Jumat, 26 April 2013

Sastra Indonesia Secara Umum




Sastra Indonesia, adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah "Indonesia" sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut.

Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura.

Periodisasi

Sastra Indonesia terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu:

• lisan
• tulisan

Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan:

• Angkatan Pujangga Lama
• Angkatan Sastra Melayu Lama
• Angkatan Balai Pustaka
• Angkatan Pujangga Baru
• Angkatan 1945
• Angkatan 1950 - 1960-an
• Angkatan 1966 - 1970-an
• Angkatan 1980 - 1990-an
• Angkatan Reformasi
• Angkatan 2000-an

Pujangga Lama

Pujangga lama merupakan bentuk pengklasifikasian karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada masa ini karya satra di dominasi oleh syair, pantun, gurindam dan hikayat.

Di Nusantara, budaya Melayu klasik dengan pengaruh Islam yang kuat meliputi sebagian besar negara pantai Sumatera dan Semenanjung Malaya.

Di Sumatera bagian utara muncul karya-karya penting berbahasa Melayu, terutama karya-karya keagamaan. Hamzah Fansuri adalah yang pertama di antara penulis-penulis utama angkatan Pujangga Lama. Dari istana Kesultanan Aceh pada abad XVII muncul karya-karya klasik selanjutnya, yang paling terkemuka adalah karya-karya Syamsuddin Pasai dan Abdurrauf Singkil, serta Nuruddin ar-Raniri.[1]

Karya Sastra Pujangga Lama

A. Sejarah
• Sejarah Melayu (Malay Annuals)

B. Hikayat
• Hikayat Abdullah
• Hikayat Aceh
• Hikayat Amir Hamzah
• Hikayat Andaken Penurat
• Hikayat Bayan Budiman
• Hikayat Djahidin
• Hikayat Hang Tuah
• Hikayat Iskandar Zulkarnain
• Hikayat Kadirun • Hikayat Kalila dan Damina
• Hikayat Masydulhak
• Hikayat Pandawa Jaya
• Hikayat Pandja Tanderan
• Hikayat Putri Djohar Manikam
• Hikayat Sri Rama
• Hikayat Tjendera Hasan
• Tsahibul Hikayat

C. Syair
• Syair Bidasari
• Syair Ken Tambuhan
• Syair Raja Mambang Jauhari
• Syair Raja Siak

D. Berbentuk Kitab agama
• Syarab al-'Asyiqin (Minuman Para Pecinta) oleh Hamzah Fansuri
• Asrar al-'Arifin (Rahasia-rahasia para Gnostik) oleh Hamzah Fansuri
• Nur ad-Daqa'iq (Cahaya pada kehalusan-kehalusan) oleh Syamsuddin Pasai
• Bustan as-Salatin (Taman raja-raja) oleh Nuruddin ar-Raniri

Sastra Melayu Lama

Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 - 1942, yang berkembang dilingkungan masyarakat Sumatera seperti "Langkat, Tapanuli, Minangkabau dan daerah Sumatera lainnya", orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat dan terjemahan novel barat.

Karya Sastra Melayu Lama

• Robinson Crusoe (terjemahan)
• Lawan-lawan Merah
• Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan)
• Graaf de Monte Cristo (terjemahan)
• Kapten Flamberger (terjemahan)
• Rocambole (terjemahan)
• Nyai Dasima oleh G. Francis (Indo)
• Bunga Rampai oleh A.F van Dewall
• Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe
• Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan
• Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya
• Cerita Siti Aisyah oleh H.F.R Kommer (Indo)
• Cerita Nyi Paina
• Cerita Nyai Sarikem
• Cerita Nyonya Kong Hong Nio • Nona Leonie
• Warna Sari Melayu oleh Kat S.J
• Cerita Si Conat oleh F.D.J. Pangemanan
• Cerita Rossina
• Nyai Isah oleh F. Wiggers
• Drama Raden Bei Surioretno
• Syair Java Bank Dirampok
• Lo Fen Kui oleh Gouw Peng Liang
• Cerita Oey See oleh Thio Tjin Boen
• Tambahsia
• Busono oleh R.M.Tirto Adhi Soerjo
• Nyai Permana
• Hikayat Siti Mariah oleh Hadji Moekti (indo)
• dan masih ada sekitar 3000 judul karya sastra Melayu-Lama lainnya

Angkatan Balai Pustaka

Angkatan Balai Pusataka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai Pustaka. Prosa (roman, novel, cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini.

Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda; dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali, bahasa Batak, dan bahasa Madura.

Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang, dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera", dengan Minangkabau sebagai titik pusatnya.[2]
Pada masa ini, novel Siti Nurbaya dan Salah Asuhan menjadi karya yang cukup penting. Keduanya menampilkan kritik tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Dalam perkembangannya, tema-teman inilah yang banyak diikuti oleh penulis-penulis lainnya pada masa itu.

Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka:

Merari Siregar
• Azab dan Sengsara (1920)
• Binasa kerna Gadis Priangan (1931)
• Cinta dan Hawa Nafsu

Marah Roesli
• Siti Nurbaya (1922)
• La Hami (1924)
• Anak dan Kemenakan (1956)

Muhammad Yamin
• Tanah Air (1922)
• Indonesia, Tumpah Darahku (1928)
• Kalau Dewi Tara Sudah Berkata
• Ken Arok dan Ken Dedes (1934)

Nur Sutan Iskandar
• Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923)
• Cinta yang Membawa Maut (1926)
• Salah Pilih (1928)
• Karena Mertua (1932)
• Tuba Dibalas dengan Susu (1933)
• Hulubalang Raja (1934)
• Katak Hendak Menjadi Lembu (1935)

Tulis Sutan Sati
• Tak Disangka (1923)
• Sengsara Membawa Nikmat (1928)
• Tak Membalas Guna (1932)
• Memutuskan Pertalian (1932)

Djamaluddin Adinegoro
• Darah Muda (1927)
• Asmara Jaya (1928)

Abas Soetan Pamoentjak
• Pertemuan (1927)

Abdul Muis
• Salah Asuhan (1928)
• Pertemuan Djodoh (1933)

Aman Datuk Madjoindo
• Menebus Dosa (1932)
• Si Cebol Rindukan Bulan (1934)
• Sampaikan Salamku Kepadanya (1935)

Pujangga Baru

Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut, terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual, nasionalistik dan elitis.

