Jumat, 31 Januari 2020

resign dan Tempat baru

Resign dan Tempat baru

Sejak tamat kuliah ditahun 2016 dulu dan baru dapat kerja Agustus 2016 di PT B** karena kurang cocok, saya memilih resign Bulan Mei 2017.
Agustus 2017 saya kembali bekerja di PT EI , masih sektor yang sama dengan tempat kerja yang lama, Perkebunan, sama-sama di Kalimantan.
Masa Training yg lama sempat membuat saya berpikir untuk meninggalkan tempat kerja, ditambah lagi keinginan dapat kerja di Kota dengan segala hiruk pikuknya yang sangat menggoda. Tapi mengingat moment menganggur saat baru keluar dari tempat lama membuat saya ragu, jadi saya menikmati masa-masa training bahkan tidak terasa semuanya terlewati juga, saya memegang unit sudah hampir dua tahun, berinteraksi dan menikmati budaya Kebun, budaya kerjanya sudah melekat bahkan rasanya sudah terjebak rutinitas yg ada.
Iseng, seminggu lalu, seorang teman memberikan info lowongan kerja kepada saya dan saya kirimkan lamaran keemail HRD perusahaan tsb.
Ternyata mereka langsung menanggapi, mengirim email kepada saya untuk diisi, lalu menelepon, meminta waktu untuk interview melalui telpon dan Skype.
Awalnya saya ragu, tetapi saat mereka menawarkan posisi lain dan saya tertarik dengan tawaran mereka sebagai Finance controller, saya tanya ulang, apa saja jobdesknya?
Usernya menjelaskan, saya tentu paham karena sudah menjadi jobdesk saya sehari-hari.
Lalu selanjutnya tentu mereka bertanya berapa gaji yang Saya inginkan?
Saya jelaskan nominalnya dan saya menyampaikan mengapa meminta seperti itu.
HRD-nya menyampaikan itu wajar dan mereka menyanggupi.
Mereka melanjutkan pertanyaannya.
Mengapa saya mau meninggalkan PT EI dan bergabung dengan mereka?
Kali ini saya mulai berpikir, mengapa ya?
Saya mulai ragu untuk memberikan alasan.
Tiba-tiba saja, HRD-nya menyampaikan, "Dari awal sepertinya Bapak memuji tempat kerja Bapak, tetapi mengapa Bapak mau meninggalkan tempat itu?"
Saya meminta waktu sejenak dan mematikan telepon setelah mereka mengokekan.
Saya mulai berpikir, betulkah begitu?
Sudah seberapa banyakkah skill Saya?
Sudah bisakah saya beradaptasi nantinya dengan tempat baru?
Apakah ditempat baru ada kesempatan untuk berkembang?
Apakah kemampuan saya sekarang  bermanfaat ditempat baru apabila Saya betul-betul memutuskan untuk pindah?

Atau?
Mengapa saya takut pindah?
Apakah Saya sudah terjebak di zona nyaman dengan situasi sekarang?
Ataukah skill saya tidak bisa diandalkan?
Apakah saya takut akan penolakan dan tidak siap akan hal baru?
Saya merenung, mengingat kembali sampai dimana kemampuan saya.
Mendetailkan lagi kelebihan dan kelemahan.
Rasanya semua belum cukup dan harus belajar lagi lebih banyak.

