikalang tsb dan ternyata sedang tutup, dia lalu membawa Motornya kebengkel yg cukup jauh dari situ, saat dicek, tukang Bengkel menyatakan akan membuka mesin dan pemilik motor setuju, tapi langsung heran karena tukang Bengkel membongkar dgn cepat.
"Kok bisa?"
"Iya Pak, bautnya cuma sisa Dua, diatas dan dibawah 😂.."
"Shitlah!!!"
Ternyata selama ini, bautnya bukan lebih tiap kali bongkar!!
Lalu entah siapa yg menyebarkan berita itu, sampai-sampai tiap tempat selalu berkata, "Jangan seperti Bengkel Sidikalang ya.."
Atau pertanyaan yg sering diajukan kepadaku,
"Betulkah Bengkel Sidikalang seperti itu?"
Entahlah, akupun kurang Tau, tetapi itulah istimewanya kampung halamanku itu 😂
Bengkel Sidikalang yang terkenal dimana-mana diseluruh Indonesia!!
Note : Hanya catatan hiburan, jika ada cerita versi lain silahkan diceritakan.

Minggu, 15 Juli 2018

WTF

Jadi, malam Minggu itu, sehabis pembantaian Inggris oleh Belgium untuk perebutan posisi ketiga Piala Dunia, seorang senior yg Estatenya baru kena audit menelponku,
"Lagi dimana Nal?"
"Dirumah Pak.."
"Siapa aja disitu?"
"Banyak Pak, kenapakah?"
"Ya udah, datang aku kesitu ya, nginap disitu aku.."
"Iya Pak, Bapak dimana ini?"
"Dijalan.."

Selang sejam, dia datang, membawa beberapa botol minuman dan langsung menawari kami semua, awalnya aku enggan untuk minum bersama karena sudah seminggu demam dan batuk yg rasa sakitnya minta ampun, ditambah lagi besok paginya aku janji untuk ikut lari pagi keliling lapangan tenis, tapi karena terus diajak, kuteguk juga beberapa gelas sampai kepalaku mulai pusing dan mataku berkunang-kunang juga batukku, uhuk-uhuk terus tanpa henti, kulihat mereka mengoceh terus menerus mengomongi hal-hal tak penting.
Karena peningnya, aku terlelap dilantai, merekapun terlelap juga dikursinya masing2, hingga paginya, sekitar jam setengah tujuh, teleponku berbunyi, kepalaku masih pening rasanya dan mataku masih Berat saja, Telepon berhenti berbunyi dan kupaksakan untuk mengeceknya, ternyata Ibu yg biasa masak dirumah, kutelpon ulang untuk menanyakan Ada apa?
Dia mohon izin utk tidak masuk Hari itu, Ada keluarga yg sakit, jadi dia mau menjenguk katanya. "Ya, sudah bu, Tak apa-apa, kami makan diluar aja.."
Aku ingat, aku juga harus lari pagi Hari ini, tetapi kepalaku masih pening, aku berjalan kedapur menemukan botol minuman kemarin yg belum terbuka, kubuka dan kuteguk hampir segelas, katanya itu bisa mengurangi rasa pening dikepala.
Lalu kuminum air Putih dan mengganti pakaian, berlari Menuju lapangan tennis, saat kutinggalkan teman-teman yg lain masih terlelap semua.
Baru satu keliling lapangan batukku menjadi-jadi, kepalaku berkunang-kunang, dan aku muntah-muntah.
"Kau minum?"
"Sedikit saja tadi malam.." kataku dengan muka pucat.
"Tadi malam? Ini seperti baru saja minum? Ya sudahlah, ayolah kuantar pulang, lain kali aja.."
Sampai dirumah dia menemukan kawan-kawan yg lain masih bergelimpangan tertidur.
Aku Mandi, lalu tidur.
Saat terbangun, tidak ada lagi seorangpun temanku dirumah, kutelpon mereka, di Tenggarong cari makan katanya.
Perutku sudah keroncongan dan yg hanyalah buah Jeruk yg dibelikan utkku karena sakit, kusantap jugalah buah itu sampai habis.
Lalu tidur lagi, hingga sekitar pukul tujuh malam mereka pulang dan membawa saksang (yg entah dari mana dapatnya) aku santap jugalah makanan khas itu.
Malamnya, giliran perutku yg perihnya minta ampun, hampir non-stop ke kamar mandi.
Dan mereka malah tertawa melihat itu.
Dalam hati aku mengoceh, "lappet lah kalian.."
Kepalaku masih pening sampai tadi pagi, perut dan demam ternyata sudah bisa berkurang karena meneguk Obat yg mereka sodorkan tadi malam.
Dan hasilnya, aku tepar Hari ini.
Lappetlah memang!!