Pada masa itu, terbit pula majalah Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana, beserta Amir Hamzah dan Armijn Pane. Karya sastra di Indonesia setelah zaman Balai Pustaka (tahun 1930 - 1942), dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana. Karyanya Layar Terkembang, menjadi salah satu novel yang sering diulas oleh para kritikus sastra Indonesia. Selain Layar Terkembang, pada periode ini novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck dan Kalau Tak Untung menjadi karya penting sebelum perang.

Masa ini ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu:

1. Kelompok "Seni untuk Seni" yang dimotori oleh Sanusi Pane dan Tengku Amir Hamzah

2. Kelompok "Seni untuk Pembangunan Masyarakat" yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane dan Rustam Effendi.

Penulis dan Karya Sastra Pujangga Baru

Sutan Takdir Alisjahbana
o Dian Tak Kunjung Padam (1932)
o Tebaran Mega - kumpulan sajak (1935)
o Layar Terkembang (1936)
o Anak Perawan di Sarang Penyamun (1940)

Hamka
o Di Bawah Lindungan Ka'bah (1938)
o Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (1939)
o Tuan Direktur (1950)
o Didalam Lembah Kehidoepan (1940)

Armijn Pane
o Belenggu (1940)
o Jiwa Berjiwa
o Gamelan Djiwa - kumpulan sajak (1960)
o Djinak-djinak Merpati - sandiwara (1950)
o Kisah Antara Manusia - kumpulan cerpen (1953)

Sanusi Pane
o Pancaran Cinta (1926)
o Puspa Mega (1927)
o Madah Kelana (1931)
o Sandhyakala Ning Majapahit (1933)
o Kertajaya (1932)

Tengku Amir Hamzah
o Nyanyi Sunyi (1937)
o Begawat Gita (1933)
o Setanggi Timur (1939)

Roestam Effendi
o Bebasari: toneel dalam 3 pertundjukan
o Pertjikan Permenungan

Sariamin Ismail
o Kalau Tak Untung (1933)
o Pengaruh Keadaan (1937)

Anak Agung Pandji Tisna
o Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1935)
o Sukreni Gadis Bali (1936)
o I Swasta Setahun di Bedahulu (1938)

J.E.Tatengkeng
o Rindoe Dendam (1934)

Fatimah Hasan Delais
o Kehilangan Mestika (1935)

Said Daeng Muntu
o Pembalasan
o Karena Kerendahan Boedi (1941)

Karim Halim
o Palawija (1944)

Angkatan 1945

Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan '45. Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik-idealistik.

Karya-karya sastra pada angkatan ini banyak bercerita tentang perjuangan merebut kemerdekaan seperti halnya puisi-puisi Chairil Anwar. Sastrawan angkatan '45 memiliki konsep seni yang diberi judul "Surat Kepercayaan Gelanggang". Konsep ini menyatakan bahwa para sastrawan angkatan '45 ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani.

Selain Tiga Manguak Takdir, pada periode ini cerpen Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma dan Atheis dianggap sebagai karya pembaharuan prosa Indonesia.

Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1945

Chairil Anwar
o Kerikil Tajam (1949)
o Deru Campur Debu (1949)
• Asrul Sani, bersama Rivai Apin dan Chairil Anwar
o Tiga Menguak Takdir (1950)

Idrus
o Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma (1948)
o Aki (1949)
o Perempuan dan Kebangsaan

Achdiat K. Mihardja
o Atheis (1949)

Trisno Sumardjo
o Katahati dan Perbuatan (1952)

Utuy Tatang Sontani
o Suling (drama) (1948)
o Tambera (1949)
o Awal dan Mira - drama satu babak (1962)

Suman Hs.
o Kasih Ta' Terlerai (1961)
o Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957)
o Pertjobaan Setia (1940)

Angkatan 1950 - 1960-an

Angkatan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra Kisah asuhan H.B. Jassin. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yang didominasi dengan cerita pendek dan kumpulan puisi. Majalah tersebut bertahan sampai tahun 1956 dan diteruskan dengan majalah sastra lainnya, Sastra.

Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan, yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berkonsep sastra realisme-sosialis. Timbullah perpecahan dan polemik yang berkepanjangan diantara kalangan sastrawan di Indonesia pada awal tahun 1960; menyebabkan mandegnya perkembangan sastra karena masuk kedalam politik praktis dan berakhir pada tahun 1965 dengan pecahnya G30S di Indonesia.

Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 - 1960-an

Pramoedya Ananta Toer
o Kranji dan Bekasi Jatuh (1947)
o Bukan Pasar Malam (1951)
o Di Tepi Kali Bekasi (1951)
o Keluarga Gerilya (1951)
o Mereka yang Dilumpuhkan (1951)
o Perburuan (1950)
o Cerita dari Blora (1952)
o Gadis Pantai (1965)

• Nh. Dini
o Dua Dunia (1950)
o Hati jang Damai (1960)

Sitor Situmorang
o Dalam Sadjak (1950)
o Djalan Mutiara: kumpulan tiga sandiwara (1954)
o Pertempuran dan Saldju di Paris (1956)
o Surat Kertas Hidjau: kumpulan sadjak (1953)
o Wadjah Tak Bernama: kumpulan sadjak (1955)

Mochtar Lubis
o Tak Ada Esok (1950)
o Jalan Tak Ada Ujung (1952)
o Tanah Gersang (1964)
o Si Djamal (1964)

Marius Ramis Dayoh
o Putra Budiman (1951)
o Pahlawan Minahasa (1957)

Ajip Rosidi
o Tahun-tahun Kematian (1955)
o Ditengah Keluarga (1956)
o Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957)
o Cari Muatan (1959)
o Pertemuan Kembali (1961)