Kamis, 09 Januari 2020

Hujan dan Rasa Cinta yang tidak (jadi) tersampaikan

Sabtu itu, saat SMA dengan jiwa yang menggebu dan sebait puisi romantis yang rimanya dicaplok dari Chairil Anwar, aku memutuskan akan menembak gadis itu, setelah sekian lama dan bermodalkan cerita dan perkenalan dari kawanlah attong aku tau tentang dia.
Sudah minta tolong aku ketemanku itu untuk meng-upgrade profilku biar senang dan suka dia denganku, karena pada prinsipnya rasa suka itu katanya berasal dari pendengaran.
Sorenya dengan perasaan ketar-ketir karena itu adalah kali pertamanya aku akan menembak seorang gadis, memintanya untuk jadi pacar, aiss, tak terbayangkanlah apa yg diotakku saat itu.
Kawanku menyemangatiku, mengajariku teknik-teknik menyampaikan perasaan, cara menembak cewek dengan efektif biar langsung diterima karena menurutnya dia sudah sukses menaklukkan hati banyak wanita dan menyabet gelar Playboy saat itu (meskipun sebenarnya aku tau, dari sekian banyak yang ditembaknya, hanya 30% yang menerima, dan hampir semua surat dan puisi yang dikirimkannya adalah karyaku 😂, tetapi aku tetap mendengarkannya karena memang dalam kondisi jatuh hati, logika kadang tidak ada gunanya).
Merubah gaya rambut yg biasanya acak-acakan, menggunakan Parfum sejuta umat, memakai jaket terbaik dan persiapan terbaiklah, Tak lupa kusiapkan kalimat teromantis di selembar kertas yg kuselipkan disaku baju.
Ah, bayangkan sendirilah bagaimana rasanya 😂.
Sayangnya saat persiapan, gerimis mulai turun dan makin lama semakin deras, tetapi belum menyurutkan niat, karena demi cinta, 'udan haba-haba hubolus doi..'
Temanku menawariku secangkir tuak sambil menunggu hujan reda, biar lancar ngomong nanti dirumah itoan itu, biar jangan grogi dan salah tingkah.
Ternyata hujan terus menjadi-jadi dan aku sudah meneguk bergelas-gelas, lama-lama kepalaku mulai goyang dan tatapanku berkunang-kunang, aku berdiri dan terjatuh, lalu muntah-muntah.
Saking mabuknya, aku tergelatak dan tertidur, terbangun esok harinya.
Tidak jadilah kunyatakan perasaanku yang bergebu-gebu itu kepadanya, tidak jadilah malam minggu yang sempurna itu karena ternyata bait-bait puisi dan kertas puisi itu terkena muntahan saat aku mabuk 😥.
Besok paginya dirumah dimarah pulalah aku karena tidak pulang semalaman tambah ketahuan pula minum tuak.
Dan yang paling sakit adalah Senin siang sesudah pulang sekolah, kulihatlah attong gadis itu udah makan mi soup bersama dengan seorang lelaki.
Oh, betapa hancurnya hati ini.
Betapa susahnya rupanya menyampaikan perasaan itu, kadang semestapun tidak mendukung.

Selasa, 08 Oktober 2019

Puisi Ulang Tahun

Mungkin sengaja pagi ini kau ucap padaku selamat bertambah usia, hingga terpaksa aku memeriksa timeline tentang cerita Kita.
Dulu adalah sebuah defenisi kisah asmara remaja
Tentang malu-malu menyapa
Hingga titip surat yang semua membaca
Salam radio yang semua menerima
Curi-curi waktu untuk ucapkan rindu
Dan status antara kacau dan galau
hingga waktu memisahnya.
Beberapa catatan masih tersisa
Bait-bait puisipun masih ada
Akunmu masih sama
dari postingan-mu juga, aku melihatnya
Ah, kamu makin cantik saja rasanya
Bergetar aku menatapnya
Hingga kucoba membalas dengan sepotong kalimat dan harapan yang membuat berdebar..
"Terima kasih, kamu Masih mengingat ulang tahunku..."
Selang waktu, pesanku dijawab suamimu,
"Nal, aku **** Pakai Akun istriku, ternyata dia juga kenal samamu ya.."
Ahhh..