Minggu, 01 Juli 2018

Membebaskan Pemikiran Kita

Membebaskan Pemikiran Kita

Sebuah catatan bebas, mengantarkanku pada sebuah pemahaman bahwa Kita adalah benar-benar manusia yg bebas dalam pemikiran kita, tidak terkekang dan tidak Ada yg mengikat.
Bebas melakukan pilihan dan menikmati apa yg didepan.
Sebuah perjalanan yg mengantarkan Kita ketujuan dan catatan-catatan yg akan menceritakan sebuah petualangan.
Pernah suatu saat aku berpikir tentang sebuah kemungkinan, terbebas dari yg namanya waktu, tapi ternyata itu semua hanyalah imajinasiku.
Dan pilihan itu ternyata tergantung dari bagaimana kita mengatur waktu, berpikir untuk memahami sesuatu, bekerja untuk mendapatkan sesuatu dan pergi atau kembali untuk menemui sesuatu.
Dan aku ingin membebaskan diriku dari segala sesuatu itu, membebaskan diri untuk menulis cerita dengan versiku sendiri, mendeklamasikan puisi tulisanku sendiri, mendengar musik yg kusukai, membaca novel, menonton film, menghabiskan waktu mengunjungi tempat-tempat yg kusenangi dan bekerja.
Aku yakin semuanya adalah keindahan yg sempurna.
Aku juga ingin bebas menikmati semua, memikirkan seseorang dan menulisinya Surat tentang apa yg kupikirkan, menelepon teman dan bercerita berbagai pengalaman, mengajak rekan untuk merencakan sesuatu dimasadepan.
Tidak Ada yg lebih indah dan menyenangkan dibandingkan pemikiran yg bebas tanpa ikatan, tidak Ada yg lebih menyenangkan dibandingkan sebuah perjalanan untuk diceritakan dan semuanya akan jadi cerita dimasa depan.
Tetapi kadang semua itu sempurna, jika suatu senja yg sederhana, Kita membebaskan diri Kita dari segala sesuatu yg Kita Punya, untuk bersama mengawali sebuah cerita Sederhana  dimasadepan yg akan Kita Punya.

Membebaskan Pemikiran Kita

Membebaskan Pemikiran Kita

Sebuah catatan bebas, mengantarkanku pada sebuah pemahaman bahwa Kita adalah benar-benar manusia yg bebas dalam pemikiran kita, tidak terkekang dan tidak Ada yg mengikat.
Bebas melakukan pilihan dan menikmati apa yg didepan.
Sebuah perjalanan yg mengantarkan Kita ketujuan dan catatan-catatan yg akan menceritakan sebuah petualangan.
Pernah suatu saat aku berpikir tentang sebuah kemungkinan, terbebas dari yg namanya waktu, tapi ternyata itu semua hanyalah imajinasiku.
Dan pilihan itu ternyata tergantung dari bagaimana kita mengatur waktu, berpikir untuk memahami sesuatu, bekerja untuk mendapatkan sesuatu dan pergi atau kembali untuk menemui sesuatu.
Dan aku ingin membebaskan diriku dari segala sesuatu itu, membebaskan diri untuk menulis cerita dengan versiku sendiri, mendeklamasikan puisi tulisanku sendiri, mendengar musik yg kusukai, membaca novel, menonton film, menghabiskan waktu mengunjungi tempat-tempat yg kusenangi dan bekerja.
Aku yakin semuanya adalah keindahan yg sempurna.
Aku juga ingin bebas menikmati semua, memikirkan seseorang dan menulisinya Surat tentang apa yg kupikirkan, menelepon teman dan bercerita berbagai pengalaman, mengajak rekan untuk merencakan sesuatu dimasadepan.
Tidak Ada yg lebih indah dan menyenangkan dibandingkan pemikiran yg bebas tanpa ikatan, tidak Ada yg lebih menyenangkan dibandingkan sebuah perjalanan untuk diceritakan dan semuanya akan jadi cerita dimasa depan.
Tetapi kadang semua itu sempurna, jika suatu senja yg sederhana, Kita membebaskan diri Kita dari segala sesuatu yg Kita Punya, untuk bersama mengawali sebuah cerita Sederhana  dimasadepan yg akan Kita Punya.