Ali Akbar Navis
o Robohnya Surau Kami - 8 cerita pendek pilihan (1955)
o Bianglala - kumpulan cerita pendek (1963)
o Hujan Panas (1964)
o Kemarau (1967)

Toto Sudarto Bachtiar
o Etsa sajak-sajak (1956)
o Suara - kumpulan sajak 1950-1955 (1958)

Ramadhan K.H
o Priangan si Jelita (1956)

W.S. Rendra
o Balada Orang-orang Tercinta (1957)
o Empat Kumpulan Sajak (1961)
o Ia Sudah Bertualang (1963)

Subagio Sastrowardojo
o Simphoni (1957)

Nugroho Notosusanto
o Hujan Kepagian (1958)
o Rasa Sajangé (1961)
o Tiga Kota (1959)

Trisnojuwono
o Angin Laut (1958)
o Dimedan Perang (1962)
o Laki-laki dan Mesiu (1951)

Toha Mochtar
o Pulang (1958)
o Gugurnya Komandan Gerilya (1962)
o Daerah Tak Bertuan (1963)

Purnawan Tjondronagaro
o Mendarat Kembali (1962)

Bokor Hutasuhut
o Datang Malam (1963)

Angkatan 1966 - 1970-an

Angkatan ini ditandai dengan terbitnya Horison (majalah sastra) pimpinan Mochtar Lubis.[3] Semangat avant-garde sangat menonjol pada angkatan ini. Banyak karya sastra pada angkatan ini yang sangat beragam dalam aliran sastra dengan munculnya karya sastra beraliran surealistik, arus kesadaran, arketip, dan absurd.

Penerbit Pustaka Jaya sangat banyak membantu dalam menerbitkan karya-karya sastra pada masa ini. Sastrawan pada angkatan 1950-an yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah Motinggo Busye, Purnawan Tjondronegoro, Djamil Suherman, Bur Rasuanto, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono dan Satyagraha Hoerip Soeprobo dan termasuk paus sastra Indonesia, H.B. Jassin.

Beberapa satrawan pada angkatan ini antara lain: Umar Kayam, Ikranegara, Leon Agusta, Arifin C. Noer, Darmanto Jatman, Arief Budiman, Goenawan Mohamad, Budi Darma, Hamsad Rangkuti, Putu Wijaya, Wisran Hadi, Wing Kardjo, Taufik Ismail, dan banyak lagi yang lainnya.

Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1966

Taufik Ismail
o Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia
o Tirani dan Benteng
o Buku Tamu Musim Perjuangan
o Sajak Ladang Jagung
o Kenalkan
o Saya Hewan
o Puisi-puisi Langit

Sutardji Calzoum Bachri
o O
o Amuk
o Kapak

Abdul Hadi WM
o Meditasi (1976)
o Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975)
o Tergantung Pada Angin (1977)

Sapardi Djoko Damono
o Dukamu Abadi (1969)
o Mata Pisau (1974)

Goenawan Mohamad
o Parikesit (1969)
o Interlude (1971)
o Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972)
o Seks, Sastra, dan Kita (1980)

Umar Kayam
o Seribu Kunang-kunang di Manhattan
o Sri Sumarah dan Bawuk
o Lebaran di Karet
o Pada Suatu Saat di Bandar Sangging
o Kelir Tanpa Batas
o Para Priyayi
o Jalan Menikung

Danarto
o Godlob
o Adam Makrifat
o Berhala

Nasjah Djamin
o Hilanglah si Anak Hilang (1963)
o Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (1968)

Putu Wijaya
o Bila Malam Bertambah Malam (1971)
o Telegram (1973)
o Stasiun (1977)
o Pabrik
o Gres
o Bom

Djamil Suherman
o Perjalanan ke Akhirat (1962)
o Manifestasi (1963)

Titis Basino
o Dia, Hotel, Surat Keputusan (1963)
o Lesbian (1976)
o Bukan Rumahku (1976)
o Pelabuhan Hati (1978)
o Pelabuhan Hati (1978)

Leon Agusta
o Monumen Safari (1966)
o Catatan Putih (1975)
o Di Bawah Bayangan Sang Kekasih (1978)
o Hukla (1979)

Iwan Simatupang
o Ziarah (1968)
o Kering (1972)
o Merahnya Merah (1968)
o Keong (1975)
o RT Nol/RW Nol
o Tegak Lurus Dengan Langit

M.A Salmoen
o Masa Bergolak (1968)

Parakitri Tahi Simbolon
o Ibu (1969)

Chairul Harun
o Warisan (1979)

Kuntowijoyo
o Khotbah di Atas Bukit (1976)

M. Balfas
o Lingkaran-lingkaran Retak (1978)

Mahbub Djunaidi
o Dari Hari ke Hari (1975)

Wildan Yatim
o Pergolakan (1974)

Harijadi S. Hartowardojo
o Perjanjian dengan Maut (1976)

Ismail Marahimin
o Dan Perang Pun Usai (1979)

Wisran Hadi
o Empat Orang Melayu
o Jalan Lurus

Angkatan 1980 - 1990an

Karya sastra di Indonesia pada kurun waktu setelah tahun 1980, ditandai dengan banyaknya roman percintaan, dengan sastrawan wanita yang menonjol pada masa tersebut yaitu Marga T. Karya sastra Indonesia pada masa angkatan ini tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum.

Beberapa sastrawan yang dapat mewakili angkatan dekade 1980-an ini antara lain adalah: Remy Sylado, Yudistira Ardinugraha, Noorca Mahendra, Seno Gumira Ajidarma, Pipiet Senja, Kurniawan Junaidi, Ahmad Fahrawie, Micky Hidayat, Arifin Noor Hasby, Tarman Effendi Tarsyad, Noor Aini Cahya Khairani, dan Tajuddin Noor Ganie.

Nh. Dini (Nurhayati Dini) adalah sastrawan wanita Indonesia lain yang menonjol pada dekade 1980-an dengan beberapa karyanya antara lain: Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko, La Barka, Pertemuan Dua Hati, dan Hati Yang Damai. Salah satu ciri khas yang menonjol pada novel-novel yang ditulisnya adalah kuatnya pengaruh dari budaya barat, di mana tokoh utama biasanya mempunyai konflik dengan pemikiran timur.