I Kissed Dating Goodbye

Saya pernah membaca bukunya, "I Kissed Dating Goodbye" - mungkin kalian juga.. menjadi salah satu buku Recommended dikalangan muda-mudi       saat itu.
Lalu, seorang teman mengirim link Berita ini, menjadi salah satu kekecewaan berat kedua bagiku, setelah kekecewaan pertama saat perceraian Ahok dan Veronica Tan.
Lama-lama, aku semakin tidak yakin, mempunyai seseorang menjadi tokoh panutan.
Jadi, mungkin lebih baik aku mengagumi Stephen Hawking atau Socrates atau Plato, atau sekalian aja Batman ataupun Spider-Man 樂.
Ah, sudahlah, kerohanian seseorang memang tidak bisa dibahas, biarlah menjadi urusannya dengan Tuhan.
Mungkin ada baiknya aku lebih memperbanyak diri membaca bukunya Dewi Lestari sama Dan Brown ajalah, sambil menonton film superhero Marvel vs DC  dari pada membaca buku yg penulisnya tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yg ditulisnya.
Tidak usah ambil pushing dengan semua itu.

Kalkulasi Tujuan

Tau tujuan.
Hal yang pertama yg harus Kita lakukan adalah mengetahui tujuan.
Tidak perlu kalkulasi sempurna atau retorika yg berlebihan, cukup mengetahui tujuan.
Harus berterima kasih kepada arah mata angin dan kompas yg memberi petunjuk, juga terima kasih kepada jarak yg harus ditempuh untuk sebuah pengalaman.
Berterima kasih atas perjalanan yg indah dan penuh liku-liku pada tujuan, tanjakan dan turunan, tantangan, godaan dan rintangan yg membuat kita bisa utk mengambil keputusan. Untuk motivasi yang kadang hanya jadi ungkapan keindahan, atau kutipan lain yg hanya jadi catatan.
-Catatan untuk tahun ke - 3 di Bumi Kalimantan

Wisata Halal Danau Toba

Ini bukan daerah yang mau dijadikan Objek wisata halal, juga bukan daerah yang akan diadakan Festival Beiby.
Daerah ini terkenal dengan sebagai Kota Industri Dan tambangnya, juga disokong hiburan Malam dan wisata, mereka saling menghormati disana, tidak muncul issue sensitive tentang Agama Mayoritas atau penduduk pendatang atau apapun itu, yang mereka tuntut hanyalah mereka bisa turut bekerja membangun daerahnya dengan bisa bekerja di Perusahaan-perusahaan yang berkembang disana.
Oh ya, Satu lagi, meskipun daerah ini terkenal dengan Industrinya, Pantainya tetap terawat lho, Pantai dan pulau-pulau kecil semua ditumbuhi Hutan bakau yang hijau.
Air launya biru dan Nelayannya banyak disana, tidak Ada sampah-sampah Plastik yang mengambang dipermukaan Air, Aku yakin mereka juga tidak membuang sampah sembarangan ke Sungai dan ke Laut. Tidak ada juga spanduk-spanduk yg mengatasnamakan diri pecinta lingkungan, tetapi tidak pernah perduli lingkungannya, sepanjang pengamatanku, Daerah ini harmonis dan yang Paling penting, aku yakin juga penduduknya bukanlah penduduk yang mudah tersulut emosi dengan issue tak masuk akal dan ikut menyebarkan hoax yang kadang mereka sendiri   mungkin belum memahami apa sebenarnya maksutnya.
Ah, kadang daerah seperti inilah yang kuinginkan juga dikampung halamanku,  keadaan seperti inilah yang ingin kudengar dari tepian Danau Toba untuk melengkapinya sebagai kepingan surga.