Senin, 11 Juni 2018

Jalan-Jalan yg Kita Punya

Jalan-Jalan yg Kita Punya

Suatu waktu, aku ingin sekali mencatatkan tentang catatan perjalanan, untuk mengenal Alam dan penciptanya, diwaktu lain aku ingin menelusuri halaman demi halaman buku, untuk memahami bahwa ternyata ada catatan-catatan sejarah yg tersembunyi.
Berjalan menyusuri dan detail menekuni, akan membawa Kita pada satu pemahaman bahwa Kita tidak sendiri, bahwa Dunia ini luas dan banyak cerita yg tidak kita tahu.
Jika hanya sebatas pandang, angan kita hanya bisa melayang dan memandang layar-layar kaca yg kadang hanyalah menyuguhkan keindahan yg gersang.
Suatu waktu, saya paham bahwa ternyata Jalan-Jalan yg Kita Punya terlalu sering tidak dilalui Dan ditumbuhi ilalang, dilain waktu saya heran, buku yg saya simpan dan tidak pernah dibaca ternyata menjadi lembab dan termakan rayap.
Terlalu banyak jalan yg masih harus ditempuh, terlalu sedikit waktu yg Kita miliki.

Rabu, 06 Juni 2018

On Progress

On Progress

"Jika Ada satu hal yg unik dalam Akuntansi Perkebunan, maka itu adalah tentang Capitalisasi biaya dan pengajuan Asset Mature, yaitu semua biaya yg dikeluarkan sampai tanaman itu menghasilkan akan dikapitalisasi sampai dibuat mature plantation report.." Kata Bapak itu menjelaskannya, mengajar kami yg hanya 4 orang.
"Jadi kalau pekerjaannya di Immature harus dibedakan akun dan cost center, ketika nantinya sudah dibuat mpr, maka semua biaya tsb ditarik utk ditotal dari setiap cost center, jadi itulah yg akan diakui sebagai Asset! Bagaimana? Paham?" Katanya lagi.
Aku hanya mengangguk-angguk takzim dan ngantuk.
"Lalu bagaimana dengan bangunan dan biaya yg masih on progress saat tutup buku atau akhir tahun?" Katanya lagi seakan bertanya kepada dirinya sendiri karena sadar tidak ada satupun diantara kami yg memperhatikan.
"Lihat, misalnya kontraktor ABC sesuai kesepakatan kontrak membuat timbun tanah dan jalan di Immature dan hingga akhir tahun hanya selesai 75% kalian tahu kenapa?"
"Kontaktornya malas Pak.." jawab temanku dengan asal.
"Ya, bisa jadi, tapi jgn langsung menyatakan itu, Kita harus menelusurinya apa alasannya, bisa jadi kesalahannya ada pada pihak kita.."
"Oke Pak!"
"Oke kita lanjut, contoh lain, jika CV CBA membangun sebuah Jembatan beton di Mature dan progress nya hingga akhir tahun juga hanya 75%, dan dalam kedua Kasus tersebut kedua kontraktor harus harus dibayar sesuai dengan progress kerjanya.."
Ponselnya berbunyi, dia keluar sejenak dan mengangkat telepon, aku menggerakkan baranku kekiri dan kekanan untuk mengurangi rasa ngantuk yg berlebihan.
Dia kembali lalu mengemas tas dan berkata,
"Oke, sampai dimana tadi?"
"Pembayaran kontraktor Pak!"
"Oh ya, bagaimana pengakuan dan pencatatannya itu, bagaimana pelaporannya diakhir Tahun pada GL dan Neraca?"
Dia tersenyum, lalu berkata, "Oke lain waktu kita teruskan ya, saya panggilan, tetap semangat ya!" Sambil melambai kepada kami.
Kami saling berpandangan satu dengan yg lainnya, seperti kebingungan, sampai seorang teman berkata,
"Pengajar hanya menyelesaikan materinya 75% dan meninggalkan kalimat tanya, kenapa itu bisa terjadi?"
"Yang diajarinya malas Pak.." jawabku asal dgn logat yg dicocok-cocokkan.
"Oke, bagaimana pelaporannya jika mereka malas?"
"Entahlah, akupun tidak tahu, mungkin bisa jadi pelaporannya on progress, karena pengetahuan Kita itu masih tanggung-tanggung.."
"Lalu apakah cost untuk memperoleh pengetahuan Kita itu nantinya dikapitalisasi sebagai Asset atau langsung diakui sebagai biaya?"
"Hahaha, Assetlah!!"
"Iyalah, itu asset yg berharga, makanya latih terus pengetahuanmu itu, jgn main hape terus kerjaanmu!!"
"Iya, ya, kalau pertanyaan Bapak itu tadi?"
"Sttt, nantilah Kita cari dibuku Akuntansi, karena pernah kubaca ada yg namanya akun prepaid untuk menampung semua cost yg nantinya akan Kita akui sebagai biaya dan akun CIP ( Construction in Progress) untuk menampung biaya yg nantinya Kita akui sebagai Asset.."
"Keren, pengetahuanmu asset berharga juga bro!!"
"Apanya berharga?!"katanya malu-malu.
"Jadi kemana Kita ini?"
"Ngopilah dulu sambil ngerokok nunggu sore!"
"Cocok itu, tapi jgn diskusi tentang Akuntansi lagi ya, pening kepalaku.."
"Iya, kepalamu memang bukan asset, tapi cost center 😂"
"Hahaha, lappetlah kau!"