Mira W dan Marga T adalah dua sastrawan wanita Indonesia yang menonjol dengan fiksi romantis yang menjadi ciri-ciri novel mereka. Pada umumnya, tokoh utama dalam novel mereka adalah wanita. Bertolak belakang dengan novel-novel Balai Pustaka yang masih dipengaruhi oleh sastra Eropa abad ke-19 dimana tokoh utama selalu dimatikan untuk menonjolkan rasa romantisme dan idealisme, karya-karya pada era 1980-an biasanya selalu mengalahkan peran antagonisnya.

Namun yang tak boleh dilupakan, pada era 1980-an ini juga tumbuh sastra yang beraliran pop, yaitu lahirnya sejumlah novel populer yang dipelopori oleh Hilman Hariwijaya dengan serial Lupusnya. Justru dari kemasan yang ngepop inilah diyakini tumbuh generasi gemar baca yang kemudian tertarik membaca karya-karya yang lebih berat.

Ada nama-nama terkenal muncul dari komunitas Wanita Penulis Indonesia yang dikomandani Titie Said, antara lain: La Rose, Lastri Fardhani, Diah Hadaning, Yvonne de Fretes, dan Oka Rusmini.

Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1980 - 1990an

Ahmadun Yosi Herfanda
o Ladang Hijau (1980)
o Sajak Penari (1990)
o Sebelum Tertawa Dilarang (1997)
o Fragmen-fragmen Kekalahan (1997)
o Sembahyang Rumputan (1997)

Y.B Mangunwijaya
o Burung-burung Manyar (1981)

Darman Moenir
o Bako (1983)
o Dendang (1988)

Budi Darma
o Olenka (1983)
o Rafilus (1988)

Sindhunata
o Anak Bajang Menggiring Angin (1984)

Arswendo Atmowiloto
o Canting (1986)

Hilman Hariwijaya
o Lupus - 28 novel (1986-2007)
o Lupus Kecil - 13 novel (1989-2003)
o Olga Sepatu Roda (1992)
o Lupus ABG - 11 novel (1995-2005)

Dorothea Rosa Herliany
o Nyanyian Gaduh (1987)
o Matahari yang Mengalir (1990)
o Kepompong Sunyi (1993)
o Nikah Ilalang (1995)
o Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999)

Gustaf Rizal
o Segi Empat Patah Sisi (1990)
o Segi Tiga Lepas Kaki (1991)
o Ben (1992)
o Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta (1999)

Remy Sylado
o Ca Bau Kan (1999)
o Kerudung Merah Kirmizi (2002)

Afrizal Malna
o Tonggak Puisi Indonesia Modern 4 (1987)
o Yang Berdiam Dalam Mikropon (1990)
o Cerpen-cerpen Nusantara Mutakhir (1991)
o Dinamika Budaya dan Politik (1991)
o Arsitektur Hujan (1995)
o Pistol Perdamaian (1996)

Angkatan Reformasi

Seiring terjadinya pergeseran kekuasaan politik dari tangan Soeharto ke BJ Habibie lalu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Sukarnoputri, muncul wacana tentang "Sastrawan Angkatan Reformasi".

Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra, puisi, cerpen, maupun novel, yang bertema sosial-politik, khususnya seputar reformasi. Di rubrik sastra harian Republika misalnya, selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. Berbagai pentas pembacaan sajak dan penerbitan buku antologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik.

Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial dan politik yang terjadi pada akhir tahun 1990-an, seiring dengan jatuhnya Orde Baru. Proses reformasi politik yang dimulai pada tahun 1998 banyak melatarbelakangi kelahiran karya-karya sastra -- puisi, cerpen, dan novel -- pada saat itu. Bahkan, penyair-penyair yang semula jauh dari tema-tema sosial politik, seperti Sutardji Calzoum Bachri, Ahmadun Yosi Herfanda, Acep Zamzam Noer, dan Hartono Benny Hidayat dengan media online: duniasastra(dot)com -nya, juga ikut meramaikan suasana dengan sajak-sajak sosial-politik mereka.

Penulis dan Karya Sastra Angkatan Reformasi

Widji Thukul
o Puisi Pelo
o Darman

Angkatan 2000-an

Setelah wacana tentang lahirnya sastrawan Angkatan Reformasi muncul, namun tidak berhasil dikukuhkan karena tidak memiliki juru bicara, Korrie Layun Rampan pada tahun 2002 melempar wacana tentang lahirnya "Sastrawan Angkatan 2000". Sebuah buku tebal tentang Angkatan 2000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia, Jakarta pada tahun 2002.

Seratus lebih penyair, cerpenis, novelis, eseis, dan kritikus sastra dimasukkan Korrie ke dalam Angkatan 2000, termasuk mereka yang sudah mulai menulis sejak 1980-an, seperti Afrizal Malna, Ahmadun Yosi Herfanda dan Seno Gumira Ajidarma, serta yang muncul pada akhir 1990-an, seperti Ayu Utami dan Dorothea Rosa Herliany.

Penulis dan Karya Sastra Angkatan 2000

Ayu Utami
o Saman (1998)
o Larung (2001)
Seno Gumira Ajidarma
o Atas Nama Malam
o Sepotong Senja untuk Pacarku
o Biola Tak Berdawai
Dewi Lestari
o Supernova 1: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh (2001)
o Supernova 2.1: Akar (2002)
o Supernova 2.2: Petir (2004)
Habiburrahman El Shirazy
o Ayat-Ayat Cinta (2004)
o Di atas Sajadah Cinta (2004)
o Ketika Cinta Berbuah Surga (2005)
o Pudarnya Pesona Cleopatra (2005)
o Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007)
o Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007)
o Dalam Mihrab Cinta (2007)
Andrea Hirata
o Laskar Pelangi (2005)
o Sang Pemimpi (2006)
o Edensor (2007)
o Maryamah Karpov (2008)
o Padang Bulan (2010)
o Cinta Dalam Gelas (2010)
Ahmad Fuadi
o Negeri 5 Menara (2009)
Tosa
o Lukisan Jiwa (puisi) (2009)
o Melan Conis (2009)

Era Cybersastra

Era internet memasuki komunitas sastra di Indonesia. Banyak karya sastra Indonesia yang tidak dipublikasi berupa buku namun termaktub di dunia maya (Internet), baik yang dikelola resmi oleh pemerintah, organisasi non-profit, maupun situs pribadi. Ada beberapa situs Sastra Indonesia di dunia maya semisal : duniasatra(dot)com.