Minggu, 09 Desember 2018

Hari Ini dan Nanti

Hari ini dan Nanti

Kawan, perjalanan kadang tanpa ujung.
Kamu taukah, aku pernah menelusuri jalanan dan semakin jauh, semakin banyak waktu yg kuhabiskan, ada jalanan yg luas dan lebar, jalanan berbatu, jalanan tanah merah, jalanan kecil dan sempit, dan lainnya. Tapi semuanya saling sambung menyambung.
Kawan, tau jugakah kamu?
Aku menulis hari in disini karena aku juga sedang kacau, ya, Hari ini dan hari-hari sebelumnya aku kacau, aku sadar bahwa semuanya sia-sia, kamu pahamkan usaha akan bernila 0 tanpa perpindahan 🤔
Hahaha, hari ini dan Hari kemarin tidak ada perpindahan, tapi nanti dan hari esok banyak cerita yg masih bisa tercipta.
Kamu Tau kawan, aku pernah jatuh cinta dan menulis Surat dan cerita meskipun aku merasa semua kadang sia-sia.
Seperti mereka yg pernah berkata, saat semuanya bermula biasa saja, diawali dengan Sapa, cerita dan kata-kata hingga Ada rasa malu-malu dan rindu. Akan berjalan lancar jika keduanya merasakan yg Sama dan sia-sia jika hanya satu saja.
Lalu apakah yg Mau dikata jika kamu diposisi yg Sama?
Mungkin kamu bisa berencana utk berpaling dan cari lagi yg berbeda, tapi semua tidak semudah itu karena rasa itu kadang memang tidak Sama.
Hanya Ada kalanya seiring waktu semua akan berbeda, perlahan waktu akan memudar dan membuatmu lupa semuanya meskipun kadang tersadar rasa itu tetap tersimpan saat melihatnya lagi (tambah cantik dan memesona).
Tapi kawan, semuanya harus berbeda (ini memotivasi diri sendiri) Hari ini adalah Hari ini, nanti adalah nanti dan esok hari masih banyak yg harus disiapkan lagi.
Cara terbaik untuk mengobati patah hati adalah dengan menjadi lebih baik lagi, belajar lagi untuk jadi diri sendiri dengan maksimal.
Kawan, tidak Ada orang yg bisa menghargai kalau Kita tidak menghargai diri sendiri.
Kawan, patah hati adalah motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.
Hari ini, kita patah hati
Nanti esok hari tidak ada yg perlu diingat lagi meskipun luka itu masih menganga dan ngilu terasa.
Ya, kawan, kita harus berjalan kedepan, tidak Ada Hal yg Baru jika Kita berjalan mundur.
Kawan, catatanku ini bukan tentang cinta saja.
Aku sedang belajar menghargai diri sendiri dan waktu.
Aku sedang belajar membangun kembali kepercayaan diriku.
Membangun kembali semuanya, memaksimalkan energy potential yg aku punya.
Kawan, motivasi terbaik  adalah diri Kita.
Tetapi meskipun begitu, diatas semuanya serahkanlah segala sesuatu kepada Dia Yang Punya Kita.

Ngomong-ngomong, kalau seandainya dia menyapa, mungkin semuanya bisa berubah begitu saja 😅
Semuanya bisa kembali seperti semula!
Ya, begitulah kawan!