Pariban - Sebuah Catatan

Pariban - Sebuah Catatan

Seorang teman meminta opini kepadaku tentang pariban, kusuruh dia mencari di Internet tentang apa dan bagaimana tentang pariban itu, banyak yg bisa kamu dapatkan tentang pariban, jauh lebih dari yg sekedar kamu bayangkan!
Pariban, dalam berbagai Kasus dalam kehidupan Batak (sejauh yang saya ketahui, bukan hasil riset) adalah sebuah topik yg sangat banyak dibahas, baik dari segi cerita dalam bentuk cerpen, novel, hingga film, ulasan-ulasan Dan artikel ringan hingga topik ilmiah. Pariban, dari berbagai sudut pandang, selalu menjadi percakapan dan bahan saat berjumpa teman dan Keluarga. Pariban juga, selalu menjadi opsi pertama, dan tentu, Opsi terakhir untuk menjadi teman hidup.
Pariban juga, sering menjadi orang yg malu-malu bahkan malu-maluin saat bertemu, terlebih dengan kawan-kawan 😅
Pariban, sebuah topik yg kadang dijadikan tokoh antagonist dalam sebuah Novel, karena menjadi penghalang hubungan seorang lelaki Batak dengan Gadis yg disukainya, pariban juga adalah orang yg hampir tidak ada catatan romantis tentang dia 😎
Dalam Batak, semua pasti punya pariban, karena kalau dicocok-cocokkan, dalam partuturan, akan jumpa asal-usul, akhirnya Kita akan menemukan pariban Kita, marga dan boru apa saja.
Tentang hubungan dengan pariban?
Aku tidak punya catatan banyak, tidak Ada pengalaman mendetailku dengan pariban, tetapi setidaknya, aku pernah membaca bahkan membuat sebuah cerita tentang pariban.
Tentang pertanyaan temanku mengenai pariban, aku hanya memberi opini, semua hubungan tergantung kepada gantungannya 😀
Entah itu pariban, entah tidak (selagi tidak tarito) adalah sebuah hubungan yg perlu dibina, tidak terlalu banyak unsur pariban atau tidak yg akan mempengaruhinya.
Tetapi jika menikah sama pariban, tondong tidak bertambah banyak, tetap itu-itu saja, hehehe
Lalu, jika ada Satu hal yg sering membuat saya bertanya-tanya tentang pariban adalah,
"Apa kabar pariban?"

Note : Hanya catatan iseng, bukan untuk jadi perbandingan dan acuan.
06062018

Arah Dairi Kedepannya

                                                     Arah Kabupaten Dairi Kedepannya Sebagai penduduk Kabupaten Dairi yang sedang merantau, ...