Pranala luar

http://www.sumpahpalapa.com/ (lihat link sastra)
http://www.cybersastra.net/

Referensi
1. ^ Ricklefs, M.C. (29 September 1991). A History of Modern Indonesia 1200-2004. London: MacMillan. hlm. 117.
2. ^ Mahayana, Maman S, Oyon Sofyan (29 September 1991). Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern. Jakarta: Grasindo. hlm. 370.
3. ^ Yudiono (29 September 2010). Pengantar Sejarah Sastra Indonesia. Jakarta: Grasindo. hlm. 167.

Selasa, 16 April 2013

Gambaran Tentang Surga

Photo: Sedikit aku berpikir tantang apa yang dikatakan dengan surga dan setelah membaca beberapa buku yang melukiskan tentang surga dan jalan menuju surga sejenak aku membayangkan jalan menuju surga itu seperti gambar ini..
apakah saudara juga membayangkan jalan menuju surga itu juga demikian?
kadang aku juga heran mengapa banyak orang berani menggambarkannya..
bahkan ada juga yang menggambarkan surga itu dengan apa yang di sebut-sebut kebahagiaan duniawii..
Ya..
Saudara sendiri tau apa yang dimaksut dengan Duniawi kan?


Kalau menurut saya ( Rinaldi Sinaga) : Tidak salah menggambarkan surga itu seperti apapun juga ..
karena penggambaran surga itu seperti apa adalah cara untuk memperoleh kepercayaan dari pengikutnya..
tetapi selaku umat yang punya TUHAN, Agama dan Kepercayaan hendaklah kita juga menjadi pengikutNya tanpa iming-iming..
Tetapi dengan keyakinan dan ketetapan hati kita sendiri...
Sedikit aku berpikir tantang apa yang dikatakan dengan surga dan setelah membaca beberapa buku yang melukiskan tentang surga dan jalan menuju surga sejenak aku membayangkan jalan menuju surga itu seperti gambar ini..
apakah saudara juga membayangkan jalan menuju surga itu juga demikian?
kadang aku juga heran mengapa banyak orang berani menggambarkannya..
bahkan ada juga yang menggambarkan surga itu dengan apa yang di sebut-sebut kebahagiaan duniawii..
Ya..
Saudara sendiri tau apa yang dimaksut dengan Duniawi kan?


Kalau menurut saya ( Rinaldi Sinaga) : Tidak salah menggambarkan surga itu seperti apapun juga ..
karena penggambaran surga itu seperti apa adalah cara untuk memperoleh kepercayaan dari pengikutnya..
tetapi selaku umat yang punya TUHAN, Agama dan Kepercayaan hendaklah kita juga menjadi pengikutNya tanpa iming-iming..
Tetapi dengan keyakinan dan ketetapan hati kita sendiri...

Merenung

Photo: Aku ingin melukis hidupku sendiri di ujung langit sana..
Diantara tumpukan awan yang menari..
Meneriaki bumi..
aku juga ingin menguntai senja-senja yang merekah diantara sore yang kian bias dan memudar..
Diantara tepian padang itu aku ingin diam menikmati tiap hembus sepoi yang semalam lupa bernapas..
hanya saja kereta senja singgah di stasiun kehidupanku..
saat itu senja memudar..
menggenggam kesumat dan menggilas mimpi yang tersisa..

Benarkah aku berani menggambar mimpiku pada selembar kertas putih lalu menerbangkannya pada tiap sepoi senja saat aku duduk di padang gersang menanti hujan bersamamu??Aku ingin melukis hidupku sendiri di ujung langit sana..
Diantara tumpukan awan yang menari..
Meneriaki bumi..
aku juga ingin menguntai senja-senja yang merekah diantara sore yang kian bias dan memudar..
Diantara tepian padang itu aku ingin diam menikmati tiap hembus sepoi yang semalam lupa bernapas..
hanya saja kereta senja singgah di stasiun kehidupanku..
saat itu senja memudar..
menggenggam kesumat dan menggilas mimpi yang tersisa..

Benarkah aku berani menggambar mimpiku pada selembar kertas putih lalu menerbangkannya pada tiap sepoi senja saat aku duduk di padang gersang menanti hujan bersamamu??