Minggu, 18 November 2018

Cerita November

Setelah sekian lama tidak pernah jumpa, sore in aku memutuskan menemuinya, untung saja dia bersedia.
Dia masih sama, Liana, Gadis cerdas berotak Wikipedia itu duduk manis dipinggiran Sungai di Kota M sambil membaca sebuah buku tebal, tidak kuperhatikan judulnya.
Aku duduk disampingnya, ingin memulai percakapan, tapi bingung diawali dari mana, untung saja dia paham apa yg kupikirkan.
Dia berhenti memandangi lembaran buku, menatapku dan tersenyum memamerkan lesung pipinya, dia tambah manis saja semenjak aku pertama mengenalnya.
"Nal, kamu taukah kamu bahwa semua berbentuk pola.."
"Ya, ya, kamu sudah pernah mengatakannya..."
"Polamu sama, kamu sedang kacau saat ini, kamu hanya perlu memperbaikinya.."
"Tapi, bukan itu yg mau kuceritakan padamu.."
"Lalu? Bukankah aku selalu Tau apa yg ada dalam pikiranmu? Karena aku juga lahir dalam pikiranmu.."
"Tapi setidaknya kamu mendengarkan dulu apa yg mau kusampaikan!"
"Ya, kamu memang selalu begitu, memaksakan orang mendengar pemikiran pribadimu, untuk keuntungan pribadi dan kepentinganmu saja, coba lihat, banyak hal yg bisa kamu lakukan saat ini, banyak yg menginginkan apa yg kamu punya, apa yg kamu capai, bahkan, Nal, tidak semua orang bisa sepertimu, tapi kerjaanmu mengeluh terus, inilah, itulah!!"
"Ya, tapi nyatanya seperti itu!!"
"Seperti itu? Sebenarnya aku tahu alasannya!!"
"Ah, kamu sok tau!!"
"Ya, aku tahu kamu kacau!"
"Dan kamu tidak memberi solusi atas kekacauanku!!"
"Ya, karena aku ada dalam pikiranmu dan kamu pasti hanya mempertimbangkan solusiku!"
"Iya, aku hanya mempertimbangkan solusi darimu, kenapa? Karena kamu adalah tokoh cerita yg selalu sok romantis dalam alur ceritaku!"
"Itukan idemu sendiri!!"
"Iya ideku, dan, sebenarnya, selain harus membaca Wikipedia, aku ingin juga kami sesekali menonton TED talks atau TEDed mungkin agar kamu bisa kearah yg lebih ilmiah!"
"Dan kamu juga seharusnya harus banyak membaca dan menonton pengembangan diri dan sesekali mencoba cara untuk mendekati Gadis, jangan hanya kencan dalam imajinasi dan cerita!!"
"Ah, sebenarnya bukan itu tujuanku mengajakmu jumpa disini!"
"Lalu? Kamu mau mohon ijin lagi menggunakan namaku sebagai tokoh Cerpenmu? Bukankah kamu sudah punya nama cantik utk tokoh Cerpenmu? Nama dgn awalan huruf *?"
"Ya, ya, tapi bukan itu juga!!"
"Lalu apa?"
"Aku sedang jatuh cinta dan..?"
"Dan apalagi?"
"Dan patah hati!!!!"
"Itu sudah terjadi padamu dari bertahun-tahun lalu dan parahnya tetap kepada orang yg sama, hahahah!!"
"Ah, sudahlah, pertemuan kita Kali ini harus berakhir perdebatan, tidak ada senja, tidak Ada gerimis ataupun lampu-lampu temaram yg sok romantis, aku harus kembali, besok masih harus kerja, oya, ngomong-ngomong, kamu tambah cantik!"
"Sampaikan itu padanya kalau kalian jumpa!"
"Kusampaikan nanti kalau aku berani dan kalau dia mau diajak jumpa.."
"Sekacau itukah?"
"Ya, sekacau itu dan untuk lain waktu aku masih ingin bercerita.."
Lalu aku pulang, menghitung waktu di November yg terus berlalu.
- November 2018