Sabtu, 13 April 2013

Menjadikan Yesus Sahabat Sejati


     Menjadikan Yesus Sahabat Sejati


                                                            Oleh: Rinaldi Sinaga

Pernahkahsaudara menonton ataupun membaca sebuah cerita persahabatan? Atau pernahkahsaudara menjalani persahabatan yang memberi manfaat dalam kehidupan anda?.Sesungguhnya tidak ada  orang yang tidakmengenal persahabatan, dan sangatlah jarang ada orang yang belum pernahmenikmati persahabatan.
Pernahteman saya bercerita tentang sahabatnya yang tidak setia kepadanya. Ada temanyang bercerita tentang sahabatnya yang merebut pacarnya, Ada juga yangbercerita tentang pengorbanan sahabatnya .Bahkan ada teman yang menyatakanbahwa di dalam hidupnya belum pernah menemukan Sahabat yang sempurna. Danbanyak lagi kisah-kisah tentang persahabatan yang pernah kita alami dan kitadengarkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
DalamAlkitab sendiri mencatat beberapa kisah persahabatan dan yang paling mencolokadalah          kisah persahabatan antaraYonatan anak  Raja Saul dengan Daudseorang gembala anak Isai.Bahkan Yonatan rela menentang Saul ayahnya sendiridemi sahabatnya itu.
Namun bagaimana sebenarnya sahabat itu?
Dua ribu tahun yang lalu Seorang pernah menawarkan diri untuk menjadi Sahabatkita semua dengan berkata :  "Kamuadalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."  Bahkan Dia rela mati di kayu salibdemi kita sahabat-sahabatnya .
Lantas bagaimana mungkin duniaini dikatakan tidak ada sahabat yang sempurna? Sebenarnya apa yang di rasakan orang yang merasa tidak memiliki sahabatitu saya yakin mewakili banyak orang yang merasa seperti dirinya, merasakesepian, sendirian ataupun tidak pernah menemukan makna persahabatansesungguhnya dalam diri Kristus.
Perasaan tidak mempunyai sahabatini mungkin bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktordiantaranya pernah dikecewakan oleh seseorang yang Pernah dianggapnya sebagai sahabat sejatinya. Mungkin jugadibutuhkan niat untuk merubah sikap yang selama ini bisa jadi tidak disukaioleh banyak orang, atau kesabaran untuk terus berusaha hingga mereka bisamenemukan seorang sahabat yang tepat bagi mereka.
 Tetapi jangan lupa pula bahwa Yesus sudah membuka diriNya sebagaiseorang sahabat bagi kita semua sejak semula. Yesus bukanlahsembarang teman, tetapi Dia adalah sahabat terdekat dan palingsetia yang pernah dan bisa kita miliki.
Sahabat terdekat dan palingsetia? Ya, itu akan kita amini apabila kita melihat langsung apa yang dimaksudYesus ketika menyatakan diriNya sebagai sahabat kepada murid-muridNya. Jikakita fokuske ayat-ayat Alkitab, maka kita akan melihat rincian jelas mengenaiapa saja yang akan diberikan Yesus sebagai seorang sahabat yang akan membuatkita takjub dan terharu jika kita merenungkannya satu persatu dengansungguh-sungguh.
            Kita mengenal pribadi Yesus sebagaisahabat sejati, dan kita tahu apa yang harus kita perbuat sebagai sahabat yangtelah di tebusNya. Kita diperdamaikan dan dianugerahi keselamatan, semua itumenjadi nyata dengan hadirnya Yesus sebagai seorang sahabat sejati. FirmanTuhan berkat"TUHANbergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nyadiberitahukan-Nya kepada mereka." (Mazmur 25:14). Dan Yesuspun memberikan kunci bagaimana agar kita bisa menjadi sahabatnya."Kamuadalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu."(Yoh 15 : 14).Dan perintahNya pun singkat:"Inilahperintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."(Yoh 15: 17). Mungkin bagi kita pada saat-saat tertentu Kita merasa tidak dapatmenjumpai seorang sahabat sejati. Tapi ketahuilah kita punya Yesus sebagaisosok sahabat sejati yang mengasihi kita setiap waktu, dan ini saatnya bagikita untuk memberitahukan itu kepada mereka yang kesepian.
Imanatau percaya kepada Allah adalah memilih untuk menjadi sahabat Allah. PernahkahAnda mendengar definisi semacam ini? Jika Anda belum mendengarkannyasebelumnya, tolong ingat hal ini: percaya kepada Allah adalah memilih untukmenjadi sahabat Allah. Mengapa Anda percaya kepada Allah? Banyak orang Kristenyang percaya kepada Allah dengan tujuan mendapat sedikit keuntungan ataupertolongan Allah. Bagaimanapun, mereka tidak ingin untuk membuat respon yangtotal kepada Allah sama seperti apa yang Yesus lakukan untuk kita. Jika imanmuhanyalah iman di pikiran atau Anda hanya ingin mendapatkan sedikit keuntungandari Allah tapi tidak ingin untuk menjadi sahabat SejatiAllah, maka iman Andabukanlah iman yang menyelamatkan seperti yang digambarkan Alkitab.
Dalam Alkitab Yesus berkata, "seseorang yangmati untuk sahabat" (Yoh. 15:13). Siapa yang mati untuk sahabatnya? Jelasbahwa inilah yang telah dilakukan oleh Yesus yang diutus oleh Allah. Yesusmenganggap kita adalah sahabat-sahabatnya dan ia memberikan nyawanya untuk kita.Dalam, (Yoh. 15:14 )Dia berkata, kamu adalah sahabatKu, jikalau kamu berbuatapa yang Kuperintahkan kepadamu.
 Dapatkah Anda melihat komitmen persahabatan disini? Yesus melihat kita sebagai sahabatnya dan ia memberikan nyawanya untukkita. Persahabatan ini diberikan tanpa ada pengharapan kecuali kita mentaatikehendaknya dan ia ingin agar kita menjadi sahabat sejatiNya. Saya gunakan kata"sejati" ini bukanlah untuk melebih-lebihkan karena Yesus katakandalam Yoh 15:15, Aku telah memberitahukan semua yang Kudengar dari Bapaku.Yesus sangat senang untuk memberitahukan sahabat SejatiNya semua yang Dia tahu.Dapatkah Anda membayangkan bahwa kita dapat membangun hubungan yang intimseperti itu dengan Allah sebagaimana yang dimiliki oleh Yesus? Apa yang ingindidirikan oleh Allah bukanlah hubungan yang dangkal tetapi sebagai sahabatsejati.
Tetapi pada dasarnya, memang Benar bahwa kita semuaadalah hamba Allah dan ini merupakan kewajiban kita padahal kita sebenarnyatidak layak menjadi sahabat Allah. Bagaimanapun, itulah bagian yang berhargadari keselamatan Allah. Allah tidak hanya menyelamatkan kita tapi ia jugaberinisiatif untuk mengundang kita menjadi sahabatnya, padahal kita sangatlahtidak pantas untuk menjadi sahabatnya.
BagaimanaMenjadi Sahabat Yesus?
Jawabannya Pertama  adalah jangan "berpikiran yang menduahati kepada Yesus". Apa artinya mendua hati? Itu berarti tidak memilikihati yang tunggal, tidak setia, di mana hal ini merujuk kapada sikap hati kitakepadaYesus. Jika kita mau membangun persahabatan denganYesus, kita harusmemutuskan untuk setia kepada-Nya. Kesetiaan ini harus ditunjukkan melaluiketaatan kita kepada perintah-Nya. Karena itu, jawanban kedua adalah kita harussetia kepada Allah.
Yang terakhir  Jika kita mau menjadi sahabat Allah, kitajuga harus memiliki ketetapan hati untuk berbagi beban dari hati Allah. Duaorang sahabat harus memiliki satu hati atau harus sehati sebelum mereka dapatberjalan bersama