Sabtu, 15 September 2018

Jalan Setapak yang lama Tak dilalui

Jalan Setapak yang lama Tak dilalui

Jadi, sekian lama aku disini, hampir setiap Sabtu sore aku rajin jalan kaki keliling2 hutan Konservasi ditengah kebun, cukup luas hampir sekitar 20 Ha, banyak pohon-pohon khas disana seperti Ulin, Meranti dan Kahoi dibeberapa kayu besar diberi nama latinnya. Selain itu, juga ada hewan-hewan seperti Beruk, monyet bahkan banyak juga satwa yang dilindungi.
Saya senang keliling disana saat sore Hari karena ada jalan setapak melintasi tengah Konservasi, ada juga Sungai kecil berair jernih dan genangan berbentuk kolam seluas 25m2 dan Saya sering duduk didekat itu, banyak iakan-ikan kecil berkeliaran dan dari jejak yang Ada disekitarnya aku tahu, banyak juga orang yg datang untuk memancing disana.
Berjalan lebih kedalam lagi menyusuri jalan setapak, akan jumpa tanjakan yg cukup terjal, lalu padang ilalang dan bukit Batu, dan diatas bukit batu itu sangat indah untuk memandang menikmati sore, nun jauh nampak jalanan aspal Menuju kotabangun dan perumahan kebun yg tertata rapi, juga gradasi matahari yg menurutku cocok untuk menulis sebait Dua bait puisi atau sepenggal cerpen, setiap kesana aku sering menghabiskan waktuku untuk menghabiskan sore sampai matahari benar-benar terbenam!
Jadi setelah berbulan-bulan dan sering pulang malam, aku tidak pernah lagi kesana.
Sore tadi, sehabis tidur siang, sekitar pukul empat, kupakai sepatu, menggunakan kaos Oblong dan celana pendek, aku berjalan menelusuri jalan kebun Menuju ke Hutan Konservasi itu, awalnya biasa saja, tapi ternyata air jernih yg mengalir itu ternyata kering, dan kolam dengan ikan-ikannya itu juga mengering, tersisa tanah berlumpur.
Lalu aku berjalan terus dan menyadari jalanan setapak yg biasa kulalui rumputnya sudah tinggi-tinggi bahkan aku lupa arah jalan Mana yg biasa kulalui, semak dimana-mana, ilalang juga semakin banyak, untung saja dari jauh masih terlihat bukit Batu yg biasa kukunjungi, jadi tanpa memperhatikan jalan yg biasa kulalui, kutembus saja semak-semak itu samapi kulit kaki dan tanganku gatal-gatal tergores ilalang, aku tidak peduli karena nekat bercampur takut juga, sebab disini katanya banyak juga ular, hahaha
Sampai bukit batu, aku baru ingat ternyata jalan Naik dari ujung sebelah dan banyak kayu-kayu yg tumbuh mengelilinginya, malas kearah itu, kuputuskan memanjat saja, toh tingginya hanya sekitar tiga meteran saja dan tidak terlalu terjal.
Tapi ternyata sial juga, kakiku tergelincir dan aku terjatuh, lututku lecet-lecet, kupaksakan juga sampai akhirnya aku sampai diatas bukit batu itu.
Sampai diatas, ternyata matahari sudah hampir terbenam seluruhnya, aku baru sadar ternyata hampir dua jam aku melewati jalanan yg biasanya kutempuh sekitar 45 menit saja!
Duduk sebentar untuk beristirahat, lalu aku memutuskan untuk langsung pulang saja, kalau sempat matahari benar-benar tenggelam, bisa-bisa aku tidak pulang karena jalan sudah tidak kelihatan dan jalan setapak juga sudah ditumbuhi semak belukar, belum lagi kakiku yg masih terasa sakit dan ngilu, ah, lappetlah memang.
Rencana manikmati sore saja, tapi yg kutemukan tidak lagi seperti yg kuinginkan.
Ah, memang benarlah ungkapan yg berkata bahwa jalan setapak yang lama tidak dilalui akan hilang.
Aku sadar bahwa ungkapan ini berlaku untuk beberapa kemungkinan, bahkan kawan Kita saja yg lama tidak menjalin komunikasi akan hilang begitu saja dan Kita akan susah payah untuk menjalin kembali sebuah keakraban.
Dan, ah,
Semoga saja seseorang disana tidak hilang dan melupakanku meskipun sudah lama kami tidak saling berkomunikasi dan saling menyapa!
Semoga saja 😂
-15 September 2018

Sabtu, 08 September 2018

Bengkel Sidikalang

Bengkel Sidikalang

Kampungku memang bukan asli Sidikalang, tapi jika dalam perkenalan dan jumpa kawan, jelas kami semua orang Kabupaten Dairi berkata, "Dari Sidikalang.."
Bukan rahasia umum itu, kalau angkutan special bagi kami adalah Sampr*, Datr*, P*S, B*N dan akhir ini ada yg baru, R*ja Napogos, meskipun ke kampung halamanku hanya Ada Sampr* (aku juga Ada cerita menarik ttg S*mpri) dan P*S.
Kawan, jika kita yg di Sumut dan beberapa tempat mengenal Sidikalang dengan alamnya yg Segar dan dingin, Taman Wisata Iman yg mencerminkan Toleransi beragama, Gadis-Gadis yg cantik*), dan lainnya. Tetapi tetap yg istimewa adalah Kopinya, kopi yg aromannya bisa sampai kemana-mana, kopi yg kalau dinikmati dipagi hari akan memberikan energi isrimewa dan kalau dinikmati disore Hari sambil menikmati matahari terbenam memunculkan banyak inspirasi 😎
Ya, tapi diatas semua itu, ada satu hal yg baru kutemui dan sadar, ternyata ada satu hal yg membuat Sidikalang itu istimewa kawan,
Bengkel Sidikalang yg ternyata terkenal jauh keseluruh Nusantara 😂
Seberapa istimewanyakah?
Tidak ada di Google, tidak ada dibuku, tidak ada bukti autentik yg mencatatkan betapa istimewanya Bengkel Sidikalang itu.
Tapi aku yakin, kawan-kawan yg mengenalkan diri sebagai orang Sidikalang hatinya berbekas dengan yg namanya Bengkel Sidikalang.
Jadi begini ceritanya,
Ada Orang perantau di Sidikalang dan menetap di Sidikalang, dan suatu hari Motornya rusak, lalu dia membawa Motornya itu ke sebuah Bengkel bernama "Bengkel Sidikalang" melayani ketok Magic, Las, Bengkel, Ganti Oli dll.
Tukang Bengkel ini memeriksa Motor tsb dan menyatakan bahwa Mesinnya harus dibongkar dan biayanya sekian, mereka sepakat.
Setelah dibongkar dan diperbaiki, lalu dipaeang kembali, Situkang Bengkel dan pemilik Motor heran, ada satu baut dan satu mur yg tersisa, tapi rasanya semua sudah dipasang tadi, tapi Tak mau ambil pusing, mereka menyalakan motor dan beroperasi normal. Biaya Bengkel dibayar, lalu pemilik motor pulang.
Selang beberapa minggu kemudian, ternyata motor itu rusak lagi, dan pemilik motor kembali membawa kebengkel yg sama, Motor kembali dibongkar Mesinnya dan diperbaiki, ketika memasang ulang, kembali ada baut yg tersisa, entah dari mana, rasanya semua baut sudah terpasang, Motor dihidupkan dan beroperasi normal.
Lalu beberapa minggu kemudian, Motor rusak lagi, merasa sudah berlangganan di Bengkel Sidikalang, pemilik motor kembali membawanya kesana, diperbaiki dan ketika dipasang berfungsi sebagai Mana mestinya, tetapi lagi tersisa baut yg entah dari mana 😁
Lalu Motornya lama tidak rusak, ketika rusak lagi dia mengunjungi Bengkel Sidikalang tsb dan ternyata sedang tutup, dia lalu membawa Motornya kebengkel yg cukup jauh dari situ, saat dicek, tukang Bengkel menyatakan akan membuka mesin dan pemilik motor setuju, tapi langsung heran karena tukang Bengkel membongkar dgn cepat.
"Kok bisa?"
"Iya Pak, bautnya cuma sisa Dua, diatas dan dibawah 😂.."
"Shitlah!!!"
Ternyata selama ini, bautnya bukan lebih tiap kali bongkar!!
Lalu entah siapa yg menyebarkan berita itu, sampai-sampai tiap tempat selalu berkata, "Jangan seperti Bengkel Sidikalang ya.."
Atau pertanyaan yg sering diajukan kepadaku,
"Betulkah Bengkel Sidikalang seperti itu?"
Entahlah, akupun kurang Tau, tetapi itulah istimewanya kampung halamanku itu 😂
Bengkel Sidikalang yang terkenal dimana-mana diseluruh Indonesia!!
Note : Hanya catatan hiburan, jika ada cerita versi lain silahkan diceritakan.

Arah Dairi Kedepannya

                                                     Arah Kabupaten Dairi Kedepannya Sebagai penduduk Kabupaten Dairi yang sedang merantau, ...