Jadi ada Tiga poin dari menjadi sahabatsejati Yesus
  1. Kita harus menjauh dari dosa dan hal-hal yang jahat dan kita mengejar kebenaran dan kekudusan.
  2. Kita harus memiliki hati yang tunggal atau yang tak berbagi di hadapan Allah, dan dengan setia mengikuti perintah-perintah-Nya.
  3. Kita harus memiliki beban yang sama dengan apa yang menjadi beban dan kepedulian Allah, yang secara khusus merupakan keselamatan seluruh bangsa-bangsa.


Jesus, You’re my bestfriend
Jesus, You will alwaysbe beside me
You are the source ofmy strength
Jesus, You’re my bestfriend
Jesus, You never tirebeside me
You are the source ofmy strength   

Jumat, 12 April 2013

Hari Ini ( 12 April 2013)

Mungkin saja hari ini aku tidak tau apa yang harus aku ceritakan..
Saat aku memilih jalanku sendiri..
Saataku menunjukkan diriku bisa di tengah hancurnya sebuah persahabatan yang baru terbina...
Kadang juga aku heran mengapa aku memilih jalan ini atau kadang aku bingung mengapa aku berani bertindak sejauh ini untuk beranjak dari sebuah persahabatan...

Jika harus ditanya jujur mungkin aku tidak punya jawaban..
karena jujur saja..
sejak kegagalanku kemari-kemarin aku masih diliputi rasa yang sangat bimbang dalam kehidupan ini..
Karena kadang aku merasa tidak menemukan apa yang aku cari..
Kadang juga aku terlalu bahagia di saat saat tertentu sehingga aku lupa apa yang aku cari..

Terlalu banyak orang menasehatiku juga membuatku bimbang..
Nasihat yang bagus terlalu banyak membuatku bingung nasihat yang mana akan kucerna..
Aku memang tau..
mereka menasehatiku karna mereka masih peduli kepadaku..
Mereka masih menyayangiku dan menganggapku saudaranya..

Tapi mengapa ???


Kadang aku tidak terima apa yang dikatakan dunia akan sebuah takdir..
Kadang juga akuu harus menolak kenyataan saat aku harus menjalaninya..

Kenapa?
Kenapa bisa begitu..
Kadang juga aku heran karena aku sendiri pernah menulis beberapa inspirasi tetapi aku sendiri tidak bisa menginspirasi diriku..
Aku bisa berpuisi tetapi aku tidak bisa menjadikan diriku sendiri Inspirasi...

Kamis, 11 April 2013

Inspirasi dari Seekor Serangga.....

Coba anda lihat. Sebuah foto yang sangat unik dan indah bukan?
Seorang potografer berpengalaman saja sulit mendapatkan foto yang demikian ina.
Seekor serangga yang menikmati matahari yang hampir terbenam atau lebih indah jika dikatakan seekorsenja yangmenikmati senja.
Keren bukan?
Karena cahaya senja itu lihatlah
Serangga itu menjadi seperti sebuah siluet
Ya lebi indah jika saya katakan siluet dibandingkan jika saya katakan bayangan.
Dengan kata siluet itu terlihat seperti kata yang mengandung nilai seni.

Coba anda amati foto itu secara seksama........
Indah bukan?
Terkadang kita terlalu menikmati hal-hal yang buruk.
sehingga kita lupa akan hal-hal indah yang kecil disekitar kita.
terkadang kita berambisi mengejar keindahan yang besar di sekitar kita.
Padahal keindahan yang kecil kalau kita nikmati setiap hari pasti mengantarkan pada kebahagiaan.
Bukan begitukah saudara Risca?
Hidup itu juga indah kalau dinikmati ya ito Evrika?
Kita tidak perlu pergi kepantai kuta untuk menikmati keindahan hidup ya ka Vevi?
Hahahahha
Hidup itu sendiri indah saudara Jimmy,Lam's Johan'z..
hanya saja kita jarang menikmatinya..
Coba lihat kawan kita si Albert,, Dia sangat menikmati hidupnya bersama GEROBAK (Gerombolan Batak).
kita juga tidak perlu terlalu serius untuk mencari keindahan..
Karena saat kita menikmati kehidupan itulah keindahan.
iakan Lhouieza, Windy, K' Lina?

Selamat Menikmati keindahan ya sobat....
Khusus buat semua mantan teman kelasku (Ia3 forever Always together)..
Tetap semangat dan andalkan Tuhan..
semoga kita berjumpa di kesuksesan..
:)
:D

 

Tentang Burung


Pernahkah anda mengamati alam?
Jika alam pengertiannya luas. Baiklah saya katakan Makluk hidup dan saya fokuskan je hewan. Dan dari hewan saya fokuskan lagi ke Aves. Tentu anda mengenal aves alias burung bukan?
Pernahkah anda mendapatkan inspirasi dari burung?
coba amati burung pada gambar ini...
taukah anda itu gambar burung apa?
Seorang yang punya hobby mengarang seperti Komunitas Pecinta Puisi pasti punya inspirasi untuk hal ini.
seorang pemahat bisa menjadikan patung menyerupai burung ini seperti saudara Albert Tamba Marganaa.
Atau seorang potografer yang mengabadikan momen dua ekor burung yang Romantis..
Bukan begitukah Ka Vevi Wina?
hehehehee
Seorang penulis cerpen bisa juga menangarang bahkan menjadikannya judul karangan.
Bahkan burung bisa membuat seseorang galau seperti si Afryanti Simbolon..Eitsss jangan marahh.
Atau seseorang bisa jadi lebai seperti si Sissca Manyhuroek yang kerajinan update statuss..

hahahah
Selouu..


Inspirasi Tentang Jalan

Pernahkah Anda memikirkan jalan yang akan saudara tempuh?
kita memang bebas saja memilih jalan yang kita suka..
kita juga bebas untuk melakukan apa saja yang kita inginkan dalam pejalanan kita itu...
Tapi kita kadang tidak tau sampai dimana ujung jalan yang kita pilih itu.
Dan bahkan kita tidak tau berapa banyak sungai yang akan kita seberangi..
Berapa jembatan yang akan kita lewati atau hewan buas apa yang akan kita temui selama melintasi jalan yang kita pilih itu Dan untukperlindungan diri kita butuh alat sedangkan untuk sampai di ujung jalan kita butuh kompas..
Demikian jugalah kehidupan..
dalamkehidupan juga kita diberi Tuhan kebebasan untuk memilih jalan mana yang akan kita tempuh dan apa cobaan yang akan ada dalam jalan yang kita pilih itu..
Masalahnya adalahh : APA DAN SIAPA KOMPAS YANG AKAN MENUNTUN KEHIDUPAN KITA ITU???

Kamis, 07 Maret 2013

Sajak Senja I-III Oleh : Rinaldi sinaga

Menuju Malam 
sajak senja I oleh Rinaldi Sinaga



Berlelah sejenak
Menanjak jejak
Sesak-sesak Desak
Kerak-kerak jejak
Tanah lelah berpijak
Lelahlah sejenak
Atau istirahatlah kelak..

puisi senja


Menuju malam 
Sajak senja II Oleh : Rinaldi Sinaga



Mungkin engkau lelah
Istirahatlah
Untukmu aku mencoba kalah
Istirahatlah
Untukmu aku akan mengalah
Biarlah lelah
Biar senja jadi malam
Aku,dan juga engkau lelah
Istirahatlah untuk esok kita menang.


Menuju malam 
Sajak senja III Oleh : Rinaldi sinaga



Mari berkisah
Tentang siang yg tidak jadi cerita
Tentang putih yg tak bercahaya
Atau mentari yg malu-malu
Menyambutmu juga aku
Mengapa engkau diam saja?
Mari bercerita
Tentang pagi
Juga tentang pelangi
Atau tentang hujan,tentang badai
Yang tidak lagi kita lalui...


Jumat, 01 Maret 2013

Sebuah Harap di Dunia Maya Oleh : Rinaldi Sinaga



Mengenal seorang gadis disebuah Fans Page
 Sastra Facebook. Inilah awal yang gila bagiku, seorang mahasiswa fekon di UA,yang juga penulis.
Memang tidak pernah bertemu,hanya sekedar menyapa waktu Online, ataupun sekedar saling share dan menilai karya masing di note facebook.
Bagiku,itu sekedar lebih, entah dia membaca entah tidak, tapi jujur aku senang dengannya. aku bangga berkenalan dengannya..
Aku tau,ini hanyalah sekedar status yang ku share di blog, tapi dalam hati juga aku menyimpan rindu untuk dia yang tidak tau tentang rasa kagumku padanya.
jika seandainya blog ini adalah merpati pos pasti salamku itu akan sampai padanya.

Tapi jujur saja aku pun menyimpan harap yang berlebihan untuknya seoranyg gadis polos, pintar, ramah, cantik dan juga pintar.
Ya..
Andai saja salamku sebagai seorang penulis atk bernama,blogger tak terkenal dan mahasiswa biasa yang tak punya hal istimewa sepertiku.
Jujur,awalnya hanya gurau atau iseng berkenalan untuk sekedar hobby yang sama di karya sastra.

Ya,hobby yg sama tidak lebih dari itu...
Itupun aku tidak tau..

Ntah dia saat ini yang menjalani masa-masanya dengan seorang anak FT,pernah menganggap aku sebagai teman yang istimewa di dunia maya ini. Akiupun tak tau.
Tapi aku memang berharap demikian..
Aku tidak mengerti,knapa aku yang biasa bisa mengagumi yang luar biasa. memangg,aku hanya bermimpi bisa ini,bisa itu,kesana,kesitu.
hahaha,...

dream..
,make a dream...
Untuk seorang sepertiku.
Ini memang lucu,lugu,bahkan mungkin sesuatu 
yang tidak mungkin.
Tapi apa boleh buat?
Aku  telah terperangkap hobbyku sendiri.
Dan jujur..
Semuanya akan kujalani..

Sabtu, 05 Januari 2013

#SEBUAH SENJA KENANGAN (FIKSI MINI)

Kau datang padaku, dengan seonggok sesal yang seakan sudah terkumpul bertahun-tahun.
Kau melukis sesuatu dengan jarimu, menulis janji kita yang dulu. Aku terdiam, sedikit-demi sedikit kristal es dihatiku mencair.
Tapi sayangnya jiwaku sedang mengalami musim salju. Hingga tak semua mencair.
Kau menatapku, tatapmu lebih nanar dari seorang anak kecil yang kedinginan, yang terperangkap dalam musim salju jiwaku dan meminta belas kasihan.
Tapi kasihan itu sudah kusimpan jauh,tertimbun dilabirin-labirin tempat minotaurus disimpan. Nan jauh dipulau siprus sana.
Kalau kau berani ambillah..
Terakhir kau melangkah beranjak meninggalkanku, langkahmu dinaungi senja membuat sebuah siluet hitam indah. Siluet yang indah membuat mataku kabur, pandanganku terbias air mata yang mengalir.
Kulihat bayangan itu tidak sendiri lagi.
Sepasang tangan saling menggenggam dibawah senja yang semakin temaram..

Arah Dairi Kedepannya

                                                     Arah Kabupaten Dairi Kedepannya Sebagai penduduk Kabupaten Dairi yang sedang merantau, ...